Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Tampilkan postingan dengan label medical conditions and diseases. Tampilkan semua postingan

Diabetes dianggap tidak terkendali ketika tingkat glukosa dalam darah terlampau tinggi (hiperglikemia) atau justru sangat rendah (hipoglikemia).

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak saraf, pembuluh darah, dan organ vital. Diabetes yang tidak terkontrol juga menempatkan individu pada risiko komplikasi diabetes yang lebih besar.

Diabetes mungkin menjadi tak tertangani sebab belum dideteksi, penanganan yang tidak memadai, ataupun lantaran ketidaktaatannya pada perawatan medis.

Ketika seseorang mengenali bahwa kadar gula darah mereka tak terkendalikan, sangat penting bagi mereka untuk langsung berkonsultasi dengan dokter agar dapat memodifikasi rencana pengobatannya sesuai keadaan saat ini.

Di bawah ini dipaparkan apa saja tanda-tanda diabetes yang tidak terkontrol.

1. Infeksi kaki

Kadar gula darah yang tinggi untuk jangka panjang bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh akan mengalami kesulitan saat berusaha melawan infeksi. Selain itu, hal ini juga menciptakan kondisi dimana bakteri lebih mungkin masuk dan tumbuh subur pada jaringan serta organ yang telah rusak.

Salah satu contoh infeksi kaki pada orang dengan diabetes adalah sindrom kaki diabetik. Ini terjadi saat aliran darah ke kaki terganggu sehingga meningkatkan risiko infeksi dan mengurangi ketersediaan sel kekebalan untuk melawan infeksi.

Fitur utama dari sindrom kaki diabetik adalah adanya luka yang susah untuk pulih. Ketika diabetes tak terkendali, bisa menimbulkan infeksi pada lukas hingga ke busukan dan nekrosis jaringan, hal ini kemudian dapat mengakibatkannya. gangren .

2. Laparnya lebih cepat, tapi berat badannya menurun

Kadar glukosa dalam darah yang tidak diatur dengan baik bisa membuat Anda merasa lebih sering lapar. Di samping itu, walaupun asupan makanannya banyak, berat badan malah cenderung menurun secara tak masuk akal apabila kandungan gula darahnya sangat tinggi.

Ketika tubuh tak mendapat asupan energi dari glukosa, ia akan beralih ke otot dan lemak sebagai sumber daya utama. Proses pemecahan otot serta lemak oleh tubuh untuk dijadikan energi dapat menyebabkan turunnya bobot secara tiba-tiba dan tidak baik bagi kesehatan.

Di samping perubahan pada berat badan dan selera makan, kekuatan otot juga bisa menurun sehingga membuatmu menjadi lebih sering terjatuh.

3. Luka sulit sembuh

Gula darah yang tak terkendali membuat luka, lecetan, memar, serta berbagai jenis cedera lainnya menjadi lebih susah untuk pulih.

Diabetes dapat merusak saraf dan peredaran darah, terlebih pada kaki bagian bawah. Kekurangan aliran darah membuat lukanya susah untuk pulih.

Justru, lukisan kecil cenderung berisiko terinfeksi dan dapat bertambah parah sampai menimbulkan dampak besar, termasuk kemungkinan harus diamputasi. Anda bisa saja mendeteksinya dari adanya nanah yang keluar secara berlebihan sehingga basahi kaos kaki atau timbul baunya tak sedap apabila terdapat luka di kaki.

4. Glukosa darah tinggi

Kadar glukosa dalam darah yang tinggi merupakan indikasi utama bahwa diabetes belum dikelola dengan baik. Tingkat glukosa darah normal harus antara 80-130 mg/dL sebelum menyantap makanan dan kurang dari 180 mg/dL dua jam sesudahnya.

Penggunaan obat diabetes sesuai anjuran dan perubahan gaya hidup biasanya dapat membantu membuat glukosa darah dalam kisaran target. Jika kadar gula darah tetap terlalu tinggi atau bahkan meningkat, penting untuk berbicara dengan dokter untuk menyesuaikan rencana perawatan.

5. Meningkatnya rasa haus

Orang dengan diabetes terkadang mengalami polidipsia , merupakan sebuah tingkat ketidaksediaan air yang sangat parah. Situasi semacam itu umumnya dihadapi oleh individu tertentu. diabetes tipe 1 yang tak terkendali dan pasien diabetes tipe 2 ketika konsentrasi gula darah sangat meningkat.

Hal ini disebabkan oleh kandungan gula darah yang tinggi bisa mengakibatkan dehidrasi dan rasa dahaga berlebihan, sehingga tubuh menjadi lebih sulit dalam menyerap cairan.

Ekstremitas rasa dahaga serta frekuensi pembuangan urine yang berlebihan cenderung meningkat ketika tingkat gula darah melewati angka 250 mg/dL. Meski demikian, kondisi dehidrasi masih bisa timbul walaupun individunya telah mengonsumsi jumlah cairan yang cukup.

6. Napas berbau buah

Konsentrasi gula dalam darah yang terlalu tinggi bisa membuat nafasan seseorang bau dengan aroma buah atau manis. Hal ini disebabkan oleh kondisi di mana tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa dari darah dikarenakan adanya gangguatan pada sistemnya. insulin Lemak akan diuraikan untuk menghasilkan energi. Langkah ini kemudian membentuk zat kimia bernama aseton yang memiliki aroma mirip dengan buah.

Napas bau buah juga dapat menandakan sesuatu tersebut. ketoasidosis diabetik , situasi yang bisa membahayakan jiwa. Hal ini membutuhkan pertolongan medis dengan cepat.

