Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

 


SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA: Usai mengunjungi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Kamis (10/11/2022), rombongan wisata literasi Kaltim yang dipimpin Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim M Syafranuddin, Jumat (11/11) mengunjungi Perpustakaan Pemprov DKI di Jalan Cini Raya Jakarta.

Perpustakaan HB Jassin di Taman Ismail Marzuki (TIM)  Jakarta ini, dari luar tampak megah menambah kekaguman peserta wisata literasi yang berjumlah 40 orang diantaranya pemenang lomba Literasi Kaltim Tahun 2022.  Setiba gedung yang baru beroperasi bulan Juli 2022 ini, rombongan disuguhi pemandangan luar biasa. 



“Gedungnya megah sekali, cantik lagi,” sebut Adji Zahra Mahdiyyah - Pelajar MAN Berau.

Sebelum melakukan tour di Perpustakaan HB Jassin, rombongan diterima Ira – Pustakawan Perpustakaan HB Jassin. Hanya bertemu beberapa menit, Ira bersama pustakawan lainnya langsung mengajak warga Kaltim ini berkeliling, namun belum lama berada di ruang layanan, perhatian anggota rombongan sepertinya terpecah-pecah melihat koleksi dan kondisi ruangan yang tertata apik.

Namun dari beberapa ruangan yang dikunjungi, semua rombongan terkesima dengan ruang khusus difabel dimana mereka langsung dilayani  pegawai Perpustakaan HB Jassin yang juga mengalami gangguan penglihatan.

Meski demikian, kepada rombongan yang tidak saja pemenang lomba tetapi sejumlah pustakawan pada DPK Kaltim, Kabupaten dan Kota se Kaltim serta dua orang wartawan, dua petugas meski dalam keadaan penglihatan terbatas dengan ramah dan cekatan menjelaskan fungsi peralatan yang mereka fungsinya jika ada pengunjung berkebutuhan khusus.

“Sejumlah buku telah direkam dan dijadikan literatur bagi pengunjung berkebutuhan khusus,” terang Ira.

Perpustakaan milik Pemprov DKI Jakarta ini dipugar habis-habisan semasa kepemimpinan Anies Baswedan. Perpustakaan yang tampak menjulang tinggi ke langit ini, dijelaskan Ira kini menyimpan lebih 138 ribu judul buku termasuk karya sastrawan ternama diantaranya HB Jassin.

“Konsepnya, pengunjung dibuat nyaman selama berada di sini, lihat saja bagaimana pengunjung di sini saat melahap buku-buku mereka,” beber Ira  seraya memperlihatkan berbagai gaya pemusaka ketika sedang membaca buku pilihannya.(adv/Tim IT – Humas DPK/dho)



Share on:

  

 SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA: Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda terus berupaya meningkatkan standar perpustakaannya usai mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim beberapa waktu lalu.

Saat ini perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda mulai melaksanakan hasil dari Bimtek tersebut. Khususnya penerapan kartu untuk peminjaman buku, yang mulanya dilakukan secara manual, kini mulai beralih secara bertahap dengan menggunakan  aplikasi yang diajarkan oleh tim dari DPK Kaltim.

“Hasil Bimtek kemarin kita berharap dapat menerapkannya. Tapi karena kita juga masih baru, kita lakukan secara bertahap. Karena kita memang akan mengikuti akreditasi, jadi harus bisa menambah ilmu dan  wawasan dalam menggunakan aplikasi perpustakaan,” kata staf Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda Risky Ameliah, baru-baru ini.

Ia mengemukakan pula bahwa tingkat kunjungan siswa ke perpustakaan sangat tinggi. Mereka tidak hanya membaca buku, tetapi juga aktif meminjam buku.

“Pengunjungnya untuk siswa yang aktif ini sehari bisa mencapai sekitar 10 sampai 20 orang siswa, mereka juga banyak yang meminjam buku,” terangnya.Untuk memenuhi kebutuhan buku-buku, Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda menyediakan koleksi sekitar 1.000 judul buku.

“Selain buku pelajaran, kita juga ada buku referensi, buku bacaan, cerpen, novel fiksi dan non fiksi,” ujarnya.

Sementara, teknis peminjaman buku sendiri, perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda memberikan kemudahan bagi siswanya. Pun dengan pengembalian buku yang melebihi batas waktu, hanya dikenakan sanksi yang sesuai dengan alasan yang menyebabkan terlambatnya buku dikembalikan.

“Kalau lambat lebih dari 3 hari, maka  akan kita kenakan sanksi, cuma kita lihat lagi kebijakannya masing-masing. Misalnya terlambat karena apa sakit, tapi kalau lupa, ada denda, cuma selama saya di sini belum pernah ada,” katanya.

Ia mengharapkan ke depan Perpustakaan SMP Negeri 5 Samarinda akan semakin baik. Bukan hanya koleksi buku-bukunya saja, tetapi juga fasilitas, sarana dan prasarana penunjang harus bisa mendukung kembangnya perpustakaan.

“Harapan kami,  untuk bisa meningkatkan literasi, maka  kita harus melakukan perubahan dari buku-bukunya, juga perlengkapan yang masih banyak kurang,” tandas Risky mengakhiri.(adv/an/dho)


Share on:

   

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA: Antusias pemenang lomba Literasi Tahun 2022 melihat Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI dan Perpustakaan Taman Ismail Marzuki (TIM) milik Pemprov Kaltim,tinggi. Saat menyaksikan audio visual yang disajikan Perpusnas, peserta wisata literasi tampak terpesona.

“Memang luar biasa, semua lengkap dan mengasyikan,” kata  Bramantyo – Pelajar SD 2 YPK Bontang, Kamis (10/11/2022)

Pemenang lomba bertutur ini mengungkapkan Perpusnas membuatnya tambah semangat untuk menggali literasi agar bisa menjadi duta Kaltim di Lomba Bertutur Nasional.

”Sayang belum ada lomba bertutur nasional,” kata Bram yang menjadi juara pertama di lomba literasi Kaltim bercerita tentang Suku Basab.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim M Syafranuddin yang mendampingi peserta Wisata Literasi Kaltim, berharap melalui wisata literasi wawasan peserta lomba semakin luas serta memotivasi peserta lainnya yang belum meraih prestasi lebih meningkatkan kemampuannya.

“Wisata literasi ini terus dilaksanakan, tujuannya memotivasi peserta untuk lebih menggali literasinya agar lebih luas wawasannya yang pada akhirnya berdampak peningkatan kualitas SDM Kaltim,” tandas Syafranuddin.

Dalam kunjungan ke Perpusnas RI yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta atau tepatnya dekat dengan Istana Wapres RI, rombongan wisata literasi Kaltim diterima Agus Sutoyo sebagai Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara.

Dalam pertemuan di ruang theater itu, Agus dengan detail menerangkan fungsi serta keberadaan Perpusnas sebagai perpustakaan tertinggi di dunia.

“Pengunjung diberikan kebebasan dan gratis untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, namun kesemuanya untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung,” ungkap Agus seraya menambahkan fungsi perpustakaan sudah mengalami perubahan signifikan.

Agus berharap Perpustakaan di Kaltim juga melakukan revitalisasi gedung dan sarananya agar pengunjung lebih nyaman dan betah selama berada di perpustakaan.

“Jadikan perpustakaan tempat wisata literasi yang menarik, namun akhirnya meningkatkan kualitas SDM anak bangsa,” pesannya sebelum peserta wisata melakukan kunjungan dari lantai ke lantai termasuk melihat Monas dari lantai 24 gedung Perpusnas.(adv/Tim Humas – IT DPK/dho)


 

Share on:

SAMARINDA:  Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) kecamatan Samarinda Ulu mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1444 H. Acara keagamaan ini diselenggarakan di gedung Kelompok Bermain (KB) Ceria Jl. M. Yamin No.4 Samarinda, Sabtu (15/10/2022) jam 09.00 wita sampai selesai. 


Peosesi perayaan peringatan lahirnya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam ini dimulai dengan pembacaan syair Maulid dan puji-pujian kepada Rasulullah seraya menunggu para undangan hadir ke gedung yang terletak di belakang Gedung PKK Kaltim tersebut. 

Setelah itu acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an yang dilantunkan oleh dua orang Qori dari SMK Negeri 2 Samarinda, sambutan dari ketua Himpaudi Samarinda Ulu Ibu Nurmah dan Ceramah Maulid oleh Ustadz Abdillah Syafei yang biasa disebut  "Guru Syafei".




