Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan

 


BALIKPAPAN, Swara Kaltim Perpustakaan sekolah mengoleksi buku-buku pelajaran sebagai bacaan untuk kepentingan pendidikan yang disusun menurut sistem tertentu yang ada di sekolah.

Selain itu, perpustakaan merupakan unit kerja berupa tempat pengumpulan, penyimpan dan memelihara koleksi pustaka, baik buku-¬buku ataupun bacaan lainnya yang diatur, dengan cara tertentu untuk memudahkan pembaca.

Staf perpustakaan SD Bhayangkari Balikpapan Yuda mengatakan, selain perpustakaan sekolah, di sekolahnya juga disediakan buku-buku bacaan di luar ruangan, begitu juga di setiap ruang kelas terdapat perpustakaan.

“Minat baca murid sangat tinggi dan yang paling diminati buku bacaan oleh murid di sini yakni buku buku atlas dan kamus tiga bahasa,” katanya kepada media ini beberapa waktu lalu.

Yuda menjelaskan, buku di perpustakaan boleh dipinjam dengan syarat mengisi buku daftar peminjaman buku. Jumlah buku yang ada di perpustakaan SD Bhayangkari Balikpapan sekitar 2.000 buku. “Kami berharap kedepan  generasi muda rajin membaca sehingga mempunyai pengetahuan yang luas dari buku yang di bacanya,” harap Yuda.(adv/sb/dho)

Share on:


SANGATTA, MEDIAIBUKOTA- Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kutai Timur memiliki 4 Unit Pelaksana Teknis ( UPT) yang terbagi di empat zona di 18 Kecamatan Se-Kutai Timur dengan tujuan untuk mendukung, memperlancar serta meningkatkan kualitas tiap-tiap perpustakaan di UPT Perpustakaan masing-masing zona.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kutai Timur Dr Ayub melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan H Akhmad Zais saat ditemui diruang kerjanya, menyebutkan 18 Kecamatan itu dibentuk 4 UPT Perpustakaan dan masing-masing membawa beberapa kecamatan.

“Jadi empat UPT itu masing-masing membawa kecamatan sesuai zona untuk memudahkan melakukan pendataan,” kata Akhmad Zais.

Disebutkan seperti UPT  Sangatta Utara itu membawahi Kecamatan Sangatta Utara sendiri, kemudian Sangatta Selatan, Kecamatan Teluk pandan, Kecamatan Rantau Pulung dan Kecamatan Bengalon.

“UPT Sangatta ini masuk zona 1 dengan lima kecamatan,”sebut Akhmad Zais.Kemudian UPT Muara Bengkal itu membawahi Kecamatan Muara Bengkal sendiri lalu Kecamatan Muara Ancalong, Kecamatan Long Masengat, kecamatan Batu Ampar serta Kecamatan Busang.

“Kalau UPT Muara Bengkal ini masuk di Zona 2 dengan 6 kecamatan,” ujarnya lagi.

Lalu lanjutnya lagi UPT Wahau membawahi Wahau sendiri, Kecamatan Telen, dan Kecamatan Kongbeng. Ini masuk zona 3.

Terakhir UPT Sangkulirang membawahi Kecamatan Sangkulirang, Kecamatan Kaubun Kecamatan Karangan, Kecamatan Sandaran atau disebut zona  4. (adv/lk/dho)

Share on:

 


SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA: Usai mengunjungi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Kamis (10/11/2022), rombongan wisata literasi Kaltim yang dipimpin Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim M Syafranuddin, Jumat (11/11) mengunjungi Perpustakaan Pemprov DKI di Jalan Cini Raya Jakarta.

Perpustakaan HB Jassin di Taman Ismail Marzuki (TIM)  Jakarta ini, dari luar tampak megah menambah kekaguman peserta wisata literasi yang berjumlah 40 orang diantaranya pemenang lomba Literasi Kaltim Tahun 2022.  Setiba gedung yang baru beroperasi bulan Juli 2022 ini, rombongan disuguhi pemandangan luar biasa. 



“Gedungnya megah sekali, cantik lagi,” sebut Adji Zahra Mahdiyyah - Pelajar MAN Berau.

Sebelum melakukan tour di Perpustakaan HB Jassin, rombongan diterima Ira – Pustakawan Perpustakaan HB Jassin. Hanya bertemu beberapa menit, Ira bersama pustakawan lainnya langsung mengajak warga Kaltim ini berkeliling, namun belum lama berada di ruang layanan, perhatian anggota rombongan sepertinya terpecah-pecah melihat koleksi dan kondisi ruangan yang tertata apik.

Namun dari beberapa ruangan yang dikunjungi, semua rombongan terkesima dengan ruang khusus difabel dimana mereka langsung dilayani  pegawai Perpustakaan HB Jassin yang juga mengalami gangguan penglihatan.

Meski demikian, kepada rombongan yang tidak saja pemenang lomba tetapi sejumlah pustakawan pada DPK Kaltim, Kabupaten dan Kota se Kaltim serta dua orang wartawan, dua petugas meski dalam keadaan penglihatan terbatas dengan ramah dan cekatan menjelaskan fungsi peralatan yang mereka fungsinya jika ada pengunjung berkebutuhan khusus.

“Sejumlah buku telah direkam dan dijadikan literatur bagi pengunjung berkebutuhan khusus,” terang Ira.

Perpustakaan milik Pemprov DKI Jakarta ini dipugar habis-habisan semasa kepemimpinan Anies Baswedan. Perpustakaan yang tampak menjulang tinggi ke langit ini, dijelaskan Ira kini menyimpan lebih 138 ribu judul buku termasuk karya sastrawan ternama diantaranya HB Jassin.