7. Mengalami perubahan kulit

Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol lebih mungkin mengembangkan beberapa masalah kulit, seperti:

  • Skin tag di lipatan kulit.
  • Akanotiksis nigrigans, yaitu daerah pada kulit yang menjadi hitam dan mengeras di sekitar leher bagian belakang, lengan, bawah siku, wajah, atau area tubuh lainnya.
  • Lepuh.
  • Infeksi.
  • Kekeringan.
  • Gatal.
  • Perubahan warna.

Ini semua bisa menjadi tanda gula darah tinggi atau resistansi insulin yang memerlukan pemeriksaan dokter.

8. Masalah ginjal

Seiring waktu, kadar glukosa yang tinggi dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah ginjal.

Karena ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah, penyakit ginjal dapat terjadi. Sekitar 1 dari 3 orang dewasa dengan diagnosis diabetes juga menderita penyakit ginjal.

Orang dengan diabetes dan penyakit ginjal mungkin mengalami:

  • Urinnya memiliki warna yang sangat pekat atau mengandung darah.
  • Urine berbusa
  • Sakit di area ginjal pada bagian belakang bawah.
  • Infeksi pada ginjal atau sistem kemih jangka panjang.

Penyakit ginjal biasanya tak memberikan gejala apa pun atau hanya menyebabkan tanda-tanda ringan di fase awal. Gejala baru mulai timbul ketika telah terjadi kerusakan yang signifikan.

9. Mengalami gejala kardiovaskular

Pasien diabetes sering kali mengalami gejala kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi. Mereka mungkin juga memiliki kadar kolesterol tinggi dan obesitas, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Dari semua komplikasi diabetes, penyakit kardiovaskular adalah yang paling mungkin berakibat fatal.

Sirkulasi darah yang buruk juga dapat menyebabkan penyembuhan luka yang lambat dan masalah pada ekstremitas, seperti kaki.

Tekanan darah tinggi, rasa sakit di dada, atau ritme jantung yang abnormal adalah petunjuk kritis. Kondisi-kondisi ini harus ditangani dengan serius dan tidak bisa disepelekan, apakah itu disebabkan oleh diabetes atau masalah medis lainnya.

Siapa pun yang mengalami tanda-tanda diabetes yang tidak terkontrol harus menemui dokter sesegera mungkin. Makin cepat gula darah tinggi dikelola, makin besar peluang untuk memperlambat perkembangannya dan meminimalkan risiko komplikasi berbahaya.

Referensi

Medical News Today. Dibuka pada Agustus 2024. Bagaimana diabetes dapat mempengaruhi kaki?

Kesehatan Sehari-hari. Dihubungi pada Agustus 2024. Tanda-Glukosa-Darah-Mu-Tidak-Terkendali

Institut Nasional untuk Penyakit Diabetes dan Ginjal. Dibuka halaman webnya pada Agustus 2024. Diabetes & Foot Problems.

Pusat Pengendalian dan Penyakit. Dihubungi pada Agustus 2024. Manage Blood Sugar.

StatPearls. Dibuka pada Agustus 2024. Diabetes .

Institut Nasional untuk Penyakit Gula dan Kencing serta Ginjal. Dihubungi pada Agustus 2024. Diabetic Kidney Disease .

Leon, Benjamin M, dan Thomas M Maddox. "Penyakit diabetes dan penyakit jantung: Epidemiologi, mekanisme biologis, anjuran pengobatan, dan penelitian masa depan." World Journal of Diabetes 6, no. 13 (Januari 1, 2015): 1246.

Medical News Today. Dibuka pada Agustus 2024. Signs of uncontrolled diabetes.

Share on:

Diabetes dianggap tidak terkendali ketika tingkat glukosa dalam darah terlampau tinggi (hiperglikemia) atau justru sangat rendah (hipoglikemia).

Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak saraf, pembuluh darah, dan organ vital. Diabetes yang tidak terkontrol juga menempatkan individu pada risiko komplikasi diabetes yang lebih besar.

Diabetes mungkin menjadi tak tertangani sebab belum dideteksi, penanganan yang tidak memadai, ataupun lantaran ketidaktaatannya pada perawatan medis.

Ketika seseorang mengenali bahwa kadar gula darah mereka tak terkendalikan, sangat penting bagi mereka untuk langsung berkonsultasi dengan dokter agar dapat memodifikasi rencana pengobatannya sesuai keadaan saat ini.

Di bawah ini dipaparkan apa saja tanda-tanda diabetes yang tidak terkontrol.

1. Infeksi kaki

Kadar gula darah yang tinggi untuk jangka panjang bisa memperlemah sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh akan mengalami kesulitan saat berusaha melawan infeksi. Selain itu, hal ini juga menciptakan kondisi dimana bakteri lebih mungkin masuk dan tumbuh subur pada jaringan serta organ yang telah rusak.

Salah satu contoh infeksi kaki pada orang dengan diabetes adalah sindrom kaki diabetik. Ini terjadi saat aliran darah ke kaki terganggu sehingga meningkatkan risiko infeksi dan mengurangi ketersediaan sel kekebalan untuk melawan infeksi.

Fitur utama dari sindrom kaki diabetik adalah adanya luka yang susah untuk pulih. Ketika diabetes tak terkendali, bisa menimbulkan infeksi pada lukas hingga ke busukan dan nekrosis jaringan, hal ini kemudian dapat mengakibatkannya. gangren .

2. Laparnya lebih cepat, tapi berat badannya menurun

Kadar glukosa dalam darah yang tidak diatur dengan baik bisa membuat Anda merasa lebih sering lapar. Di samping itu, walaupun asupan makanannya banyak, berat badan malah cenderung menurun secara tak masuk akal apabila kandungan gula darahnya sangat tinggi.

Ketika tubuh tak mendapat asupan energi dari glukosa, ia akan beralih ke otot dan lemak sebagai sumber daya utama. Proses pemecahan otot serta lemak oleh tubuh untuk dijadikan energi dapat menyebabkan turunnya bobot secara tiba-tiba dan tidak baik bagi kesehatan.