Ketua panitia penyelenggara yang juga Ketua Himpaudi Samarinda Ulu, Nurmah mengajak para pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang hadir untuk bersama-sama meneladani Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam. 


Nurmah yang hadir bersama suaminya Joko, satu-satunya laki-laki yang menjadi Kepala Raudhatul Athfal (Paud Islam) ini menyatakan rasa terimakasihnya kepada keluarga Himpaudi Samarinda Ulu yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Terutama dengan kehadiran Ibu Heriyati yang merupakan ketua Himpaudi kota Samarinda. 

Selanjutnya ceramah maulid dan doa disampaikan oleh Ustadz Abdillah Syafei, S. Ag. Pejabat fungsional Pranata Humas ini berlatar belakang pendidikan agama dan berpengalaman selama 21 tahun menjadi pendidik (guru) agama di SMPN 29 Samarinda sebelum berpindah ke Dinas Kominfo. 


Pengurus MUI Kota Samarinda ini menyampaikan beberapa wasiat penting Nabi Muhammad SAW yang harus diikuti oleh umatnya bila ingin selamat di dunia dan akhirat. Menurut dia, dalam kitab Arbain An Nawawiyah terdapat hadits yang berisi tiga pesan penting Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam. Yang pertama adalah perintah agar kita selalu bertaqwa kepada Allah dimana saja kita berada. 


"Pengertian taqwa itu sederhana, yakni melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya," ujar Abdillah Syafei. 

Adapun pesan kedua tutur dia, agar kita selaku manusia yang pasti pernah berbuat salah serta dosa, mengganti keburukan kita itu dengan perbuatan yang baik. Karena kebaikan itulah yang diantaranya yang bisa menghapus kesalahan yang pernah dilakukan. 

Dan yang ketiga, Rasulullah berpesan agar kita beralhlak kepada sesama manusia dengan akhlak yang baik. Hal ini merupakan bagian yang sangat penting untuk diperhatikan. Karena ternyata Nabi tidak hanya memerintahkan kita untuk taat dengan hukum-hukum Allah, namun beliau juga memerintahkan agar kita membina hubungan baik kepada sesama manusia dengan menjaga akhlak yang baik. 

Sebagai pendidik dan budayawan, Guru Syafei yang seorang penulis serta ahli berpantun ini juga memmbocorkan trik sederhana namun praktis kepada para tenaga pendidik dan kependidikan PAUD tentang bagaimana trik membuat pantun dengan mudah dan cepat. Dia juga menawarkan kepada kalangan pendidikan untuk memberikan pelatihan gratis khusus dalam bidang berpantun dan kepenulisan. 

Berpantun ujar dia merupakan aplikasi akhlak yang baik dari budaya bertutur bangsa Indonesia yang sekarang mulai.banyak dihidupkan kembali. Oleh karena itu dengan pantun seorang ingin menyampaikan isi hatinya dengan cara yang indah dan menyebangkan. Ini adalah budaya yang sangat bagus dalam kehidupan bangsa kita. 

Kepada para guru PAUD, Guru Syafei menyampakkan apresiasinya. Dia mengatakan bahwa pekerjaan guru PAUD mendidik para balita bila dilakukan dengan niat yang benar untuk ibadah maka akan bisa menjadi sumber pahala jariyah yang terus mengalir sepanjang masa. 

Oleh sebab itu ujar Guru Syafei, hendaklah para guru PAUD menjalani profesi mereka dengan tulus ikhlas, karena profesi tersebut  merupakan profesi yang sangat mulia. Dia menyatakan sangat salut dengan ketabahan dan kesabaran para pendidik di PAUD dalam mendidik para Balia yanh tentunya tidak mudah. (UJE/MEDIAIBUKOTA)
Share on:

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) kota Samarinda mengadakan Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1444 H dan Ramah Tamah di Lingkungan Raudhatul Athfal Jum'at (07/10/2022). 



Kegiatan yang diselenggarakan di aula Kementerian Agama Kota Samarinda ini selain dihadiri oleh para Kepala Raudhatul Athfal juga dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama kota Samarinda Dr. H. Baequni, M.Pd, Kasubag Tata Usaha Rahmi, Kasubag Pendidikan Madrasah Junaidi, para pengawas dan beberapa pejabat di lingkungan Kementerian Agama Kota Samarinda. 



Menurut Ketua Panitia yang juga Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal, Karmila Jaya Wardani, S.Pd, ada 35 Kepala Raudhatul Athfal yang hadir dalam kegiatan ini diantara 39 Raudhatul Athfal yang ada di kota Samarinda. 

"Yang 4 lagi, Raudhatul Athfalnya sudh tidak aktif," ujar Karmila saat menyampaikan laporannya. 


Sementara itu Kepala Kementerian Agama Kota Samarinda H. Baequni sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh IGRA ini. Menurut dia, peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh para Kepala Raudhatul Athfal ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di lingkungan Kementerian Agama kota Samarinda pada bulan maulid tahun ini. 

Dalam kesempatan ini Baequni meminta maaf setelah memberikan sambutan tidak dapat mengikuti acara hingga selesai karena harus mengikuti acara lain bersamaa Wali Kota Samarinda. Dia berharap seusai acara dengan Wali Kota dapat kembali ke Aula Kementerian agama untuk melanjutkan kegiatan Ramah Tamah bersama para Kepala RA ini.



Ceramah Maulid IGRA kali ini disampaikan oleh Ustadz Abdillah Syafei, S.Ag dari Dinas Kominfo kota Samarinda. Ia merupakan mantan Guru Pendidikan Agama Islam yang saat ini masih aktif berdakwah dan menjadi Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Samarinda serta Pembina Forum Persaudaraan Muslim Kalimantan Timur (FPMK).

Dalam siraman rohaninya Abdillah lebih banyak memberikan motivasi kepada para Kepala dan Guru Raudhatul Athfal untuk selalu bersemangat dalam memberikan pendidikan yang Islami kepada generasi umat.

"Saya ini mantan guru, 21 tahun saya mengajar. Namun saya sangat mengagumi perjuangan para guru yang mendidik anak-anak prasekolah termasuk Raudhatul Athfal ini," ujar Abdillah dalam ceramahnya. 

Menurut mantan guru SMPN 29 Samarinda ini, guru Raudhatul Athfal (RA) merupakan para pendidik yang memiliki keistimewaan karena mengajar anak-anak yang masih sangat belia dan masih sangat sulit untuk diarahkan. Butuh kesabaran yang luar biasa untuk bisa menjadi guru RA. Selain itu pendidikan agama yang menjadi ciri utama RA adalah imu yang sangat penting yang menjadikan RA lebih istimewa lagi.

"Yang penting ibu-ibu sekalian harus sabar dan menanamkan keikhlasan yang tinggi agar semua pengorbanan mendidik anak-anak orang tersebut menjadi amal yang tidak terputus pahalanya," ujar Abdillah Syafei. 

Sebagai mantan guru yang masih memilii jiwa pendidik, Abdillah Syafei mengajak para guru yang hadir untuk terus meningkatkan kualitas diri termasuk dengan rajin-rajin menambah ilmu dan wawasan guna membekali diri dalam mengimbangi perkembangan jaman. 

Seusai peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dilanjutkan dengan acara ramah tamah antara para Kepala Raudhatul Athfal dengan Para pengawas yang baru dilantik serta beberapa pejabat terkait di lingkungan Kementerian Agama Kota Samarinda. (MAF-MIK)
Share on:

Memiliki peran sebagai guru tidaklah mudah karena guru memberikan dedikasi terhadap tanggung jawab, kesetiaan, energi, serta pengabdian yang tulus dan ikhlas. Guru sebagai abdi negara dituntut untuk menjadi panutan dan teladan, memberi contoh yang baik di masyarakat, memberikan pengertian, dan arahan dalam membimbing siswa. Bahkan seorang guru dalam hidupnya harus selalu melakukan yang terbaik. 

Profesi menjadi guru harus siap mengabdi terutama mengabdi demi berkembangnya ilmu pengetahuan dan demi anak-anak bangsa. Pengabdian dapat diartikan bahwa seorang guru harus memiliki ketulusan, kesungguhan, dan kecakapan sehingga dapat melaksanakan tugas-tugasnya secara profesional. Selain itu, seorang guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. 