“Konsepnya, pengunjung dibuat nyaman selama berada di sini, lihat saja bagaimana pengunjung di sini saat melahap buku-buku mereka,” beber Ira  seraya memperlihatkan berbagai gaya pemusaka ketika sedang membaca buku pilihannya.(adv/Tim IT – Humas DPK/dho)



Share on:

  

 SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA: Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda terus berupaya meningkatkan standar perpustakaannya usai mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim beberapa waktu lalu.

Saat ini perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda mulai melaksanakan hasil dari Bimtek tersebut. Khususnya penerapan kartu untuk peminjaman buku, yang mulanya dilakukan secara manual, kini mulai beralih secara bertahap dengan menggunakan  aplikasi yang diajarkan oleh tim dari DPK Kaltim.

“Hasil Bimtek kemarin kita berharap dapat menerapkannya. Tapi karena kita juga masih baru, kita lakukan secara bertahap. Karena kita memang akan mengikuti akreditasi, jadi harus bisa menambah ilmu dan  wawasan dalam menggunakan aplikasi perpustakaan,” kata staf Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda Risky Ameliah, baru-baru ini.

Ia mengemukakan pula bahwa tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan sangat tinggi. Mereka tidak hanya membaca buku, tetapi juga aktif meminjam buku.

“Pengunjungnya untuk siswa yang aktif ini sehari bisa mencapai sekitar 10 sampai 20 orang siswa, mereka juga banyak yang meminjam buku,” terangnya.Untuk memenuhi kebutuhan buku-buku, Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda menyediakan koleksi sekitar 1.000 judul buku.

“Selain buku pelajaran, kita juga ada buku referensi, buku bacaan, cerpen, novel fiksi dan non fiksi,” ujarnya.

Sementara, teknis peminjaman buku sendiri, perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda memberikan kemudahan bagi siswanya. Pun dengan pengembalian buku yang melebihi batas waktu, hanya dikenakan sanksi yang sesuai dengan alasan yang menyebabkan terlambatnya buku dikembalikan.

“Kalau lambat lebih dari 3 hari, maka  akan kita kenakan sanksi, cuma kita lihat lagi kebijakannya masing-masing. Misalnya terlambat karena apa sakit, tapi kalau lupa, ada denda, cuma selama saya di sini belum pernah ada,” katanya.

Ia mengharapkan ke depan Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda akan semakin baik. Bukan hanya koleksi buku-bukunya saja, tetapi juga fasilitas, sarana dan prasarana penunjang harus bisa mendukung kembangnya perpustakaan.

“Harapan kami,  untuk bisa meningkatkan literasi, maka  kita harus melakukan perubahan dari buku-bukunya, juga perlengkapan yang masih banyak kurang,” tandas Risky mengakhiri.(adv/an/dho)


Share on:

   

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA: Antusias pemenang lomba Literasi Tahun 2022 melihat Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dan Perpustakaan Taman Ismail Marzuki (TIM) milik Pemprov Kaltim,tinggi. Saat menyaksikan audio visual yang disajikan Perpusnas, peserta wisata literasi tampak terpesona.

“Memang luar biasa, semua lengkap dan mengasyikan,” kata  Bramantyo – Pelajar SD 2 YPK Bontang, Kamis (10/11/2022)

Pemenang lomba bertutur ini mengungkapkan Perpusnas membuatnya tambah semangat untuk menggali literasi agar bisa menjadi duta Kaltim di Lomba Bertutur Nasional.

”Sayang belum ada lomba bertutur nasional,” kata Bram yang menjadi juara pertama di lomba literasi Kaltim bercerita tentang Suku Basab.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim M Syafranuddin yang mendampingi peserta Wisata Literasi Kaltim, berharap melalui wisata literasi wawasan peserta lomba semakin luas serta memotivasi peserta lainnya yang belum meraih prestasi lebih meningkatkan kemampuannya.

“Wisata literasi ini terus dilaksanakan, tujuannya memotivasi peserta untuk lebih menggali literasinya agar lebih luas wawasannya yang pada akhirnya berdampak peningkatan kualitas SDM Kaltim,” tandas Syafranuddin.

Dalam kunjungan ke Perpusnas RI yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta atau tepatnya dekat dengan Istana Wapres RI, rombongan wisata literasi Kaltim diterima Agus Sutoyo sebagai Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara.

Dalam pertemuan di ruang theater itu, Agus dengan detail menerangkan fungsi serta keberadaan Perpusnas sebagai perpustakaan tertinggi di dunia.

“Pengunjung diberikan kebebasan dan gratis untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, namun kesemuanya untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung,” ungkap Agus seraya menambahkan fungsi perpustakaan sudah mengalami perubahan signifikan.

Agus berharap Perpustakaan di Kaltim juga melakukan revitalisasi gedung dan sarananya agar pengunjung lebih nyaman dan betah selama berada di perpustakaan.

“Jadikan perpustakaan tempat wisata literasi yang menarik, namun akhirnya meningkatkan kualitas SDM anak bangsa,” pesannya sebelum peserta wisata melakukan kunjungan dari lantai ke lantai termasuk melihat Monas dari lantai 24 gedung Perpusnas.(adv/Tim Humas – IT DPK/dho)


 

Share on:

 

TANJUNG REDEB, MEDIAIBUKOTA- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau Yudha Budisantosa mengakui antusias kunjungan masyarakat ke perpustakaan memang mengalami penurunan.

“Kami akui tingkat kunjungan mengalami penurunan terlebih faktor pandemi sehingga harus menyesuaikan kondisi. Namun sekarang pelayanan sudah kembali seperti biasa, sehingga pihaknya terus berupaya untuk menggenjot kembali kunjungan ke perpustakaan,” ucap Yudha belum lama ini.

Berbagai upaya yang dilakukan ini agar bisa meningkatkan jumlah kunjungan tersebut. Karena bagaimanapun, lanjut Yudha minat baca merupakan salah satu upaya untuk mencerdaskan masyarakat.