Di samping perubahan pada berat badan dan selera makan, kekuatan otot juga bisa menurun sehingga membuatmu menjadi lebih sering terjatuh.

3. Luka sulit sembuh

Gula darah yang tak terkendali membuat luka, lecetan, memar, serta berbagai jenis cedera lainnya menjadi lebih susah untuk pulih.

Diabetes dapat merusak saraf dan peredaran darah, terlebih pada kaki bagian bawah. Kekurangan aliran darah membuat lukanya susah untuk pulih.

Justru, lukisan kecil cenderung berisiko terinfeksi dan dapat bertambah parah sampai menimbulkan dampak besar, termasuk kemungkinan harus diamputasi. Anda bisa saja mendeteksinya dari adanya nanah yang keluar secara berlebihan sehingga basahi kaos kaki atau timbul baunya tak sedap apabila terdapat luka di kaki.

4. Glukosa darah tinggi

Kadar glukosa dalam darah yang tinggi merupakan indikasi utama bahwa diabetes belum dikelola dengan baik. Tingkat glukosa darah normal harus antara 80-130 mg/dL sebelum menyantap makanan dan kurang dari 180 mg/dL dua jam sesudahnya.

Penggunaan obat diabetes sesuai anjuran dan perubahan gaya hidup biasanya dapat membantu membuat glukosa darah dalam kisaran target. Jika kadar gula darah tetap terlalu tinggi atau bahkan meningkat, penting untuk berbicara dengan dokter untuk menyesuaikan rencana perawatan.

5. Meningkatnya rasa haus

Orang dengan diabetes terkadang mengalami polidipsia , merupakan sebuah tingkat ketidaksediaan air yang sangat parah. Situasi semacam itu umumnya dihadapi oleh individu tertentu. diabetes tipe 1 yang tak terkendali dan pasien diabetes tipe 2 ketika konsentrasi gula darah sangat meningkat.

Hal ini disebabkan oleh kandungan gula darah yang tinggi bisa mengakibatkan dehidrasi dan rasa dahaga berlebihan, sehingga tubuh menjadi lebih sulit dalam menyerap cairan.

Ekstremitas rasa dahaga serta frekuensi pembuangan urine yang berlebihan cenderung meningkat ketika tingkat gula darah melewati angka 250 mg/dL. Meski demikian, kondisi dehidrasi masih bisa timbul walaupun individunya telah mengonsumsi jumlah cairan yang cukup.

6. Napas berbau buah

Konsentrasi gula dalam darah yang terlalu tinggi bisa membuat nafasan seseorang bau dengan aroma buah atau manis. Hal ini disebabkan oleh kondisi di mana tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa dari darah dikarenakan adanya gangguatan pada sistemnya. insulin Lemak akan diuraikan untuk menghasilkan energi. Langkah ini kemudian membentuk zat kimia bernama aseton yang memiliki aroma mirip dengan buah.

Napas bau buah juga dapat menandakan sesuatu tersebut. ketoasidosis diabetik , situasi yang bisa membahayakan jiwa. Hal ini membutuhkan pertolongan medis dengan cepat.

7. Mengalami perubahan kulit

Orang dengan diabetes yang tidak terkontrol lebih mungkin mengembangkan beberapa masalah kulit, seperti:

  • Skin tag di lipatan kulit.
  • Akanotiksis nigrigans, yaitu daerah pada kulit yang menjadi hitam dan mengeras di sekitar leher bagian belakang, lengan, bawah siku, wajah, atau area tubuh lainnya.
  • Lepuh.
  • Infeksi.
  • Kekeringan.
  • Gatal.
  • Perubahan warna.

Ini semua bisa menjadi tanda gula darah tinggi atau resistansi insulin yang memerlukan pemeriksaan dokter.

8. Masalah ginjal

Seiring waktu, kadar glukosa yang tinggi dapat merusak pembuluh darah, termasuk pembuluh darah ginjal.

Karena ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah, penyakit ginjal dapat terjadi. Sekitar 1 dari 3 orang dewasa dengan diagnosis diabetes juga menderita penyakit ginjal.

Orang dengan diabetes dan penyakit ginjal mungkin mengalami:

  • Urinnya memiliki warna yang sangat pekat atau mengandung darah.
  • Urine berbusa
  • Sakit di area ginjal pada bagian belakang bawah.
  • Infeksi pada ginjal atau sistem kemih jangka panjang.

Penyakit ginjal biasanya tak memberikan gejala apa pun atau hanya menyebabkan tanda-tanda ringan di fase awal. Gejala baru mulai timbul ketika telah terjadi kerusakan yang signifikan.

9. Mengalami gejala kardiovaskular

Pasien diabetes sering kali mengalami gejala kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi. Mereka mungkin juga memiliki kadar kolesterol tinggi dan obesitas, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Dari semua komplikasi diabetes, penyakit kardiovaskular adalah yang paling mungkin berakibat fatal.

Sirkulasi darah yang buruk juga dapat menyebabkan penyembuhan luka yang lambat dan masalah pada ekstremitas, seperti kaki.

Tekanan darah tinggi, rasa sakit di dada, atau ritme jantung yang abnormal adalah petunjuk kritis. Kondisi-kondisi ini harus ditangani dengan serius dan tidak bisa disepelekan, apakah itu disebabkan oleh diabetes atau masalah medis lainnya.

Siapa pun yang mengalami tanda-tanda diabetes yang tidak terkontrol harus menemui dokter sesegera mungkin. Makin cepat gula darah tinggi dikelola, makin besar peluang untuk memperlambat perkembangannya dan meminimalkan risiko komplikasi berbahaya.