Pengabdian seorang guru terkadang harus diikuti dengan pengorbanan. Tak jarang guru yang mengabdi di tempat-tempat terpencil, di pegunungan, di pulau-pulau kecil, hingga di antara masyarakat yang masih terasing dari peradaban modern. Tidak sedikit pula guru mengabdi di daerah rawan konflik yang dapat membahayakan keselamatan jiwanya dan keluarganya. Demi pengabdian, banyak guru terpisah jauh dari keluarga karena harus tinggal di daerah. 

Guru yang memiliki rasa pengabdian tulus di dalam dirinya, maka dia memiliki modal terbesar menjadi guru yang kompeten dan profesional. Guru profesioanal memiliki empat bidang kompetensi yaitu :

1. Kompetensi Pedagogik meliputi kompetensi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. 

2.  Kompetensi Kepribadian meliputi kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian dewasa, stabil, bijaksana, berwibawa, berakhlak mulia, dan menjadi teladan bagi peserta didik.

3.  Kompetensi Sosial yaitu kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik dan tenaga kependidikan serta masyarakat sekitar.

4. Kompetensi Profesional yaitu kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah, substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuan.

Guru yang Berprestasi

Prestasi adalah sesuatu yang membanggakan bagi semua orang. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang pasti ingin meraih prestasi sesuai bidangnya. Tidak hanya siswa yang harus berprestasi, guru pun harus menanamkan dalam diri bahwa membangkitkan semangat untuk terus berkarya dan berprestasi itu penting. 

Guru berprestasi merupakan salah satu bentuk apresiasi dari pemerintah untuk para guru di Indonesia. Apresiasi diberikan kepada guru yang mempunyai kelebihan atau keunggulan baik dalam membimbing siswa maupun keunggulan diri sebagai guru yang memenangkan berbagai perlombaan. Diadakan pemilihan guru berprestasi adalah sebagai ajang untuk “bersaing” secara sehat dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mengajar yang selama ini telah dilaksanakan sesuai dengan bidang studinya.

Pencapaian sebagai “Guru Berprestasi” adalah salah satu bentuk aktualisasi diri dalam kaitannya sebagai guru profesional. Kemampuan memenuhi kebutuhan aktualisasi diri akan mendatangkan rasa kebanggaan dan kebahagiaan yang sepantasanya diterima guru.

Aktualiasasi diri seorang guru profesional sebagai guru berprestasi akan tampak dalam perilakunya yang selalu bersyukur, terbuka berhubungan dengan orang lain, bersikap demokratis, kreatif, dan inovatif.

Untuk mendapatkan penghargaan sebagai guru berprestasi tidak dapat diraih secara instan. Perlu proses yang panjang dan disiapkan sejak lama. Guru harus memiliki inovasi dan kreativitas sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Selain itu sebaiknya guru memilki kemampuan membuat media pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan mudah dipahami siswa serta melibatkan siswa dalam media pembelajaran tersebut.

Pemilihan guru berprestasi sangat berbeda dengan kompetisi guru lainnya karena proses seleksi yang berjenjang dengan berbagai persyaratan cukup banyak sehingga membuat pemilihan guru berprestasi menjadi kompetisi bergengsi. Adanya upaya maksimal seorang guru dalam menciptakan inovasi, kreasi, dan menjadi inspirasi layak mendapatkan apresiasi tinggi. Salah satu bentuk apresiasi yang diberikan adalah adanya penganugerahan guru berprestasi yang tentunya memiliki kinerja dan kompentensi pedagogik, kepribadian, sosial, serta profesional.
 
Trik untuk Menjadi Guru Berprestasi

Seleksi guru berprestasi dilakukan secara berjenjang dan berkala, artinya diadakan setiap satu tahun sekali mulai dari tingkat satuan pendidikan yaitu sekolah kemudian menuju tingkat kecamatan, selanjutnya tingkat kabupaten/kota, beranjak ke provinsi, dan berakhir ke tingkat nasional. Berikut akan disajikan trik untuk mengikuti seleksi guru berprestasi :

1. Mempersiapkan dokumen portofolio secara lengkap dan rapi.

Dokumen yang disiapkan adalah ijazah dalam komponen riwayat pendidikan, sertifikat diklat, karya tulis (berupa artikel populer, artikel ilmiah, diktat, modul, buku, dan lainnya), bukti penelitian, media pembelajaran, SK tugas tambahan, SK membimbing siswa lomba, piagam penghargaan, kegiatan forum ilmiah, dan SK pengurus organisasi sosial. Semua dokumen yang sudah dilegalisasi oleh kepala sekolah dijilid menjadi satu dengan rapi. Diusahakan semua komponen yang diminta dipenuhi kecuali jika benar-benar tidak ada.

2. Menyusun karya tulis Best Practice sesuai dengan tema yang telah ditentukan.

Best Practice adalah karya tulis yang berisi pengalaman terbaik guru selama proses pembelajaran. Pengalaman terbaik yang disusun sebaiknya dibuktikan dengan hasil belajar siswa yang meningkat dan menghasilkan produk atau karya siswa. Selanjutnya Best Practice disusun sesuai dengan sistematika yang telah ditentukan dan dilampirkan bukti kegiatan belajar, hasil belajar siswa, LKPD, instrumen, serta karya siswa.

3. Menyiapkan tes tertulis dengan banyak membaca materi.

Materi yang diujikan pada saat tes tertulis adalah materi kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan wawasan tentang pendidikan.

4. Menyiapkan tes wawancara 

Sebelum mengikuti tes wawancara sebaiknya menyiapkan portofolio yang telah disusun karena pertanyaan wawancara ada hubungan dengan portofolio, datang tepat waktu, berpenampilan rapi, duduk dengan tegak, menjawab pertanyaan dewan juri dengan lancar, bersikap sopan, memperhatikan body language, dan memberikan kesan yang positif. Perasaan gugup dan cemas akan berkurang jika guru mempersiapkan diri terlebih dahulu. 

5. Menyiapkan presentasi karya tulis.

Pada tahap presentasi perlu disiapkan secara maksimal untuk memukau dewan juri.  Slide presentasi harus jelas dan menarik, penampilan harus meyakinkan dewan juri, penguasaan materi presentasi yang mendalam sangat wajib, dan penguasaan bahasa asing menjadi nilai tambah.

Jadi untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka guru harus benar-benar fokus dan harus menyiapkan segalanya secara matang. Memanfaatkan waktu yang ada dengan disiplin adalah sebuah kunci keberhasilan. Dengan terus belajar dan berkarya mulai dari hal kecil dan sederhana, jika dilakukan secara konsisten maka akan membuahkan hasil yang luar biasa. 

Ayo Bapak dan Ibu Guru yang memiliki impian sebagai guru berprestasi maka siapkan “amunisinya” sejak sekarang. Rajin menulis buku, artikel jurnal, artikel populer, karya inovasi, karya tulis ilmiah, diktat, modul, dan PTK akan memudahkan guru untuk mencapai kebanggan menjadi guru berprestasi.

Share on:

 

 
MEDIAIBUKOTA: Pada tanggal 9 September 2022 TIM PKM-KC Institut Teknologi Kalimantan mengunjungi puskesmas Karang joang, Kec. Balikpapan Utara. Mereka mensosialisasikan Hasil Inovasi Mereka kepada tenaga ahli gizi pada Puskesmas Karang Joang.

Tim PKM - KC dari Institut Teknologi Kalimantan beranggotakan lima orang mahasiswa dari program studi Teknik Elektro dan Informatika membuat alat antropometri digital dengan sensor suhu berbasis internet of things sebagai Alat pengukuran status gizi pada pasien imobilitas. alat ini diberi nama ALTHEA yang dibuat oleh Muhammad Luthfy Pratama, Muhammad Ibnu Habbil Sunarno,Muhammad Wahyu Ichsan Andrie Andika Sinukaban dan dengan dosen pembimbing Sena Sukmananda Ahmad Rusdianto Andarina Syakbani Suprapto, S.T, M.T.

Alat ALTHEA ini menggunakan variabel pengukuran dari lingkar lengan, panjang ulna, dan suhu tubuh untuk mendapatkan hasil dari pengukuran status gizi dan energi ekspenditur pada pasien imobilitas, kemudian data yang telah didapatkan dari hasil perhitungan akan dikirimkan ke website melalui barcode pada aplikasi ALTHEA pada smartphone.