"Kita terus upayakan peningkatan jumlah kunjungan dengan menyediakan fasilitas dan sarana prasarana yang nyaman bagi masyarakat," bebernya.

Pihaknya juga senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan zaman, terutama dengan memanfaatkan teknologi digital dalam pelayanan perpustakaan.

"Perpustakaan merubah diri. Artinya memfasilitasi juga yang sifatnya digital. Seperti pengelolaan yang sudah menggunakan ITE. Selain itu juga kami juga punya buku digital yang bisa diakses semua orang, kapan dan di manapun," jelasnya.

Selain di perkotaan, sebutnya upaya memajukan literasi juga menyasar ke perkampungan. Pihaknya sudah membina perpustakaan-perpustakaan di berbagai kampung.

"Dari 100 kampung yang ada, sebagian besar sudah memiliki perpustakaan. Itu terus kita kembangkan sampai nantinya semua kampung punya perpustakaan,” jelas Yudha.

Salah satu upayanya, dengan menggelar lomba perpustakaan antarkampung yang sudah rutin digelar setiap tahun.

“Supaya perpustakaan ini terus menyebar ke seluruh kampung, dan mereka semua berada di bawah binaan kami,” ujar Yudha.

Diungkapkan pula salah satu metode lainnya, seperti saat memperingati Bulan Kunjung Perpustakaan mereka telah melaksanakan Festival Literasi.

“Luar biasa antusias warga mengikuti berbagai rangkaian lomba dan aneka kegiatan di Festival Literasi. Kami juga merasa bangga mendapat dukungan luar biasa dari ibu Bupati Berau,” pungkas Yudha.(adv/bp/dho)

Share on:

 

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Tak sia-sia keberadaan Perpustakaan yang SMA Negeri 5 Samarinda yang merupakan sekolah tertua di Samarinda. Ini terbukti dengan aktifitas jelang usai pelaksanaan ujian semester. Dimana staf layanan perpustakaan SMA Negeri 5 Samarinda bertambah kesibukan, lantaran banyak siswa yang mengembalikan pinjaman buku.

“Kalau sudah habis semesteran, buku-buku itu kembali banyak sekali, seperti gunung buku di ruangan  perpustakaan  ini,” kata Hamdah – salah satu staf layanan perpustakaan SMA Negeri 5 Samarinda belum lama ini.

Ia mengatakan peminjaman buku di perpustakaan tersebut memang mengalami peningkatan ketika menjelang ujian semester, karena memang perpustakaan juga menyediakan koleksi buku-buku paket pelajaran sekolah. Sehingga di waktu itu, isi rak buku di perpustakaan nyaris kosong. Namun setelah ujian semester selesai, rak-rak buku kembali penuh.

“Seperti sekarang, ini sudah waktu peminjaman, jadi bersih semua buku di sini, biasanya rak buku-buku full buku,” ungkapnya.

Sementara, peminjaman buku di perpustakaan SMA Negeri 5 Samarinda sendiri, lanjutnya, wajib menjadi anggota perpustakaan dan ada batasan waktu peminjaman.

“Kalau dulu per minggu, kalau sekaran per semester untuk pengembalian buku. Sama juga buku-buku lain seperti cerpen, kami pinjamkan juga cuma ada batasnya seminggu. Kalau peminjaman lewat waktu, kami tidak kenakan denda, karena kami punya catatanya di buku peminjaman, yang penting buku itu kembali,” terangnya.

Kendati waktu pengembalian buku sangat dilonggarkan di Perpustakaan SMA Negeri 5 Samarinda, tetapi kata Hamdah, ada saja buku-buku yang tidak kembali setelah dipinjam. Alasannya pun beragam, mayoritas siswa tidak membawa buku tersebut pulang, melainkan diletakkan di dalam kelas.

“Ada juga buku yang dipinjam tidak kembali. Sebenarnya bukan tidak kembali, cuma kadang di taruh di kelas, malas bawa berat-berat dalam tas.  Nanti kalau waktu pengembalian dia cari dan kembali bukunya. Jadi sebenarnya minat baca siswa di sini sangat tinggi sekali, hanya saja itu masalahnya,” katanya.

Dia menambahkan, Perpustakaan SMA Negeri 5 Samarinda memiliki sebanyak 2.002 judul koleksi buku atau lebih dari 8.512 eksemplar buku. Tidak hanya menyediakan buku pelajaran, tetapi juga ada koleksi buku fiksi dan non fiksi.

“Pengadaan buku dari bendahara langsung, kalau untuk pertahun pengadaannya  2 kali, cuma kalau tahun ini baru sekali. Tapi  waktu masa COVID masih tetap pengadaan buku juga walaupun anak-anak libur,” tandasnya.(adv/an/dho)

Share on:


 *Rosana: Banyak Juga yang Belum Kembali


SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA-  Buku-buku novel menjadi kegemaran anak-anak muda, karena memiliki berbagai cerita menarik. Salah satu tempat yang banyak menyediakan koleksi berbagai judul novel adalah Perpustakaan Daerah Kaltim, yang ada di Jalan Ir Juanda Samarinda. Puluhan ribu judul novel berbagai pengarang mudah ditemukan di tempat ini.

Perpustakaan Daerah Kaltim memberikan layanan peminjaman buku-buku novel kepada Pemustaka. Namun tentunya ada ketentuan dan syarat yang harus dipatuhi. Diantaranya, menjadi anggota Perpustakaan Daerah Kaltim dan siap dikenakan sanksi jika pengembalian buku melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

“Kalau untuk melebihi waktu akan dikenakan sanksi Rp 1.000 per hari per buku,” terang Staf Layanan Koleksi Referensi DPK Kaltim Rosanna BR Sitepu.