Referensi

Medical News Today. Dibuka pada Agustus 2024. Bagaimana diabetes dapat mempengaruhi kaki?

Kesehatan Sehari-hari. Dihubungi pada Agustus 2024. Tanda-Glukosa-Darah-Mu-Tidak-Terkendali

Institut Nasional untuk Penyakit Diabetes dan Ginjal. Dibuka halaman webnya pada Agustus 2024. Diabetes & Foot Problems.

Pusat Pengendalian dan Penyakit. Dihubungi pada Agustus 2024. Manage Blood Sugar.

StatPearls. Dibuka pada Agustus 2024. Diabetes .

Institut Nasional untuk Penyakit Gula dan Kencing serta Ginjal. Dihubungi pada Agustus 2024. Diabetic Kidney Disease .

Leon, Benjamin M, dan Thomas M Maddox. "Penyakit diabetes dan penyakit jantung: Epidemiologi, mekanisme biologis, anjuran pengobatan, dan penelitian masa depan." World Journal of Diabetes 6, no. 13 (Januari 1, 2015): 1246.

Medical News Today. Dibuka pada Agustus 2024. Signs of uncontrolled diabetes.

Share on:

Setiap tipe perdarahan saat hamil mungkin menakutkan. Akan tetapi, bukan berarti setiap perdarahan pasti menjadi indikasi adanya masalah selama masa kehamilan.

Kadang, pendarahan adalah gejala dari jenis gumpalan darah yang cukup umum yang disebut subchorionic hemorrhage atau subchorionic hematoma (yang juga disebut sebagai pendarahan subkoriyonik atau hematom subkoriyonik) terjadi dalam rentang antara 1,7% sampai 3,1% dari semua kehamilan. Sebagian besar kasus pendarahan subkoriyonik cenderung menghilangkan dirinya sendiri tanpa menimbulkan dampak negatif pada bayi di kandungan maupun ibu hamil tersebut. Archives of Medical Science , 2021).

Jenis hematoma tersebut adalah penyebab utama dari perdarahan vaginal yang terjadi antara masa kehamilan 10 sampai dengan 20 minggu, biasanya akibat adanya pembekuan darah di bawah salah satu lapisan membran. chorion Gumpalan darah muncul di sekitar embrio. Hal ini terjadi antara plasenta dengan dinding rahim.

Walaupun dalam kebanyakan kasus perdarahan subkorionik tidak menyebabkan masalah, tetapi beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi dan keguguran ( Obstetrics , 2019). Namun, studi tersebut belum memberikan kesimpulan yang kuat. Sebagian besar wanita yang menderita perdarahan subkoriyonik justru melalui kehamilan dengan hasil yang baik.

Perdarahan subkorionik bisa kecil atau besar. Yang kecil lebih umum, sementara lebih besar cenderung menyebabkan lebih banyak pendarahan dan masalah.

Penyebab dan faktor risiko

Alasan dari pendarahan subkorionik belum benar-benar dimengerti. Akan tetapi, ada beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kondisi ini, antara lain:

  • Malformasi rahim.
  • Riwayat keguguran berulang.
  • Riwayat infeksi panggul.
  • Trauma.
  • Preeklamsia onset dini, yang merupakan komplikasi kehamilan serius yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan gagal organ.
  • Tekanan darah tinggi yang parah.
  • Fertilisasin in vitro .

Gejala

Perdarahan yang disebabkan oleh perdarahan subkorionik bisa variatif mulai dari aliran darah deras berserta gumpalan sampai bercak tipis atau bahkan tanpa adanya pendarahan sama sekali. Apabila tak ada tanda-tanda lain, maka satu-satunya penjelasan untuk keberadaan gumpalan tersebut adalah karena terdeteksi saat melakukan pemeriksaan ultrasound.

Perdarahan vaginal diduga mempengaruhi hingga satu dari empat wanita pada semester awal kehamilan dan menjadi alasan umum bagi dilakukannya ultrasonografi trimester pertama. Sebagian perempuan juga merasakan kram, terlebih jika perdarahan tersebut cukup berat. Jurnal Kesehatan Keluarga dan reproduksi , 2013).

Diagnosis

Seorang ibu hamil yang mengalami perdarahan dari vaginanya sebaiknya segera menghubungi dokter atau bidan.

Agar dapat mengidentifikasi asal-usul pendarahan, petugas perawat kesehatan umumnya menjalankan pemeriksaan tubuh serta memerintahkan pengujian sampel darah dan scan ultrasonografi.

USG memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk menciptakan visualisasi dari bayi serta plasenta yang ditampilkan di layar. Apabila ada kondisi seperti perdarahan subchorionic, daerah darah di rongga rahim akan terlihat jelas melalui hasil imaj ini.

Tes-tes ini akan membantu dokter dalam mengesampingkan kondisi terkait yang mungkin menyebabkan perdarahan vagina.

Pengobatan

Pada berbagai kesempatan, perdarahan subkorionik dapat pulih dengan sendirinya layaknya luka pada kulit. Skema pengobatan nanti bergantung pada tanda-tanda yang muncul, catatan medis sebelumnya, posisi dan dimensi hematom, serta tahap perkembangan kehamilan.

Beberapa pilihan penanganan bagi kasus perdarahan subkorionik meliputi:

  • Menyusutkan aktivitas termasukolahraga serta mengangkat beban berat.
  • Bed rest.
  • Menghindari seks.
  • Pemeriksaan USG berikutnya dilakukan untuk mengukur besar hematomanya.
  • Pengawasan tanda-tanda persalinan prematur seperti kontraksi dan kram.
  • Rawat inap.
  • Imunoglobulin Anti-D (Rh0(D)) bagi mereka yang bertipe darah RhD negatif.