Menurut Luthfy alat ini dapat membantu perawat dan ahli gizi dalam mengukur gizi dari pasien yang imobilitas “Alat ini diharapkan dapat memudahkan para perawat dan ahli gizi untuk mengetahui status gizi dan energi yang dibutuhkan pasien yang tidak dapat berdiri atau berjalan” kata luthfy, Senin (09/09/2022).

Pada hasil sosialisasi pada puskesmas karang joang alat althea digunakan langsung oleh tenaga ahli gizi pada pasien ibu hamil. Heksa Agung Darojat selaku pelaksana gizi puskesmas karang joang sangat tertarik pada alat yang telah dibuat.

“alat ini memuaskan, sangat beragam dan efektif. Working properly, meskipun masih prototype tetapii berfungsi sesuai dengan parameter yang diharapkan.” kata Heksa Agung, Senin (09/09/2022).

Dan pada tanggal 20 September 2022 TIM PKM-KC Institut Teknologi Kalimantan juga mengunjungi Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Disana juga menggunakan langsung alat pada pasien yang tidak dapat berdiri pada kursi roda.

Nyonya S Tidak dapat berdiri dikarenakan memiliki penyakit gula sehingga alat ini mampu untuk mengukur estimasi berat badan dan tinggi badan untuk mendapatkan nilai status gizi dan kebutuhan energi yang dibutuhkan.

Menurut Nolis Galih sebagai perawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan “alat ini Cukup baik, memuaskan, dan efektif. 9 dari 10 puas dengan alat ini” kata Nolis Galih, Senin (20/09/2022). (****)



Share on:

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Para Kepala dan Guru UKS Madrasah se-Samarinda mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Usaha Kesehatan Sekolah dan Pengisian Raport Kesehatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Samarinda bekerjasama dengan CV. Cerdas Gemilang Samarinda, Senin (26/09/2022).


Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Wali Kpta Samarinda Dr.H. Rusmadi ini diadakan Hotel Royal Park Jl. Sentosa (Gaharu Room Lt. I), Jl. Sentosa No. 1, Sungai Pinang Dalam, Kec. Sungai Pinang. Diikuti oleh Kepala Madrasah, Guru UKS dan Pengawas  Madrasah se-Samarinda. 


Menurut Ketua Penyelenggara Kegiatan Junaidi Noor, peserta yang mengikuti kegiatan dari Raudhatul Athfal (RA) ada sebanyak 36 orang, Madarasah Ibtidaiyah 58 orang, Madrasah Tsanawiyah 76 orang, dan Madrasah Aliyah 30 orang, masing-masing terdiri dari Kepala Sekolah atau Pembina UKS. Ditambah dengan perwakilan SD swasta dan para pengawas yang ada di lingkungan kota Samarinda. 


Wakil Wali Kota Samarinda menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kegiatan yang dipandangnya sangat bagus ini. Apalagi hal ini diikuti oleh para kepala Madrasah yang merupakan lembaga pendidikan agama dimana dalam agama kebersihan itu dikatakan sebagaai bagian dari iman.


Sementara itu Kepala Kementerian Agama Kota Samarinda, Dr.H. Baequni menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi yang datang bersama sang istri sebagai Ketua Tim Pembina (TP) UKS/M se-Kota Samarinda. Hal ini menurut dia merupakan hal yang luat biasa. (DIL/MIK)

Share on:

Oleh: Pontjowulan H.I.A., M.Pd.

Pembelajaran menyenangkan merupakan kegiatan belajar mengajar yang dapat menarik perhatian siswa dengan berbagai penerapan metode sehingga saat pembelajaran berlangsung siswa tidak merasa bosan. Suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berkesan akan menarik minat siswa untuk terlibat secara aktif sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal.

Dalam proses belajar mengajar akan lebih efektif jika dilakukan dalam situasi yang menyenangkan, baik bagi siswa maupun guru. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Apabila guru mengajar dengan cara menyenangkan siswa pun menjadi ikut senang. Dan kalau siswa sudah merasa senang maka semangat belajar menjadi tinggi sehingga guru merasa puas karena pembelajaran berhasil.

Upaya Pembelajaran Menyenangkan

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mempunyai peran penting dalam mewujudkan suasana pembelajaran agar siswa secara aktif dapat mengembangkan potensi untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan. Sekolah diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan aspek intelektual semata namun aspek spiritual dan emosional juga menjadi kunci suskses dalam pendidikan karakter. Sekolah yang merupakan tempat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan, haruslah mengutamakan kesenangan dan kegembiraan.

Faktanya pendidikan saat ini seringkali menimbulkan tekanan bagi siswa, guru, dan orang tua karena cenderung lebih mementingkan hasil akhir nilai berupa angka. Guru dan siswa lebih fokus tentang cara untuk mendapat nilai yang bagus sehingga aspek sikap dan keterampilan kurang mendapat perhatian. Kondisi tersebut sebaiknya tidak dibiarkan dan diperlukan konsep yang mampu menjawab tantangan zaman, salah satunya dengan menciptakan ekosistem pendidikan yang ramah dan menyenangkan.

Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) menciptakan budaya belajar yang kritis, kreatif, mandiri, dan menyenangkan di sekolah. Gerakan ini berupaya membangun kesadaran guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan  pendidikan dalam merancang sekolah sebagai tempat yang menyenangkan untuk belajar. GSM diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membangun lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan efektif.

Metode Jas dalam Pembelajaran

Metode pembelajaran JAS (Jelajah Alam Sekitar) dalam implementasinya menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan. Ini merupakan  salah satu komponen dari PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan). Metode JAS (Jelajah Alam Sekiar) memberikan ruang gerak dan kesempatan pada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan yang relevan sehingga memungkinkan siswa merekonstruksi kembali pemahaman koseptualnya.

Pembelajaran dengan metode JAS (Jelajah Alam Sekitar) membuat siswa memperoleh pengalaman langsung yang memungkinkan siswa menjadi lebih memahami masalah yang dipelajari dan dapat membuat siswa senang serta tidak bosan daripada belajar dalam ruang kelas. Metode JAS (Jelajah Alam Sekitar) menekankan pada proses pembelajaran yang dikaitkan dengan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa dengan dunia nyata sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir yang beragam, siswa juga dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkannya dengan masalah kehidupan nyata. Dengan demikian dalam proses pembelajaran siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan secara instan dari guru atau buku melainkan kegiatan nyata dari lingkungan sekitar kehidupan siswa.

Berikut akan disajikan langkah-langkah pembelajaran dengan metode JAS (Jelajah Alam Sekitar) sebagai berikut :

(1) Guru menyiapkan materi/bahan ajar yang akan diberikan untuk siswa;

(2) Guru memberikan materi secara singkat;

(3) Guru membentuk kelompok-kelompok yang anggotanya 4 sampai 5 siswa pada setiap kelompok;

(4) Guru membimbing siswa dalam melakukan pengamatan atau observasi di lingkungan sekitar;

(5) Setiap kelompok mengerjakan tugas dari guru berupa lembar kerja yang    sudah dirancang sebelumnya dan guru memberi bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkannya;

(6) Setiap kelompok melaporkan hasil pengamatannya dengan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya;

(7) Apabila ada waktu guru memberikan tes untuk siswa secara individu;

(8) Menjelang akhir pembelajaran guru memberikan pendalaman materi secara klasikal.

Belajar dengan mengajak siswa menjelajah lingkungan sekitar dapat memberikan banyak kelebihan atau keuntungan yaitu :

a. Kegiatan belajar akan lebih menarik dan tidak membosankan siswa sehingga membuat siswa akan lebih termotivasi;

b. Siswa dapat langsung mendengar, melihat, meraba, dan mencium objek yang sedang dipelajari secara alami dan nyata sehingga dapat meyakinkan hasilnya;

c. Bahan-bahan yang akan dipelajari lebih banyak dan faktual serta kebenarannya lebih akurat;

d. Siswa lebih aktif  karena dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengamati dan mendemonstrasikan.

e. Menjadikan banyak sumber belajar karena lingkungan yang dipelajari sangat beragam.

f. Siswa dapat memahami dan mengahayati aspek-aspek kehidupan secara langsung yang ada di lingkungan sekitarnya sehingga dapat membangkitkan minat ingin tahu.  