Koleksi buku-buku novel milik Perpustakaan Daerah Kaltim yang dipinjam oleh Pemustaka, kata dia, sampai hari ini masih saja ada yang tidak kembali, ataupun peminjaman melebihi batas waktu yang diberikan.

“Untuk pengembalian buku novel banyak yang melebihi batas waktu dan banyak juga yang tidak kembali. Karena kebanyakan mereka itu adalah mahasiswa  Pemustakanya, terus mereka suka pindah-pindah,” bebernya.

Sebenarnya, lanjut Rosanna, dulu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim memiliki cara untuk mengantisipasi adanya buku-buku yang tidak dikembalikan oleh Pemustaka.

“Dulu kita ada kirim surat, sebelum jatuh tempo sudah dikirim surat. Sebelum pandemi ada yang namanya SMS member, yang mengingatkan sebelum jatuh tempo.  Dulu kita juga jemput bola, kalau sekarang tidak tahu lagi apakah tidak ada anggaran atau bagaimana,  itu ada BBM  juga, ditambah petugas kami makin lama makin sedikit, karena banyak yang pensiun tapi tidak ada yang menggantikan,” pungkasnya.(adv/an/dho)

Share on:

 

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Perpustakaan Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda terus berkembang, tidak lagi menggunakan sistem layanan manual, tapi juga dengan layanan digitalisasi.

Perpustakaan ini memiliki koleksi buku lebih dari 12.000 judul, mayoritas terkait program study (Prodi) Hukum, Ekonomi, Fisipol, Sospol, Pertanian, Kesehatan hingga koleksi judul buku fiksi, non fiksi dan novel.

Staf Unit Pengolahan Koleksi Perpustakaan Untag Samarinda Andi Ferawati Mappatunru menjelaskan,  jumlah koleksi judul buku yang ada di perpustakaan tersebut sebenarnya mencapai di atas 12.000 judul. Tetapi  banyak dari buku-buku yang sudah berumur, sehingga untuk tetap menjaga buku-buku tersebut dialih mediakan ke dalam bentuk digital.

Menurut dia, buku-buku yang dialih mediakan tersebut memiliki beberapa syarat. Diantaranya, selain menjadi buku langka, jumlah buku terbatas dan buku mengalami kerusakan.

“Untuk koleksi buku-buku yang lama itu sudah kita alih mediakan ke bentuk digital dan untuk koleksinya sudah banyak,” katanya belum lama ini.

Masih kata dia, selama ini Perpustakaan Untag Samarinda belum pernah melakukan pemusnahan koleksi buku-buku lamanya. Karena kata dia, buku-buku tersebut masih dicari oleh Pemustaka.

“Kalau untuk pemusnahan kita tidak akan musnahkan, karena buku lama pasti ada beberapa yang akan mencari, karena buku semakin lama semakin langka. Jadi kita lakukan perawatan berkala,” terangnya.

“Untuk perawatan buku, kita perbaiki kalau sekiranya rusak, caranya bermacam-macam tergantung tingkat kerusakannya juga.  Alhamdulillah kalau dimakan rayap tidak, karena kita selalu menjaga buku-buku di sini,” sambung Andi.

Sejak Perpustakaan Untag Samarinda menggunakan sistem layanan digitalisasi, Andi mengatakan, koleksi buku-buku lebih aman. Pengembalian buku yang dipinjam oleh Pemustaka selalu kembali tepat waktu.

“Selama kita menggunakan data digital ini semua buku kembali. Selain itu mahasiswa sendiri seperti sudah sadar diri, jadi rata-rata pengembalian tepat waktu. Memang  buku yang tidak kembali ada, selama dulu masih diberlakukan peminjaman bebas pinjam atau bebas pustaka, karena  kami belum menggunakan data digital yang belum terkonek dengan mahasiswa,” ungkapnya.

Walaupun sudah menggunakan layanan digitalisasi untuk keamanan buku, tapi Perpustakaan Untag Samarinda tetap menerapkan aturan sanksi denda kepada Pemustaka yang tidak mengembalikan buku melebihi batas waktu yang ditentukan, ataupun kondisi buku hilang.

“Peminjaman buku maksimal 3 buku selama seminggu dengan 3 kali perpanjangan. Jika melewati batas itu, maka dikenakan sanksi. Karena buku itu eksemplarnya tidak banyak, ditakutkan ada juga yang ingin meminjam.  Kalau misalnya mahasiswa ini menghilangkan buku itu, maka wajib mengganti dengan judul yang sama atau  biasanya mereka mengganti uang seharga buku atau mengganti dengan buku yang sekiranya kita butuhkan,” pungkasnya.(adv/don/an/dho)


Share on:

 


SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim HM Syafranuddin mengungkapkan, merujuk dari hasil kajian Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2021 tercatat, bahwa Indeks Kegemaran Membaca di Kaltim mencapai angka 62.22 persen dan masuk kategori cukup tinggi.

“Indeks Kegemaran Membaca ini berkaitan dengan aktivitas masyarakat dalam membaca buku dan memanfaatkan internet, untuk sebagai preferensi dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi dan bahan bacaan,” ujarnya di beberapa kali kesempatan acara perpustakaan.


Tapi dia juga mengingatkan bahwa  saat ini posisi Indeks  Pembangunan  Literasi Masyarakat (IPLM)  Kaltim   hanya tercatat 22.42 persen atau masih masuk dalam kategori rendah.

“Indeks Literasi ini berkaitan dengan komponen penyediaan sarana dan prasarana perpustakaan,” katanya.

Dengan keadaan ini, dia meminta dukungan kepada semua pihak untuk dapat bersama-sama meningkatkan kualitas penyelenggaraan perpustakaan di Kaltim, karena masih memerlukan perhatian serius.