Segera hubungi dokter apabila terjadi pendarahan saat hamil. Lebih baik lagi bila penyebab dari perdarahan vaginal dapat diidentifikasi dengan cepat.

Komplikasi yang bisa terjadi

Hematoma yang terdeteksi pada tahap awal masa kehamilan biasanya memiliki risiko lebih rendah dibandingkan dengan kasus yang muncul di penghujung fase awal atau tengah kehamilan. Hematom berukuran kecil dan berlokasi di lapisan atas plasenta rata-rata memicu ketidaknyamanan yang minimal jika disbandingkan dengan kondisi hematom yang tumbuh di bagian bawah plasenta atau antara membran embrio.

Hematoma yang tak berkembang biasanya bukan masalah serius, namun jika hematoma tersebut bertambah ukurannya, itu mungkin membuat plasenta terpisah dari dinding rahim. Apabila lebih dari 30% plasenta telah terlepas, hal ini dapat mendukung pertambahan ukuran hematom. Kondisi semacam ini berpotensi menimbulkan rangkaian peristiwa di mana kantong ketuban pecah secara prematur dan pada akhirnya menuju kepada aborsi alami.

Studi sudah mengungkap bahwa perdarahan subkorionik bisa memperbesar kemungkinan berbagai masalah kehamilan, di antara lain adalah keguguran , persalinan prematur , abrupsio plasenta , dan ketuban pecah dini .

Kemungkinan munculnya komplikasi umumnya berkaitan dengan besarnya pembengkakan darah, berapa lama masa kehamilan, serta usia dari wanita yang sedang mengandung.

Kalau kamu didiagnosis dengan perdarahan subkorionik Sangat normal bila Anda merasa cemas. Umumnya, perdarahan subkorionik akan pulih dengan sendirinya dan tidak mengakibatkan masalah yang berarti bagi kehamilan.

Walaupun perdarahan subkorionik umumnya muncul di semester awal kehamilan, namun lebih baik berkonsultasi dengan dokter atau bidan guna memperoleh diagnosa yang tepat tiap kali ada pendarahan selama masa mengandung.

Referensi

Taner Günay and OÄŸuz Yardımcı, “How Does Subchorionic Hematoma in the First Trimester Affect Pregnancy Outcomes?,” Archives of Medical Science, January 8, 2021, https://doi.org/10.5114/aoms/113645 .

Bondick CP, Das JM, Fertel H. "Subchorionic Hemorrhage." [Updated 2023 Jul 31]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing ; Jan. 2025 -. Tersedia di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559017/

Erin R. Inman dan kawan-kawannya menjelaskan tentang "Hasil Kehamilan yang Dipengaruhi oleh Hematom Subkhorionik pada Populasi Yang Sulit Hamil," Journal Internasional Kedokteran Ginjal dan Persalinan 159, no. 3 (Februari 25, 2022): 743–50, https://doi.org/10.1002/ijgo.14162 .

Amirkhani Z, Akhlaghdoust M, Abedian M, Salehi GR, Zarbati N, Mogharehabed M, Arefian S, Jafarabadi M. "Hasil kehamilan dan hasil kelahiran pada wanita hamil dengan pendarahan vagina di semester pertama." J Family Reprod Health . Juni 2013; Vol 7, No 2: Halaman 57-61. Nomor Publikasi: 24971104; Penyimpanan Publikasi: PMC4064773.

"Subchorionic Hematoma." Cleveland Clinic. Diakses April 2025.

Share on:

Diabetes serta gangguan jantung merupakan dua tantangan utama dalam bidang kesehatan yang cenderung berhubungan satu sama lain. Seseorang dengan kondisi diabetes akan meningkatkan peluang terkena penyakit jantung daripada orang yang bukan penderitanya.

Bahkan, penyakit jantung menjadi salah satu penyebab utama kematian di antara penderita diabetes. Namun, bagaimana sebenarnya diabetes dapat memicu masalah pada jantung?

Yuk, intip seperti apa hubungan kompleks antara diabetes dan penyakit jantung, serta bagaimana pasien diabetes dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko mereka terkena penyakit jantung.

1. Hubungan antara diabetes dan penyakit jantung

Orang dewasa dengan diabetes memiliki kemungkinan dua hingga empat kali lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan dengan mereka tanpa diabetes.

Pasien diabetes sering kali memiliki banyak faktor risiko yang sama terkait penyakit jantung, seperti:

  • Memiliki tekanan darah tinggi: Terkena hipertensi dan diabetes menggandakan risiko seseorang terkena penyakit jantung.
  • Mempunyai tingkat kolesterol dan trigliserida di luar batas normal: Hal ini berkontribusi terhadap penumpukan plak di arteri dan merupakan faktor utama berkembangnya resistansi insulin.
  • Mengalami obesitas: Penurunan berat badan pada orang yang mengalami obesitas dan diabetes dapat mengurangi risiko kardiovaskular dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Kurang melakukan aktivitas fisik: Berolahraga dapat menurunkan tekanan darah serta menjaga tingkat glukosa dalam darah dengan demikian meminimalkan peluang terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.

2. Bagaimana diabetes memengaruhi jantung?

Penyakit kardiovaskular, misalnya serangan jantung atau stroke, adalah alasan terbesar mengapa orang dengan diabetes meninggal dunia.

Pasien diabetes memiliki kemungkinan terkena stroke atau penyakit jantung sekitar dua kali lebih besar dibandingkan orang tanpa diabetes. Seiring waktu, kadar gula darah tinggi akibat diabetes dapat merusak pembuluh darah di jantung, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya timbunan lemak.

Makin lama seseorang terkena diabetes, makin tinggi kemungkinan terkena penyakit jantung. Sekitar 30 persen pasien diabetes tipe 2 juga memiliki penyakit kardiovaskular. Ini karena orang dengan diabetes juga lebih mungkin mengalami masalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau kelebihan berat badan, yang semuanya dapat menyebabkan penyakit jantung.