Dengan demikian siswa melewati proses belajar sangat baik karena terlibat langsung dalam pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh lebih bermakna karena ditemukan sendiri  sehingga kemauan belajar menjadi lebih tinggi. Dalam pembelajaran terjadi eksplorasi, kontruktivisme pengetahuan, proses sains, dan masyarakat belajar.

Metode JAS (Jelajah Alam Sekitar) layak digunakan untuk seluruh mata pelajaran. Guru mengarahkan lingkungan yang  akan dijelajah yaitu lingkungan fisik, sosial, budaya, dan teknologi yang berada di sekitar siswa. Eksplorasi merupakan salah satu cara memanfaatkan lingkungan sekitar siswa sebagai sumber belajar. Namun demikian eksplorasi yang dilakukan siswa harus diikuti dengan kegiatan pembelajaran yang berkesinambungan agar efektif dan efisien.

Dalam diri siswa terjadi kerja sama yang harmonis, disiplin, bekerja menurut minat dan kemampuan, serta menciptakan suasana belajar demokratis. Guru dapat melihat aktivitas yang tinggi pada siswa, inilah desain belajar bermakna yang sesungguhnya. Sebuah totalitas profesional pendidik untuk anak didiknya. Bapak dan Ibu Guru, mungkin kita tidak adil jika  selama ini mengajar berkutat di dalam kelas saja yang membuat siswa bosan. Oleh karena itu JAS adalah salah satu metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.


Share on:

 

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Samarinda menggelar Diskusi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema "Membuat Konten Bermanfaat Untuk Spandaku" di aula sekolah ini, Selasa (20/09/2022). Acara menghadirkan dua orang narasumber yakni, Abdillah Syafei dari Dinas Komunikaswi dan Informatika kota Samarinda dan ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Endro S Efendi.

Menurut ketua penyelenggara, Nurul Ulfa Apriliani, S.Pd., M.Pd kegiatan ini merupakan implementasi dari Kurikulum Merdeka yang mulai diterapkan tahun ini di kelas 7. Dalam kurikulum baru ini pembelajaran dikemas dalam bentuk projek yang nantinya akan diterapkan ke siswa. Dengan metode ini diharapkan akan terbangun karakter para siswa tersebut sesuai tema yang diangkat. 



Dengan mengacu kepada kepada dimensi Profil Pembelajar Pancasila dan mengangkat tema Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI, projek “Filter Faedah: Konten Berfaedah untuk Spandaku” bertujuan untuk membentuk siswa SMP Negeri 2 Samarinda yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya mengakses dan membuat konten media sosial yang bermanfaat. Tidak hanya bagi dirinya sendiri namun untuk semua orang yang dapat mengakses konten tersebut.

Ulfa menjelaskan, ada beberapa tahap dalam projek ini, yakni mulai dari tahap pengenalan, tahap kontekstualisasi, tahap aksi, serta tahap refleksi dan tindak lanjut.

Siswa akan diajak untuk memulai projek dengan tahap pengenalan. Tahap ini akan membawa siswa untuk mendefinisikan kata ‘faedah’  dan membahas proses filtering atau penyaringan yang terjadi di kepala saat mengakses ke konten media sosial. ini dilakukan agar siswa dapat memahami permainan kata yang digunakan dalam judul projek ini untuk memberikan gambaran mengenai projek yang akan dilakukan. 


Setelah itu, mereka akan diajak untuk eksplorasi isu untuk melihat masalah nyata yang disebabkan konten yang tidak bermanfaat. Siswa juga diajak untuk memahami jenis-jenis konten media sosial beserta tujuan dan dampak yang disebabkan oleh konten-konten tersebut. Tujuannya, agar siswa mampu membuat hubungan untuk menetapkan kriteria konten yang berfaedah dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat konten.

Selanjutnya adalah tahap kontekstualisasi. Siswa diajak untuk menilai kualitas konten sosial media yang digemari teman-teman sekitarnya. Di waktu yang sama, mereka akan mencari tahu konten yang digemari oleh target audience dan mempertimbangkan dampak yang bisa terjadi jika teman-temannya terus melihat konten yang tidak berfaedah. Setelah itu, mereka akan mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjawab masalah yang ada. Hal-hal tersebut akan menjadi pertimbangan saat mereka melakukan brainstorm ide untuk konten berfaedah yang bisa mereka buat dan bentuk kampanye yang bisa dilakukan di akhir tahap ini.

Dalam tahap aksi, narasumber ahli akan diundang untuk berkolaborasi dengan siswa untuk menguasai pengetahuan atau keterampilan spesifik dalam menjalankan action plan yang sudah dibuat. Perayaan dari projek ini dilakukan di tahap refleksi & tindak lanjut. Hasil kerja siswa selama projek ini akan dipublikasikan. Di akhir projek, siswa diajak untuk mengevaluasi aksi yang sudah dilakukan agar dapat membuatnya menjadi lebih berkelanjutan.

Melalui projek ini, siswa diharapkan akan mengembangkan lima dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, Mandiri, Bergotong Royong, Bernalar Kritis, dan Kreatif beserta sub-elemen yang ditentukan.

"Kami sangat berterimakasih atas kerjasama dengan Kominfo yang bersedia memberikan pengarahan kepada siswa siswi kelas 7 ini. Kominfo sesuai dengan perannya kami pilih karena selaras dengan tema projek p5 ini," ujar Nurul Ulfa Apriliani, S.Pd., M.Pd. Dia berharap dengan hadirnya Kominfo hari ini memberikan wawasan dan pandangan kepada siswa SMPN 2 agar tidak terjerumus dalam berita hoax dan konten yang tidak berfaedah.

"Kami harap kerjasama dengan Kominfo tidak terputus disini namun dapat terlibat dalam kegiatan pembelajaran lainnya. Karena Kominfo memiliki peran penting yang sudah seharusnya 'akrab' dengan siswa siswi generasi z yang tumbuh dan hidup dengan teknologi." pungkasnya. (DIL/MIK)


Share on:


Sekolah adalah rumah kedua bagi anak. Di tempat inilah orang tua mempercayakkan anak-anaknya untuk didik menjadi orang-orang yang sukses yang bermanfaat bagi agama, orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara. Sejuta impian orang tua untuk anak-anaknya diserahkan kepada sekolah.

Untuk membuat sekolah lebih menyenangkan, Ki Hadjar Dewantara memperkenalkan sistem among, yakni metode pembelajaran yang didasarkan konsep asih, asah, dan asuh (care and dedication based on live). Pendidikan sistem among bersendikan dua hal yaitu: kodrat alam dan kemerdekaan. Artiny, pendidikandalam hal ini sekolah harus mampu mengembalikan peserta didik sebagai manusia mandiri, sehingga sekolah merupakan upaya membangun peserta didik untuk menjadi manusia beriman dan bertaqwa, merdeka lahir dan batin, budi perkerti luhur, cerdas dan berketerampilan, serta sehat jasmani dan rohani.

Namun, tidak semua sekolah memiliki konsep seperti yang ideal. Pelbagai upaya untuk membuat sekolah menjadi menyenangkan bagi peserta didik terus dikembangkan. Sekolah harus terus didorong menjadi tempat mengasah, mengasih, dan mengasuh peserta didik. Sekolah pun harus terus didorong untuk terus menerus memperbaiki diri untuk memaksimalkan fungsi sebagai ruang belajar dan wahana interaksi pelbagai manusia dengan budaya dan agama yang berbeda.

Upaya sekolah untuk mewujudkan gerakan sekolah sehat, aman, ramah anak, dan menyenangkan perlu segera melakukan langkah-langkah yang tepat, terencana, terintergrasi, dan berkesinambungan. Langkah-langkah ini dibuat sebagai pedoman dalam memudahkan dan mempercepat terwujudnya sekolah yang ideal sebagaimana yang direncanakan.

Persiapan: dalam langkah pertama ini pihak sekolah dapat melakukan konsultasi dengan peserta didik untuk menetapkan pemenuhan hak-hak, kebutuhan siswa, dan membuat rekomendasi. Berikutnya semua warga sekolah komitmen untuk membentuk kebijakan sekolah. Kepala sekolah membentuk tim yang bertugas untuk mengidentifikasi potensi sekolah dan peserta didik.

Perencanaan:  dalam langkah kedua tim pengembang menyusun rencana tahunan untuk mewujudkan sekolah sehat, aman, ramah anak, dan menyenangkan yang terintegrasi dalam kebijakan, program, dan kegiatan yang sudah ada.