HM Syafranuddin menyebut, jumlah  perpustakaan di Kaltim, diungkapnya dari 2.775 unit perpustakaan, tapi yang baru memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP) baru hanya mencapai 197 unit atau 7,21 %.

Untuk itu, kata dia, upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk meningkatkan standar perpustakaan di Kaltim tidak pernah berhenti.  Diantaranya dengan pemberian buku bacaan, pelatihan sumber daya manusia (SDM)  Perpustakaan, serta pembinaan.

“Kami bangga, sejumlah perusahaan juga ikut berpartisipasi membantu peningkatan SDM di bidang perpustakaan,” pungkasnya.(adv/Don/dho)

Share on:


 


SANGATA, MEDIAIBUKOTA-  Guna mewujudkan misi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kaltim untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan sadar tertib arsip di Kalimantan Timur, berbagai kegiatan dan inovasi telah dilakukan termasuk memberikan bantuan ribuan buku kepada perpustakaan yang ada di kabupaten dan kota, khususya perpustakaan kecamatan, kelurahan dan desa-desa.

Seperti disela puncak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Kutai Timur, yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Kutai Timur, Pusat Pemerintahan Bukit Pelangi, Rabu (12/10/2022) kemarin, DPK Kaltim memberikan bantuan ribuan buku untuk Perpustakaan Desa Swarga Bara Sangatta, Perpustakaan Desa Singa Geweh, Perpustakaan Kecamatan Muara Ancalong, Perpustakaan Kecamatan Sangkulirang.

Bantuan buku untuk taman Baca Lemba Lestari, serta bantuan dana untuk pembuatan arena Perpustakaan Desa Singa Geweh.

Kepala DPK Kaltim HM Syafranudin menjelaskan meningkatkan minat dan semangat membaca untuk pelajar dan masyarakat di desa-desa telah diserahkan puluhan ribu buku secara simbolis oleh Gubernur Kaltim kepada Bupati Kutim.

“Hari ini, untuk perpustakaan desa di Kabupaten Kutim, kita telah memberikan bantuan kurang lebih 4.500 buku, yang diserahkan secara simbolis Gubernur Kaltim kepada Bupati Kutim,” ungkap ivan.

Ivan menambahkan bantuan buku diberikan kepada Perpustakaan Desa Swarga Bara Sangatta Utara sebanyak 720 judul dengan jumlah 2.160 eksemplar.

Kemudian, Perpustakaan Desa Singa Geweh 720 judul sebanyak 2.160 eksemplar. Perpustakaan Kecamatan Muara Ancalong 100 eksemplar.

Perpustakaan Kecamatan Sangkulirang 400 eksemplar. Dan bantuan buku untuk Taman Baca Lemba Lestari 110 eksemplar. “Selain bantuan ribuan buku, kita juga membantu pembuatan arena Perpustakaan Desa Singa Geweh seluas 115 meter persegi senilai Rp200 juta. Termasuk bantuan pembuatan arena Perpustakaan Desa Sangatta Selatan seluas 115 meter persegi senilai Rp200 juta,” tandas Ivan.

Bantuan buku untuk perpustakaan desa, lanjut Ivan, menjadi program DPK Kaltim agar koleksi buku-buku perpustakaan bisa terus bertambah,, sehingga memotivasi para pelajar dan masyarakat untuk meningkatkan semangat dan minat membacanya.

“Upaya-upaya seperti ini terus kami lakukan setiap tahun, selain perpustakaan buku, kami juga melengkapi buku-buku taman baca atau pojok baca. Bantuan buku untuk perpustakaan desa, akan diberikan kepada perpustakaan di sepuluh kabupaten dan kota se Kaltim. Dan setiap ada permintaan buku, insyaallah kita siap membantu,” ungkapnya.

Selain penyerahan secara simbolis ribuan buku, DPK Kaltim juga menyerahkan Kartu Anggota Perpustakaan Provinsi Kaltim kepada Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD serta Sekdakab Kutai Timur. (Humas DPK Kaltim)

Share on:

 

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA – Sistem otomasi perpustakaan merupakan aplikasi atau penerapan teknologi informasi dan komunikasi pada perpustakaan secara keseluruhan maupun pada bidang-bidang tertentu saja yang dapat mengurangi partisipasi manusia dalam hal ini pustakawan maupun petugas pengelola perpustakaan dalam melakukan pekerjaan atau kegiatan sehari-hari perpustakaan.

Perpustakaan sekolah merupakan sebuah layanan yang disediakan oleh pihak sekolah guna menunjang aktivitas belajar dan mengajar dari Pendidikan tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Pengguna dari perpustakaan sekolah adalah warga sekolah yang berada dalam lingkungan sekolah seperti guru, staf dan siswa siswi.

Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda mengambil sebuah langkah inisiatif untuk mengelola Perpustakaannya  dengan sistem Otomasi Perpustakaan berbasis aplikasi Inlislite guna meningkatkan mutu layanan perpustakaan serta dalam kerangka mempersiapkan akreditasi perpustakaan sekolah.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltim sebagai instansi Pembina perpustakaan di tingkat daerah memfasilitasi untuk memberikan bimbingan teknis dan instalasi aplikasi Inlislite versi 3.2. Kegiatan Bimbingan teknis dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Kaltim dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 10 sampai 12 Oktober 2022 di Ruang Perpustakaaan SMP Negeri 5 Jl Ir Juanda  No.18 Samarinda.



Pada kegiatan tersebut hadir secara langsung memberikan materi dan praktek Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Kaltim adalah Yenniwati (Pustakawan)dan Rafi Ichsanul Iqbal (Pengelola IT Layanan Perpustakaan) yang diterima oleh Kepala Perpustakaan SMP N 5 Samarinda Ibu Suyana Didampingi pengelola perpustakaan Ibu Rahma beserta Ibu Hasbi dan Ibu Rizki. Memasuki hari ke dua Bimbingan teknis, tim telah merampungkan proses integrasi pemindahan data base siswa siswi SMP N 5 Samarinda menjadi anggota perpustakaan SMP N 5 Samarinda.