3. Inflamasi dan kemungkinan terkena penyakit jantung

Diabetes bisa mengakibatkan peradangan secara persisten di dalam tubuh, sehingga ikut serta dalam proses timbulnya penyakit jantung. Tingginya kadar glukosa dalam darah mampu merusak sel-sel endothelial pada tembok arteri, yang lalu menimbulkan respon inflamasi tersebut. Inflamasi ini memiliki peranan penting dalam terjadinya penumpukan plak dan pengerasan arteri.

Peradangan kronis yang disebabkan oleh diabetes dapat mempercepat proses aterosklerosis, sehingga meningkatkan risiko kejadian jantung seperti serangan jantung dan kegagalan jantung.

4. Kompleksitas Masalah Jantung yang Dialami Pasien Diabetes

Kombinasi dari kerusakan pembuluh darah, hipertensi, kolesterol tinggi, dan peradangan menyebabkan pasien diabetes lebih rentan terhadap berbagai komplikasi jantung, seperti:

  • Penyakit jantung koroner: Penyakit tersebut muncul ketika pembuluh arteri yang seharusnya membawa darah ke jantung menjadi sempit atau tertutup oleh plak. Hal ini mengecilkan laju peredaran darah serta suplai oksigen ke jantung, berpotensi memicu kondisi seperti angina hingga serangan jantung.
  • Gagal jantung: Rusaknya hati terus-menerus akibat hipertensi, diabetes, serta kadar kolesterol tinggi dapat mengganggu otot jantung, sehingga menimbulkan gagal jantung. Hal ini merupakan situasi parah saat jantung tak lagi sanggup memompakan darah dengan baik keseluruhan bagian tubuh.
  • Serangan jantung: Pasien diabetes memiliki peluang dua hingga empat kali lipat terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang tanpa diabetes. Hal ini disebabkan oleh aterosklerosis yang dipercepat oleh gula darah tinggi, yang menyebabkan penyumbatan arteri jantung.

5. Cara-cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung bagi Pasien Diabetes

Walau diabetes dapat menaikkan peluang terkena gangguan pada jantung, namun tersedia sejumlah cara agar bisa memperkecil resiko tersebut:

  • Manajemen gula darah: Mempertahankan tingkat gula darah pada kisaran yang ideal merupakan hal utama. Hal ini dapat dicapai dengan mengontrol diet, berolahraga, serta menggunakan obat-obatan atau insulin jika diperlukan.
  • Pengaturan tekanan darah serta kolesterol: Mengawasi dan mengekang tekanan darah beserta tingkat kolesterol amat vital. Mungkin dibutuhkan obat-obatan semacam statin atau penghambat ACE inhibitor guna mempertahankan angka-angka tersebut di rentang sehat.
  • Berhenti merokok: Merokok secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama bagi pasien diabetes. Berhenti merokok bisa mengurangi risiko secara drastis.
  • Aktivitas fisik: Berlatih olahraga teratur dapat memperbaiki tingkat glukosa dalam darah, mengontrol tekanan darah, serta meningkatkan kondisi jantung secara menyeluruh.
  • Diet sehat: Diet yang mengandalkan pengurangan lemak jenuh, gula, serta meningkatkan asupan serat bisa mendukung kontrol kadar glukosa darah, kolesterol, dan juga tekanan darah agar tetap pada level normal.

Hubungan antara diabetes dan penyakit jantung sangat erat dan kompleks. Diabetes, terutama jika tidak terkontrol dengan baik, dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, kolesterol, dan memicu peradangan yang pada akhirnya menyebabkan berbagai masalah jantung. Namun, dengan manajemen yang tepat melalui pengaturan pola hidup dan kontrol medis, risiko penyakit jantung pada penderita diabetes dapat dikurangi secara signifikan.

Referensi

Heart Foundation. Diperoleh pada September 2024. Diabetes and heart disease.

Medical News Today. Dibuka pada September 2024. Hubungan antara diabetes dan penyakit jantung: Apa yang memengaruhi keduanya?

Share on:

Gangguan metabolisme atau gangguan metabolik ialah kondisi medis yang terjadi ketika proses metabolisme tubuh tidak berjalan sebagaimana semestinya.

Metabolisme berperan penting dalam mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berfungsi dengan baik. Namun, gangguan pada proses metabolisme dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan ringan hingga yang lebih serius.

Beberapa gangguan metabolisme yang paling umum di antaranya melibatkan cara tubuh menangani gula, lemak, dan protein, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas hidup jika tidak segera ditangani dengan tepat. Yuk, kenali beberapa gangguan metabolisme yang paling umum!

1. Sindrom metabolik

Sindrom metabolik merupakan sekelompok kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Sindrom ini ditandai dengan kelebihan lemak perut, tekanan darah tinggi, peningkatan kadar glukosa puasa, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.

Sindrom metabolik sayangnya semakin menjamur di tengah populasi dikarenakan peningkatan kasus kegemukan berkat konsumsi makanan tak seimbang serta perilaku kurang gerak atau monoton.

2. Diabetes tipe 2

Diabetes dibagi menjadi dua kategori utama, yakni diabetes tipe 1 serta tipe 2.

Diabetes tipe 2 menyumbang sekitar 90–95 persen dari semua kasus diabetes secara global, yang memengaruhi lebih dari 347 juta orang. Diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun, sedangkan diabetes tipe 2 adalah gangguan metabolisme yang memengaruhi cara tubuh memproses gula darah. Kondisi ini utamanya disebabkan oleh resistensi insulin dan dikaitkan dengan obesitas. Ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit kardiovaskular dan gagal ginjal, jika tidak ditangani dengan tepat.