Pelaksanaan:  dalam langkah ketiga tim pengembang melaksanakan rencana aksi tahunan dengan mengoptimalkan sumber daya sekolah, masyarakat, serta dunia usaha dan industri.

Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan: dalam langkah keempat tim pengembangan melaksanakan pemantauan dan evaluasi atas rencana aksi gerakan sekolah sehat, aman, ramah anak, dan menyenangkan. Selanjutnya melaksanakanpelaporan hasil evaluasi dalam rapat kerja yang dihadiri tim pengembangan dan warga sekolah lainnya.

Kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan gerakan sekolah sehat, aman, ramah anak, dan menyenangkan adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan untuk Mencapai Sekolah Sehat

Untuk mewujudkan sekolah sehat perlu dilakukan kegiatan dalam bentuk pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Pendidikan kesehatan dapat melalui kegiatan kurikuler pada jam pelajaran  dan dapat terintegrasi kesemua mata pelajaran khusunya pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Pendidikan kesehatan dapat juga melalui pendidikan ekstrakulikuler seperti berkemah (persami) lomba, apotek hidup, kebun sekolah, kerja bakti, majalah dinding.

Selain pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan juga perlu diwujudkan dengan bekerja sama dengan puskesmas terdekat.

2. Kegiatan untuk Mencapai Sekolah Aman

Untuk mewujudkan sekolah aman perlu dilakukan program dan langkah-langkah strategis terkait pembudayaan sekolah aman baik secara metal (rohani) maupun fisik (jasmani).

a. Sekolah dapat mengoptimalkan peran guru, Bimbingan Konseling (BK), pendidikan agama, dan kualitas hubungan orang tua dengan anak.

b. Sekolah juga mengadakan bebas pornografi dan pornoaksi yaitu dengan mengadakan razia tas peserta didik dan HP (cek isi).

c. Menoptimalkan pendidikan agama dan karakter. Dan menyiapkan toilet tersendiri bagi peserta didik wanita dan laki-laki.

d. Optimalisasi peran orang tua dalam memilih tayangan edukatif bagi anak-anaknya.

e. Kesiapan sekolah untuk melakukan tanggap terhadap bencana.  

3. Kegiatan untuk Mencapai Sekolah Ramah Anak

Prinsip sekolah ramah anak adalah menjadikan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pendidikan di sekolah. Semua konsep dan desain sekolah baik fisik maupun nonfisik telah dirancang untuk memenuhi hak-hak anak sebagai pribadi yang harus dididik dengan perasaan dan budi pekerti yang baik.

Fisik meliputi letak sekolah, penataan ruang belajar, penataan ruang bermain, dan penataan katin. Sedangkan nonfisik meliputi kebijakan dan tata tertib sekolah.

Di dalam proses belajar dilakukan secara inklusif dan nondiskriminatif, semua siswa terlibat dalam proses belajar, dan menerapkan ragam model penilaian yang mengukur kemampuan peserta didik tanpa membandingkan satu dengan yang lain. Selain itu, siswa juga memiliki “pojok curhat” untuk peserta didik di ruang konseling dan memiliki mekanisme perlindungan terhadap peserta didik yang melakukan pengaduan.

4. Kegiatan untuk Mencapai Sekolah Menyenangkan

Prinsip sekolah menyenangkan adalah rasa betah di sekolah. Rasa betah di sekolah ini tidak dirasakan oleh peserta didik tetapi seluruh warga sekolah. Mengapa demikian? Karena antara sesama warga sekolah sudah terjalin ikatan emosional yang salig membutuhkan satu sama lainnya.

Untuk membuat sekolah tetap menyenangkan, beberapa kegiatan yang dapat dilakukan seperti:

a. Memetakan kebutuhan peserta didik dengan wargasekolah lainnya.

b. Memetakan jenis kecerdasan peserta didik sehingga mempermudah guru dalam memahami perkembangan peserta didik.

c. Merancang lingkungan sekolah yang indah, hijau, bersih, sebagai ruang publik siswa.

d. Merancang metode dan kurikulum pembelajaran yang tidak membosankan

e. Merancang bentuk-bentuk pelatihan guru dan tenaga kependidikan yang terfokus pada upaya membentuk sekolah menyenangkan.

f. Merancang kerja sama yang baik dan menguntungkan dengan masyarakat atau didasarkan pada kebutuhan sekolah.

Dapat disimpulkan, apabila sekolah sudah memiliki visi dan misi membangun sekolah yang sehat, aman, ramah anak, dan menyenangkan dan membuat program tindakan yang dilakukan, maka akan terwujud sekolah yang menjadi rumah yang menyenangkan; guru-guru akan menjadi orang tua yang baik yang akan selalu dirindukan kehadirannya; sedangkan peserta didik menjadi anak yang selalu merindukan sekolah dan kehadiran para guru dan warga sekolah lainnya.


Share on:


 

Berbicara mengenai sampah yang terlintas dibenak kita pasti jorok dan  menjijikkan ,tetapi jika tepat pengelolaannya pasti akan indah dan bernilai ekonomi.  Sekolah sebagai wadah pendidikan formal memiliki peran yang besar dalam pembentukan karakter siswa. Sehingga, selain pola pendidikan formal, pendidikan karakter harus terus dimaksimalkan guna menumbuhkan rasa peduli sekitar dalam diri siswa.

Dengan adanya bank sampah, siswa dapat belajar bagaimana cara meinimalisir sampah khususnya sampah an organic sehingga dapat bermanfaat. Nantinya, jika mental dan karakter siswa sudah terbentuk maka secara berkelanjutan, menjaga lingkungan akan menjadi kebiasaan.

Dengan adanya kondisi sekolah yang bersih tentu dapat meningkatkan produktivitas proses belajar mengajar , dengan adanya bank sampah dan kesadaran yang ditanamkan sejak dini tentu kedepan dapat menjadi solusi bagi masalah persampahan kota. Sehingga dapat meminimalisir pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) .

Melalui program bank sampah yang ada  di sekolah, peserta didik diperkenalkan cara pengelolaan sampah yang baik dan benar. Pengelolaan sampah melalui bank sampah diharapkan dapat menanamkan suatu nilai bagi siswa atau peserta didik, bahwa sampah tidak selamanya menjadi sesuatu yang tidak berguna tetapi dapat dijadikan suatu barang yang memiliki nilai seni dan nilai ekonomi (menghasilkan uang). Sehingga peserta didik sebagai generasi muda bangsa ini akan terdidik untuk selalu menghargai sampah dengan tidak membuangnya di sembarangan tempat dan bersedia mengelola sampah tersebut dengan baik. Dengan pengelolaan sampah yang baik tersebut akan membawa dampak yang positif terhadap lingkungan, sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan nyaman. Sehingga dengan adanya bank sampah sebagai pengelolaan sampah, maka kepedulian terhadap lingkungan dapat terwujud.

Mungkin Anda pernah membaca tulisan dari  Thomas Lickona seorang psikologis dengan tulisannya “ Make your school, a school of character , beberapa pemikirannya menjadi bagian dari pemikiran penguatan pendidikan karakter di Indonesia.

Dalam strategi implementasi Program Bank Sampah dalam pengembangan karakter dirumuskan menjadi beberapa tahab :

1. Tahap persiapan

Membentuk sekolah berbasis budaya pembentukan karakter baik dalam bagian persiapan adalah : mengamati apakah inovasi penguatan pendidikan karakter yang ditawarkan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Dukungan dari Kepala Sekolah dan pihak seluruh sekolah memprioritaskan karakter utama yang dapat dikembangkan lewat pembentukan Bank sampah yaitu karakter religious dan mandiri.

Mengapa ‘religius’? Mungkin kata religius cenderung berkaitan dengan sesuatu yang berbau perintah atau larangan sesuai kitab suci agama. Menjaga dan mencintai lingkungan adalah termasuk dalam nilai religius dalam hal hubungan manusia dengan lingkungan ciptaan Tuhan. Dalam kitab suci agama manapun, manusia diminta untuk menghargai pemberian Tuhan yang berupa alam sekitar. Selain itu percaya diri, Kerjasama , keulusan dan tidak memaksakan kehedak

Diharapkan dengan terlibat secara aktif dalam kegiatan bank sampah, siswa akan menjadi pribadi dengan karakter religius yang kuat, dalam hal cinta lingkungan. Siswa juga akan terstimulus untuk memilki karakter mandiri dengan memberdayagunakan sampah untuk dimanfaatkan segingga berdaya ekonomi dan dapat mengurangi ketergantungan pada orang tua.