Lebih lanjut, pengelola perpustakaan SMPN 5 Samarinda juga memperoleh informasi tentang tata cara penginputan dan pengolahan Buku Bahan Pustaka mulai dari menentukan subjek dan nomor panggil berdasarkan klas DDC, proses sirkulasi peminjaman dan pengembalian, serta tata cara tentang pembuatan kartu anggota perpustakaan. (Humas DPK Kaltim)

https://dpkd.kaltimprov.go.id/2022/10/13/bimbingan-teknis-aplikasi-inlislite-di-perpustakaan-smp-5-samarinda/


Share on:

SANGATTA,MEDIAIBUKOTA- Sejak berdiri tahun 2007 Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ( DPK) Kutai Timur sampai sekarang ini memiliki 43.457 Koleksi buku dengan 9.508 Judul.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ( DPK) Kutai Timur Dr Ayub SE MSi mengatakan, dari data terakhir yang ada saat ini jumlah koleksi berjumlah 43.457 buku dan 9.508 judul.

“Dari data yang ada koleksi perpustakaan berdasarkan jenisnya, koleksi bahan pustaka antara yakni koleksi tercetak, koleksi buku teks, koleksi buku referens serta Koleksi deposit,” kata Ayub didampingi Sekretaris Rakhmat Rosadi, Hadiani Pustakawan Ahl.i Muda dan Mukhlis Pustakawan Ahli Muda di Kantor DPK, Jumat, (07/10/2022).

Ayub menjelaskan, hingga saat ini belum ada lagi penambahan buku, karena memang belum ada pengadaan buku-buku baru untuk menambah koleksi yang ada.

“Koleksi buku yang ada diperpustakaan dan kearsipan ( DPK) Kutai Timur saat ini merupakan pengadaan buku lama tahun 2015,” tegas Ayub.

Ayub merincikan, bahwa pengadaan buku-buku disini itu terakhir tahun 2015. Saat ini jumlah judul buku  tahun 2015 9.113 dengan jumlah buku koleksi 43.508 eksemplar, tahun 2016 judul buku sebanyak 9.113 dengan jumlah koleksi buku berjumlah 43.457 eksemplar.

Kemudian berlanjut pada tahun 2017 judul buku dan jumlah koleksi mash sama yakni judul buku sebanyak 9.113 dengan 43.457 eksamplar. Tahun 2018 tercatat ada perubahan judul buku yakni 9.508 namun koleksi tetap sama diangka 43.457 serta tahun 2019 masih tetap diangka 43.457 eksemplar dengan 9.508 jubul

“Bahkan sampai tahun ini pun belum ada penambahan pengadaan dari APBD Kutai Timur,” kata Ayub lagi.

Dijelaskan Ayub bahwa, dari jumlah koleksi terbitan berseri, antara lain  Koleksi majalah (populer dan ilmiah) Koleksi surat kabar (lokal dan nasional),Sedangkan untuk Koleksi terekam, antara lain, Koleksi kaset audio dan Koleksi CD/VCD/DVD.( adv/*liku/dho)

Share on:


SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Setiap tamu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim selalu mendapat cendramata khas Kaltim yakni Seraong atau Anjat. Kedua Cendramata yang dibuat pelaku UMKM di Kaltim ini, ternyata disukai tamu-tamu DPK bahkan ada yang meminta.

“Pak boleh nggak saya minta ini, bagus sekali, dari tadi saya melirik terus ke sana pak,” kata Kepala Pusat Arsip Nasional RI (ANRI)  Dr Sumitro ketika bertandang ke ruang kerja Kadis DPK M Syafranuddin, Kamis pekan lalu.

Seraong yang menjadi topi khas warga pedalaman Kaltim saat beraktifitas di luar rumah, sejak Juni lalu ketika Syafranuddin menempati ruang kerjanya sudah menjadi bagian dari hiasan ruang kerjanya.

Selain seraong, pria asli Kutai ini juga menyimpan sejumlah cobek dan centong dari kayu ulin, kesemua benda-benda khas Kaltim ini disediakan sebagai cendramata jika ada tamu dari luar Kaltim.

“Setiap pekan seraong yang kami sediakan sekitar dua puluh lima biji, sedangkan cobek atau centong kayu ulin stoknya terbatas karena pembuatannya juga terbatas,” beber pria yang kerap disapa Ivan ini.

Pria yang akrab menulis disejumlah media massa ini mengungkapkan ketertarikannya untuk menyediakan seraong, anjat, cobek dan centong khas Kaltim ini semata-mata ikut membangkitkan semangat pelaku UMKM sebagaimana diamanatkan Gubernur Kaltim Isran Noor.

“Kalau plakat atau kain batik sudah biasa, terlebih plakat namun jika seraong, anjat, cobek kayu ulin umumnya tamu saya suka bahkan mereka dengan bangga membawanya saat masuk pesawat,” beber Syafranuddin yang mengaku pernah melakukan liputan terkait pembuatan seraong.

Mengutip pengakuan sejumlah tamunya , Ivan menyebutkan gara-gara memakai seraong pemberian DPK Kaltim, seorang mereka pernah diminta seorang wisatawan yang sama-sama satu pesawat ke Jakarta, selain itu ketika dibawa ke kantor ada pegawai lain yang iri.