3. Penyakit hati berlemak nonalkohol

Penyakit hati berlemak nonalkohol atau nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) ditandai dengan penumpukan lemak berlebih di hati yang tidak disebabkan oleh konsumsi alkohol.

Penyakit ini memengaruhi sekitar 25 persen populasi global dan terkait erat dengan obesitas dan sindrom metabolik.

NAFLD dapat berkembang menjadi steatohepatitis nonalkohol (NASH), yang dapat menyebabkan sirosis dan peningkatan mortalitas terkait hati.

4. Penyakit Gaucher

Penyakit Gaucher adalah kelainan genetik langka yang disebabkan oleh kekurangan enzim glukoserebrosidase. Ini selanjutnya memicu penumpukan lipid di berbagai organ, terutama limpa dan hati.

Tanda-tandanya bisa mencakup rasa lelah, gampang berdarah, serta pembengkakan area yang terserang.

5. Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah suatu kondisi genetik yang mengakibatkan penyerapan zat besi secara berlebihan dari asupan makanan, sehingga menimbulkan akumulasi zat besi di dalam tubuh.

Keadaan tersebut bisa menghancurkan organ-organ seperti liver, jantung, serta kelenjar getah empeda. Jika dibiarkan tanpa penanganan, hal itu mungkin akan menimbulkan gangguan diabetes, kelainan pada lever, dan issue kardiovaskular.

6. Fenilketonuria

Fenilketonuria merupakan suatu kondisi genetika yang ditandai dengan kegagalan tubuh dalam mengolah fenilalanin, yaitu asam amino yang terdapat pada berbagai jenis makanan tinggi protein.

Jika tidak diobati, fenilketonuria dapat menyebabkan cacat intelektual yang parah dan masalah neurologis lainnya.

Gejala fenilketonuria, meliputi:

  • Nafas dan urin memiliki bau yang tak menyenangkan.
  • Ruam kemerahan pada kulit.
  • Kejang.
  • Tremor atau gemetar.
  • Kulit, mata, serta rambut berubah menjadi lebih cerah.
  • Tumbuh kembang terhambat.
  • Kelainan perilaku dan emosional.
  • Kekuatan tulang rendah.
  • Ukurannya kepala yang lebih kecil daripada anak-anak lainnya.
  • Sering muntah.

Deteksi awal melalui pemeriksaan neonatus membuka kemungkinan penanganan nutrisi guna menghindari masalah kesehatan.

7. Gangguan mitokondria

Kelompok penyakit genetik ini mengganggu kinerja mitokondria, organella sel yang bertanggung jawab atas produksi energi, sehingga menimbulkan defisiensi energi di dalam sel.

Gejala-gejalanya bisa sangat beragam namun biasanya mencakup keluhan seputar otot yang lemah, gangguan neurologi, serta masalah pada sistem metabolisme contohnya diabetes.

Kerusakan pada mitokondria bisa berdampak kepada hampir semua sistem organ dalam tubuh akibat pengaruhnya terhadap proses metabolisme energi di tingkat selular.

Penyakit metabolik menjadi masalah kesehatan besar akibat peningkatan jumlah kasus serta risiko kesehatan yang timbul. Penting sekali untuk memahami situasi tersebut agar bisa mengimplementasikan taktik preventif dan manajerial yang akan membantu meningkatkan keadaan kesejahteraan pasien. Deteksi awal dan perubahan pola hidup adalah bagian vital dalam merespons dengan tepat penyakit ini.

Referensi

"Metabolic Disease." Britannica. Diakses pada Januari 2025.

Garus-Pakowska, A. (2023). "Penyakit Metabolik—Tantangan bagi Kesehatan Publik di Abad ke-21." Jurnal Internasional Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat , 20(18), 6789. https://doi.org/10.3390/ijerph20186789

Informasi Penting tentang Gangguan Metabolik. Medical News Today Diakses di bulan Januari tahun 2025.

"Metabolic Disorders Overview." Pfizer. Diakses pada Januari 2025.

"What Are Metabolic Disorders?" Verywell Health Diakses di bulan Januari tahun 2025.

Share on:

Diabetes adalah suatu keadaan jangka panjang di mana tubuh kesulitan menghasilkan atau menggunakan hormon insulin dengan baik, sehingga merangsangkan peningkatan gula darah hingga mencapai level sangat tinggi. Bila kenaikan gula darah tersebut bertahan selama periode tertentu, hal itu bisa menimbulkan dampak pada beberapa organ tubuh, seperti misalnya kaki.

Pada pasien diabetes, mereka mungkin mengalami penggelembungan atau pembesaran pada kaki Pembesaran ini bisa mengakibatkan nyeri dan menimbulkan keterbatasan dalam bergerak.

Ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan pembengkakan kaki pada pasien diabetes. Berikut di antaranya.

1. Neuropati

Diabetes yang tidak terkelola dengan baik bisa mengakibatkan kerusakan pada sistem saraf atau neuropati pada ekstremitas bawah. Degenerasi saraf akibat akumulasi sorbitol menyebabkan masalah sensasi kaki.

Ketika kaki mengalami hilangnya sensasi atau menjadi mati rasa, orang dengan diabetes mungkin kesulitan mendeteksi adanya luka ataupun cidera. Beberapa kondisi spesifik, seperti terkilir, fraktur, maupun infeksi, bisa memicu bengkak di bagian kaki.

2. Tingginya asupan gula

Tubuh pasien diabetes tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin Seperti seharusnya. Insulin merupakan hormon yang bertanggung jawab untuk mengubah glukosa menjadi sumber energi.

Kerusakan pada lapisan kapiler disebabkan oleh kelebihan gula di dalam tubuh. Kondisi buruk dari aliran darah seperti ini bisa mengarah pada pembengkakan kaki.