2. Tahap Sosialisasi


Konsep pendidikan karakter ke warga sekolah dan menguatkan komitmen untuk menjadikan sekolah jadi sekolah yang mengembangkan karakter unggul. Siswa dan warga sekolah perlu mengetahui bahwa pembentukan bank sampah ini nantinya digunakan untuk menguatkan , karakter kemadirian siswa dan karakter religius, dalam hal ini cinta lingkungan.

Teknik penyampaian sosialisasi tidak harus melalui pertemuan resmi di sebuah gedung, disesuaikan dengan kondisi sekolah yang ada.

3. Tahap Pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan ini adalah hal yang penting berkomitmen meluangkan waktu untuk pendidikan karakter. Pelaksanaan kegiatan bank sampah diupayakan melibatkan seluruh peserta didik, dan dibantu oleh wali kelas, rekan guru dan staff sekolah. Libatkan sebanyak mungkin warga sekolah dalam pelaksanaan program bank sampah sekolah.

Bukanlah hal yang instan  untuk membiasakan siswa memilah sampah dengan baik.  Menubah pola pikir membentuk karakter bukanlah pekerjaa instan Bukannya tanpa usaha pula untuk mendorong siswa mengkreasi daur ulang dengan memanfaatkan sampah yang terkumpul di bank sampah nantinya. Tapi satu hal yang pasti, tidak ada yang sia – sia dari sebuah upaya menguatkan karakter baik siswa kita. Memang diperlukan usaha dan komitmen lebih besar     pada pihak sekolah  dan guru-guru terutama dalam pengembangan P5 BK  untuk menyiapkan sebuah generasi untuk memiliki pribadi hebat, generasi yang  terdidik dengan baik.

Meskipun diperlukan waktu yang cukup lama untuk merubah pola pikir ntuk  membuahkan hasil, yang penting dicoba dulu untuk melaksanakannya. Jika seluruh sekolah mempunyai Bank Sampah  sudah pasti sekolah  yang ada menjadi bersih dan beradab. Semoga sekolah-sekolah dapat mewujudkannya.


(Oleh Suleha,S.E., M.Pd Guru Produktif Pariwisa SMKN 1 Samarinda)

Share on:

SURABAYA: MEDIAIBUKOTA- Setelah 1 Juli 2022 dinyatakan lulus pada ujian disertasi terbuka Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, akhirnya Sabtu (3/9/2022) Syaharie Jaang salah satu putra terbaik Kalimantan Timur yang lahir di pedalaman mahakam ini menjadi salah satu wisudawan dengan predikat Cumlaude pada Wisuda Diploma, Sarjana, Magister dan Doktor periode II tahun 2022 Untag Surabaya.

Wali Kota Samarinda periode 2010-2015 dan 2016-2021 ini lulus tepat waktu 3 tahun atau 6 semester bersama 6 rekan satu angkatan 37 ini.

Syaharie Jaang berhasil meraih nilai IPK 3.92. Begitu pula 6 rekannya pun lulus memuaskan, yakni Wahyu Prawesthi nilai IPK 4.00, Suwito (3.95), Rommy Hardyansyah (3.92), Novritsar Hasintongan Pakpahan (3.91), Jaidun (3.90) dan Totok Minto Leksono (3.87).

“Alhamdulillah akhirnya wisuda dan sekarang fokus untuk berbagi ilmu dan mengabdi di almater dengan menjadi dosen tetap Fakultas Hukum Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda,” ucap pria kelahiran Mahakam Ulu yang kini menyandang gelar Dr H Syaharie Jaang SH MH MSi.

Jaang mengatakan sudah mendapat Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). “Alhamdulillah NIDN sudah keluar dan mulai mengajar di semester gasal tahun akademik 2022/2023,” ungkap Jaang yang dalam wisuda didampingi isterinya Hj Puji Setyowati SH MHum yang juga wakil ketua Komisi IV DPRD Kaltim, anak Muhammad Thezar Firrizqi BB Administration dan menantu Vinneta Tanisha. Sedangkan putri sulungnya An Nuur Wanda Tisya Anugerah BA Psychology tidak ikut serta karena sedang menyelesaikan Pendidikan bidang keperawatan  Lansia dan Anak kebutuhan khusus di Jerman.

Terpisah Dekan Fakultas Hukum Untag Surabaya Dr Slamet Suhartono SH MH CMC memberikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah meraih gelar baik Sarjana, Magister maupun Doktor.

“Ya semoga segera bisa mengabdikan diri di masyarakat. Dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah di kampus. Dimana ilmu hukum mampu menjangkau seluruh ruang kehidupan, oleh karenanya manfaatkan ilmu ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Slamet.

Hal yang sama disampaikan ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum Untag Surabaya Dr Yovita Arie Magesti SH MH kepada 24 Doktor yang diwisuda pada 3 September 2022.

“Sebuah prestasi bukan kebetulan semata, tetapi buah dari perjuangan dan pengorbanan yang sepadan. Para doktor telah melalui masa studi yang tidak mudah, dan berproses akademik yang benar. Pencapaian ini bukanlah akhir, tetapi awal dari amanah yang Tuhan berikan untuk ambil bagian dalam pembangunan masyarakat di bidang hukum,” ucapnya.

Menurutnya seorang doktor harus mengatakan yang benar, tetap menjadi pribadi yang rendah hati, terbuka terhadap kritik dan responsif.

“Wisuda yang berlangsung meriah selama 2 hari, semoga bukan sekedar seremoni dan euphoria, namun menjadi spirit untuk memulai dan menjadikan hidup lebih indah. Bagi para wisudawan  tetaplah memancarkan nilai penciri Untag, yaitu Kebangsaan, Kejujuran, Kecerdasan, Keberagaman dan Kreativitas lewat jati diri sebagai doktor,” pesan Yovita. (DN/MIK)

Share on:

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah bagian terpadu dari Sistem Pendidikan Nasional, yang mempunyai peran yang sangat penting di dalam mempersiapkan dan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga Negara Unggul. Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu jenjang Pendidikan menengah yang secara khusus  mempersiapkan lulusan    untuk siap  terjun ke dunia kerja.Salah satu untuk memenuhi tuntutan dunia kerja, maka di setiap SMK wajib melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Hal inilah yang menjadi pembeda utama dari sekolah lainnya yang sederajat.

Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bentuk kegiatan dimana para peserta didik  langsung ditempatkan di lingkungan kerja. Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang mengharuskan peserta didik mengaplikasikan disiplin ilmu kejuruan dalam dunia industry/ dunia kerja. Hal yang dapat memperkuat peranan dari tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah dasar pelaksanaanya UU No 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Sistem Pendidikan Tinggi , serta Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesi Nomor 2341U12001 tentang Kurikulum.

Apa Manfaat PKL Bagi Siswa SMK?

SMK sebagai sekolah dengan disiplin ilmu kejuruan mewajibkan untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai salah satu standar kelulusan . Adapun manfaat dari siswa melaksakanan PKL adalah :

  1. Mengenalkan Siswa pada lingkungan kerja di dunia industry atau usaha. Sehingga Ketika mereka terjun ke lapangan mereka akan tidak akan canggung dan dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja .
  2. Melatih proses belajar terutama pengembangan skill
  3. Melatih kemampuan keterampilan dan manajerial
  4. Membentuk etos kerja yang baik bagi siswa/sisi PKL
  5. Membentuk pola pikir yang konstruktif
  6. Menjalin Kerjasama yang baik antara sekolah dengan dunia industry maupun dunia usaha
  7. Menghasilkan sumber daya manusia yang memliki keahlian professional dan berkualitas sesusai tuntutan  di era informasi serta komunikasi terkini.
  8. Sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan bahwa pengalaman kerja sebagai bagian dari proses Pendidikan. Karena selain materi pembelajaran yang diteri di sekolah , pengalaman kerja sangat diperlukan sebelum terjun ke dunia industry / dunia usaha.

Dengan demikian maka mengapa Siswa/siswi SMK tidak boleh melewatkan kegiatan-kegiatan dari Praktik Kerja Lapangan (PKL)  tersebut karena memang sangat berkaitan erat dengan prestasi di sekolah maupun persiapan untuk menuju dunia kerja / dunia industry.