“Mereka ada yang pesan, jika ke Jakarta minta dibawakan,” ungkapnya seraya tersenyum melihat sejumlah seorang yang berada dalam ruang kerjanya.(adv/hmsdpk/dho)

Share on:


RIAU, MEDIAIBUKOTA- Permasalahan keterbatasan SDM, Sapras dan dukungan anggaran menjadi pembicaraan hangat  antara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim M Syafranuddin dengan Kadis PK Kepulauan Riau (Kepri), Herry Andrianto, Jumat pekan lalu.

Dalam kunjungan kerjanya ke DPK Kepulauan Riau di Tanjung Pinang, kedua pejabat yang sama-sama didampingi sejumlah pejabat lainnya, mengakui banyak pihak yang melihat tugas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan hanyalah mengurus dan melayani pengunjung semata. 

“Kalau didalami dan dilihat, sekarang ini fungsi perpustakaan dan kearsipan mengalami perkembangan jauh lebih modern hanya saja belum semua daerah siap dengan anggaran, sapras dan sumber daya manusianya,” ungkap kedua pria yang tampak sudah akrab meski baru kali pertama bertemu.

Di pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Herri itu, keduanya sama-sama mengungkapkan masing-masing program kerja termasuk rencana pembuatan diorama sejarah. Baik Herri maupun Ivan mengakui dengan diorama sejarah diharapkan generasi  muda bisa mengenal sejarahnya dan akan lebih mencintai bangsanya. 

“Alhamdulillah, Pemprov dan DPRD Kepulauan Riau sudah merespon, kalau kami sedang menyusun programnya seirama dengan penyiapan gedungnya,” ungkap Ivan.

Yang menarik pertemuan keduanya, keduanya sama-sama mengenalkan khas daerah seperti anjat dan amplang Kaltim yang menjadi cendramata, sementara dari Kepulauan Riau dikenalkan beragam kue khas mereka seperti kue lumpur surga, otak-otak ikan serta siput gongong. 

“Anjat adalah tas khas Dayak Kaltim, fungsinya beragam karena tergantung ukurannya kalau besar bisa untuk membawa hasil kebun,” sebut Syafranuddin yang saat bertandang ditemani Sekretaris Dinas PK, Deslan Nispayani.(adv/hmsdpk/dho)

Share on:

 

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Wacana untuk memfungsikan Hotel Atlet Sempaja sebagai pusat layanan perpustakaan daerah Kaltim sepertinya sulit terwujud. Pasalnya, Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim melalui Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Pengelolaan Prasarana Olahraga berencana akan memanfaatkan dan mengoperasikan kembali Hotel Atlet GOR Kadrie Oening Sempaja dengan jenis pemanfaatan  seperti semula, yakni Hotel Atlet.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim terkait usulan untuk penggunaan Hotel Atlet sebagai Perpustakaan Daerah Kaltim.

“Iya, kami sudah menerima surat dari BPKAD. Disampaikan intinya bahwa ada telaah yang merekomendasikan Hotel Atlet akan dimanfaatkan atau dioperasikan kembali oleh Dispora Kaltim sebagai fungsinya semula,” ujarnya baru-baru ini saat dikonfirmasi.

Padahal menurutnya, Hotel Atlet Sempaja sangat potensial jika difungsikan menjadi pusat layanan Perpustakaan Daerah.

Kendati demikian, dengan adanya surat dari BPKAD Kaltim tentunya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim tidak akan lagi berharap dapat menempati gedung tersebut.

“Kami akan memikirkan lagi, rencana apa lagi sebagai upaya untuk menyelamatkan semua dokumentasi arsip dan buku-buku yang ada di sini, ” kata Ivan sapaan akrabnya.

Seperti diketahui, letak gedung kantor Perpustakaan Daerah Kaltim yang berada di Jalan Juanda Samarinda kerap mengalami kebanjiran ketika hujan turun. Bahkan ketika banjir besar di akhir September 2022 lalu, ketinggian air mencapai setengah meter masuk ke dalam gedung dan merendam seluruh ruangan yang ada di lantai 1.

Sebenarnya dukungan pemindahan Kantor Perpustakaan Daerah Kaltim datang dari berbagai pihak, diantaranya dari anggota DPRD Kaltim di Karang Paci yang mendesak untuk Pemprov Kaltim menyediakan gedung baru yang lebih representatif. Sebagiannya mendukung untuk Dinas Perpustakaan Daerah Kaltim menggunakan Hotel Atlet Samarinda. Salah satunya adalah Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmed Reza Fachlevi.

“Bagus saja (pengalihfungsian Hotel Atlet Sempaja sebagai pusat layanan Perpustakaan Daerah Kaltim, red), kami dukung, karena kondisi yang sekarang seperti itu, jadi tidak efektif,” pungkas Reza.(adv/*an/dho)

Share on:

BALIKPAPAN, MEDIAIBUKOTA: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim terus meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak, tujuannya agar tercipta generasi Kaltim Emas yang siap dan mempunyai daya saing dengan warga luar Kaltim.

Sinergitas itu, diwujudkan dengan berbagai cara diantaranya mendukung kegiatan perpustakaan – perpustakaan yang ada. “Alhamdulillah, ribuan buku sudah dibagi-bagikan kepada sejumlah perpustakaan baik desa, kelurahan maupun sekolah,” ucap Kepala Dinas PK Kaltim M Syafranuddin di kantor DPK Balikpapan, Kamis (6/10/2022).

Disebutkan, pada tahun 2022 melalui anggaran murni APBD Kaltim tahun 2022 sesuai harapan Gubernur Kaltim Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi, disediakan 45.200 eksemplar buku yang akan dibagikan ke 20 desa dan kelurahan.

“Pembagian buku melalui APBD Tahun 2022 ini tujuannya mensukseskan Visi dan Misi Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi tepatnya pada misi pertama yakni meningkatkan kualitas SDM Kaltim,” sebut pria yang akrab disapa Ivan ini.