3. Tingginya asupan garam

Konsumsi garam berlebih dapat memperburuk kondisi bengkak pada kaki. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas harian yang disarankan untuk mengonsumsi garam adalah sekitar 2.000 mg natrium tiap individu per hari. Ini sama dengan kurang lebih satu sendok teh garam atau totalnya 5 gram bagi masing-masing individu dalam sehari.

Sodium pada garam berfungsi untuk menstabilkan konsentrasi fluida serta mempertahankan tingkat tekanan dan volum darah di dalam tubuh. Konsumsi garam secara berlebihan bisa membawa dampak dengan peningkatan jumlah sodium dalam tubuh. Hal ini akan mendorong naiknya tekanan darah, sehingga menghasilkan akumulasi cairan ekstra, yang kemudian membuat pembengkakan pada area kaki.

4. Masalah retensi air

Ketika kebutuhan cairan dalam tubuh tidak terpenuhi, maka bisa terjadi kondisi dehidrasi. Hal ini dapat mempengaruhi proses sirkulasi serta pengeluaran limbah dari sel-sel jaringan. Akibatnya, cairan mungkin menumpuk pada jaringan di area kaki sehingga menyebabkan bengkak.

Agar masalah tersebut teratasi, sebaiknya Anda menambah konsumsi cairan. Semakin banyak cairan yang diminum, semakin banyak juga volume urin yang dihasilkan dan dibuang.

5. Masalah aliran darah

Kadar gula darah yang tak terkendali bisa mengakibatkan pengerasan dan pembengkakan pada pembuluh arteri. . Ketika pembuluh arteri menebal, mereka akan menyempit dan kehilangan kelenturannya, sehingga bisa mempengaruhi sirkulasi darah menuju kaki.

Apabila aliran darah menuju kaki kurang optimal, zat cair dapat terakumulasi sehingga memicu bengkaknya area tersebut.

6. Bobot tubuh yang tak terkendali

Kelebihan berat badan merupakan salah satu pemicu untuk kondisi tersebut. diabetes tipe 2 Selain itu, adanya berat badan ekstra bisa memperbesar kemungkinan mengalami bengkak di kaki.

Obesitas membuat tubuh kesulitan mengatur kadar glukosa dalam darah. Hal ini kemudian menaikkan peluang terjadinya kerusakan pada pembuluh darah yang bisa memicu peredaran darah tidak baik serta bengkak.

Biasanya, dokter merekomendasikan agar seseorang menurunkan dan menjaga berat badannya di rentang yang sehat. Hal ini bisa membantu pengaturan diabetes serta mencegah bengkak pada kaki.

7. Masalah ginjal

Satu dari sekian komplikasi akibat diabetes yang tak terkendali ialah penyakit ginjal kronis Penyakit ginjal dapat mengganggu keseimbangan cairan dalam tubuh dan menyebabkan pembesaran pada bagian bawah badan.

Meskipun pembengkakan kaki banyak terjadi pada pasien diabetes, tetapi kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Pembengkakan di kaki perlu ditangani oleh dokter. Jadi, orang dengan diabetes harus benar-benar memperhatikan kondisi kakinya, apakah ada pembengkakan, luka, atau apa pun. Jika ada, segera hubungi dokter.

Referensi

Hubungan Antara Diabetes dan Kaki Bengkak: Apa yang Terjadi? Health Central. Diakses Januari 2025.

Mengapa Kaki Anda Bengkak karena Diabetes. Institut Horizon untuk Kaki dan Ankilosis . Diakses Januari 2025.

Apa yang direkomendasikan untuk asupan gula, garam, dan lemak setiap hari? Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses Januari 2025.

Bagaimana Diabetes Memengaruhi Kaki? Healthline . Diakses Januari 2025.

"Foot Complications." American Diabetes Association. Diakses Januari 2025.

Share on:
  • ← Previous post
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Advertorial
  • Agama
  • astrologers
  • astrology
  • Balikpapan
  • Banjar
  • Banjir
  • Bencana
  • blood sugar
  • blood sugar control
  • body weight
  • Budaya
  • business
  • Catatan Ismunandar
  • chronic conditions and diseases
  • Covi-19
  • diabetes
  • diet and nutrition
  • donations
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi
  • entertainment
  • exercise
  • exercise equipment
  • fitness
  • food and drink
  • government
  • Headline
  • health
  • health & fitness
  • health & fitness
  • health advice
  • health and exercise
  • health and healthcare economics
  • health benefits
  • health insurance
  • health risks
  • health tips
  • healthcare and medicine
  • healthcare industry
  • heart diseases
  • Hedline
  • Hiburan
  • Hikmah
  • horoscopes
  • Hukum
  • illness
  • incident
  • insurance
  • Internasional
  • Iptek
  • jobs and careers
  • Kalteng
  • Kaltim
  • Kasus
  • Keamanan
  • Kependudukan
  • Kesehatan
  • Kominfo
  • Komunitas
  • Kota
  • Kriminal
  • Kukar
  • Kuliner
  • Kursus
  • Kutim
  • lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • local news
  • Mahulu
  • medical conditions and diseases
  • medicine and healthcare
  • Medsos
  • metabolism
  • Motivasi
  • Nasional
  • news
  • Nusantara
  • Olah Raga
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Paser
  • Pejabat
  • Pembamgunan
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pemkot
  • Pendidikan
  • Perpustakaan
  • PKK
  • politics
  • politics and government
  • Politik
  • PPU
  • Prestasi
  • public health
  • Ramadhan
  • running and fitness
  • sagittarius
  • Samarinda
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosiail
  • Sosial
  • spirituality
  • sports
  • sports injuries
  • Tokoh
  • Video
  • Wanita
  • working out
latest posts
latest comments
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home