Selain buku yang diadakan melalui APBD murni TA 2022, instansinya juga membagikan ribuan buku lain yang selama ini diterima dari masyarakat dan sejumlah perusahaan. Buku-buku yang disalurkan, lanjutnya, adalah buku-buku yang sudah melalui seleksi di Bidang Deposit dan Koleksi.

Mantan Karo ADPIM Kaltim ini menambahkan buku-buku yang disalurkan ke perpustakaan masyarakat , sekolah atau desa termasuk yang didrikan peserta KKN, masih bagus. “Kami menerima sumbangan masyarakat dan perusahaan, jika koleksi yang ada sudah ada, maka buku tersebut kami salurkan ke perpustakaan lainnya sehingga tetap bermanfaat,” bebernya.(adv-dpk/dho)


Share on:

KERJASAMA: Penandatangan Kerjasama antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim dengan Ojek Muslimah Samarinda (OMS) terkait layanan antar dan jemput buku Perpustakaan Kaltim.

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Tanggal 5 Oktober 2022 menjadi tonggak sejarah bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  (DPK) Kaltim, pasalnya di hari bersejarah bagi TNI ini, sebuah dokumen kerjasama terkait peningkatan layanan kepada anggota Perpustakaan Kaltim ditanda-tangani.

“Kerjasama dengan Ojek Muslimah Samarinda merupakan lanjutan dari pertemuan sebulan lalu, dalam kerjasama ini Ojek Muslimah Samarinda yang kesemua anggota perempuan siap membantu DPK dalam mengantar serta menjemput buku yang dipinjam anggota perpustakaan,” terang Kepala Dinas PK Kaltim, M Syafranuddin di kantor DPK Kaltim, Rabu (5/10/2022).

Usai menandatangani naskah kerjasama yang terdiri 2 lembar itu, dijelaskan, dengan adanya layanan antarjemput ini nantinya anggota perpustakaan Kaltim bisa meminjam buku jika tidak bisa datang. “Anggota Perpustakaan Kaltim nantinya akan diminta mengirimkan data keanggotannya via WA, setelah itu petugas akan melakukan verifikasi keabsahannya, jika benar akan dipinjamkan buku yang diminta, namun jika tidak valid tentu akan ditolak. Sementara biaya pengiriman buku, menjadi tanggungan peminjam demikian untuk pengembalian,” terang pria yang akrab disapa Ivan ini.

Didampingi Kabid Layanan dan Otomasi, E Mustika Wati serta pustakawan lainnya, disebutkan layanan yang melibatkan Ojek Muslimah Samarinda (OMS) masih terbatas arealnya yakni sekitar Samarinda Kota.

Menurut Mustika, semua pengemudi OMS adalah perempuan yang suaminya menjadi korban  Covid 19. DPK, lanjut Eka, pasca Covid 19 diminta untuk membuka layanan hingga malam namun belum bisa karena beberapa sebab diantaranya terbatasnya SDM.

“Kerjasama dengan OMS ini, Insya Allah banyak manfaat yakni membantu pengemudi ojek dalam hal ekonomi sekaligus membantu kemudahan bagi anggota untuk mendapatkan buku,” ungkapnya seraya menambahkan layanan terus dikembangkan antara lain pengantaran surat bebas perpustakaan yang kerap diminta mahasiswa menjelang wisuda.

Naskah kerjasama DPK Kaltim dengan OMS ditanda-tangani Syafranuddin sebagai Kadis DPK dengan Ana – sebagai koordinator OMS. “Kami senang sekali OMS diajak kerjasama oleh DPK Kaltim, karena kami bisa ikut andil dalam pembangunan SDM Kaltim meski hanya sebagai tukang antar dan jemput buku, selain itu kerjasama ini memberi nilai penting bagi kami sebagai ojek wanita yang ikut membantu suami pasca Covid 19,” terang Ana.(adv-dpk/dho)


Share on:
  • ← Previous post
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Advertorial
  • Agama
  • astrologers
  • astrology
  • Balikpapan
  • Banjar
  • Banjir
  • Bencana
  • blood sugar
  • blood sugar control
  • body weight
  • Budaya
  • business
  • Catatan Ismunandar
  • chronic conditions and diseases
  • Covi-19
  • diabetes
  • diet and nutrition
  • donations
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi
  • entertainment
  • exercise
  • exercise equipment
  • fitness
  • food and drink
  • government
  • Headline
  • health
  • health & fitness
  • health & fitness
  • health advice
  • health and exercise
  • health and healthcare economics
  • health benefits
  • health insurance
  • health risks
  • health tips
  • healthcare and medicine
  • healthcare industry
  • heart diseases
  • Hedline
  • Hiburan
  • Hikmah
  • horoscopes
  • Hukum
  • illness
  • incident
  • insurance
  • Internasional
  • Iptek
  • jobs and careers
  • Kalteng
  • Kaltim
  • Kasus
  • Keamanan
  • Kependudukan
  • Kesehatan
  • Kominfo
  • Komunitas
  • Kota
  • Kriminal
  • Kukar
  • Kuliner
  • Kursus
  • Kutim
  • lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • local news
  • Mahulu
  • medical conditions and diseases
  • medicine and healthcare
  • Medsos
  • metabolism
  • Motivasi
  • Nasional
  • news
  • Nusantara
  • Olah Raga
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Paser
  • Pejabat
  • Pembamgunan
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pemkot
  • Pendidikan
  • Perpustakaan
  • PKK
  • politics
  • politics and government
  • Politik
  • PPU
  • Prestasi
  • public health
  • Ramadhan
  • running and fitness
  • sagittarius
  • Samarinda
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosiail
  • Sosial
  • spirituality
  • sports
  • sports injuries
  • Tokoh
  • Video
  • Wanita
  • working out
latest posts
latest comments
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home