Share on:

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA- Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun menyayangkan masih ada tokoh di Samarinda yang "termakan" hoax. Berita bohong atau hoax yang dimaksud adalah isu bahwa pemerintah kota Samarinda akan memotong insentif guru. 

Hal itu diungkapkan Andi Harun saat memberikan respon atas tanggapan akhir fraksi-fraksi di DPRD kota Samarinda dalam Rapat Paripurna persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan atas APBD kota Samarinda tahun 2022 yang disepakati menjadi Perda. 

Dalam acara yang berlangsung Rabu (30/08/2022) di lantain2 Gedung DPRD kota Samarinda Jalan Basuki Rahmat ini, Andi Harun merespon catatan-catatan yang disampaikan oleh para juru bicara fraksi yang hampir semuanya menekankan agar jangan sampai ada pemotongan insentif para guru. Bahkan ada fraksi yang mengusulkan agar jangan ada perbedaan antara guru diknas dengan guru depag, guru negeri dengan guru swasta. 

Berkaitan dengan insentif guru, orang nomor satu di pemerintah kota Samarinda ini menjamin bahwa pemkot tidak pernah punya niat untuk mengurangi insentif guru. Bahkan ujar dia peningkatan kesehateraan guru merupakan hap yang sangat menjadi perhatiannya. 

Hanya saja berkenaan dengan usulan menyamarataan bantuan kepada semua sekolah, Andi Harun menyatakan ketidak setujuannya. Hal ini ujar dia, justeru karena azas keadilan. Menurut Andi Harun pihaknya terus melakukan verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang ada di kota Samarinda. (DIL/MIK)


Share on:


Apa yang dimaksud dengan pendidikan karakter?. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pengertian pendidikan karakter adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara dan pembuatan mendidik. Pendidikan karakter utama yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional antara lain:

1. Nilai Nasionalis. Peserta didik diharapkan tertanam nilai-nilai cinta tanah air, rela berkorban, menghargai keragaman budaya
2. Nilai Religius. Peserta didik diarahkan untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan yang dianut bahwa
3. Nilai Integritas. Peserta didik ditanamkan prinsip-prinsip kebaikan dan memegang teguh kebenaran, bukan hanya ucapan tetapi juga tindakan
4. Nilai Kemandirian. Mendorong agar peserta didik percaya diri dalam melakukan atau bertindak tanpa pengaruh oleh siapapun dan berani bertanggung jawab
5. Nilai Gotong Royong. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain sehingga dalam melakukan sesuatu harus dikerjakan bersama-sama.

Dari pembahasan di atas sesungguhnya tujuan dari pendidikan sangat mulia yaitu bagaimana generasi yang akan datang menjadi cerdas, berpikir kritis, berani menghadapi tantangan, inovatif, dan berakhlak mulia. Di era digital yang serba, bebas, serba terbuka. Informasi bisa kita dapatkan dari manapun, sehingga kita sebagai pendidik harus mempersiapkan diri guna menghadapi gempuran pengaruh-pengaruh yang tidak sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa kita. Tidak semua pengaruh dari luar itu bersifat negatif (buruk) misalnya pergaulan bebas, Narkoba, pornografi, pornoaksi tapi banyak juga yang bersifat positif (baik) misalnya informasi yang kita dapatkan lancar dan cepat, dalam melakukan transaksi bisnis sangat cepat, mempermudah literasi, menjadi tempat membuka usaha.

Pada dasarnya, semua problematika yang terjadi pada jenjang pendidikan salah satunya adalah dalam segi Religius, Nasionalis, Gotong Royong, Integritas dan Mandiri pada peserta didik. Era digital tidak bisa dihindari lagi. Kita tidak bisa melarang anak untuk menggunakan HP, membuka internet karena memang sudah waktunya jangan sampai anak-anak kita justru ketinggalan zaman atau gagap teknologi (Gaptek). Seiring perkembangan zaman sebagai orang tua harus menyadari bahwa sekarang ini adalah era dimana informasi dan teknologi berkembang dengan pesat. Tinggal bagaimana kita mengarahkan anak-anak untuk menggunakan teknologi ke hal-hal yang positif.  

Salah satu penyebab terjadinya lemahnya karakter anak bangsa tersebut adalah lemahnya pendidikan karakter yang ada di indonesia, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Karena seberapa baik dan sempurnanya suatu konsep tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan sampai tuntas tanpa adanya penekanan dalam membentuk karakter yang baik. Maka kita sebagai orang dewasa harus menasehati dan mengingatkan ke anak bahwa di internet banyak hal-hal yang boleh dan tidak boleh ditiru. Harus ada pendidikan mengenai bagaimana menggunakan internet dengan bijak karena dengan adanya pendidikan tersebut maka anak akan terlindungi dari hal-hal negatif

Pendidikan karakter sebaiknya dimulai sejak usia dini. Dimana pendidikan seperti ini bisa dilakukan atas bantuan guru di sekolah. Ini bukan tanpa alasan karena arus globalisasi dan juga hadirnya teknologi yang semakin canggih akan memberikan dampak yang signifikan untuk generasi mendatang. Manfaat pendidikan karakter yang dilaksanakan di Sekolah adalah:

1. Membentuk Karakter Siswa. Salah satu manfaat yang dirasakan yaitu membentuk karakter siswa.

2. Melatih Mental dan Moral. Masalah mental siswa juga menjadi alasan kenapa pendidikan karakter harus diberikan. Kondisi ini didasari oleh banyak siswa yang memiliki mental yang lemah sehingga akan menciptakan munculnya masalah mental. Tentu ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena akan mempengaruhi masa depan bangsa.

3. Memerangi Berbagai Perilaku Tidak Terpuji. Pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan sejak usia dini. Pernyataan seperti ini bukanlah tanpa alasan karena pendidikan karakter yang didapatkan bisa menjadi benteng untuk siswa dalam memerangi berbagai perilaku yang tidak terpuji. Jika siswa tidak memiliki benteng yang kuat maka akan mengikuti arus.

4. Menciptakan Generasi yang Berintegritas. Manfaat pendidikan karakter untuk siswa di sekolah selanjutnya adalah menciptakan generasi yang berintegritas. Memiliki karakter yang kuat maka akan membuat siswa menjadi lebih tangguh dan kokoh dalam menjalani kehidupannya.

5. Disiplin. Dimanapun berada siswa harus selalu disiplin, terutama saat berada di lingkungan sekolah. Siswa yang selalu disiplin ternyata juga mempengaruhi nilai akademiknya menjadi lebih baik lagi.

6. Siswa Menjadi Lebih Bertanggung Jawab. Kemampuan pola pikir dan moral yang lebih baik maka akan mempengaruhi kemampuan berpikir siswa. Kemampuan berpikir seperti ini akan memberikan banyak keuntungan bagi siswa. Salah satunya bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat serta tercipta siswa yang bertanggung jawab.

Upaya penulis dalam menanamkan karakter ke siswa dalam proses belajar di SMP Negeri 14 Samarinda antara lain: siswa berdoa sebelum dan sesudah pelajaran sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, menunjuk salah satu siswa untuk memimpin doa, mengecek kebersihan kelas, mengecek kehadiran dan kerapihan siswa, siswa diberi kesempatan dalam mengemukakan pendapat

Era modern menjadikan para pendidik untuk bisa beradaptasi mengajarkan dan menghasilkan peserta didik indonesia yang bisa menempatkan diri di tengah deru perubahan teknologi dan internet yang sangat cepat. Dan pada akhirnya pembentukan karakter dari sejak dini akan menumbuhkan karakter anak bangsa yang baik dan menjadi kunci utama dalam membangun persatuan bangsa. Sehingga, kasus-kasus kemerosotan moral anak bangsa yang hidup di era digital dan juga di masa yang akan mendatang bisa dihindari.
 

Share on:


Perundungan atau lebih dikenal dengan istilah bullying saat ini kembali sering diberitakan di media massa baik media cetak maupun media elektronik. Tindakan perundungan (bullying) adalah tindakan atau sikap agresif yang dilakukan secara sengaja baik oleh individu atau kelompok secara terus menerus kepada seorang korban yang tidak mampu untuk membela dirinya sendiri. Kasus perundungan sering terjadi di sekolah yang melibatkan siswa. Perundungan dalam bentuk apa pun dapat memberi efek jangka panjang pada mereka yang terlibat termasuk penonton atau siswa yang menyaksikan secara langsung.

Sekolah idealnya menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi semua siswa namun faktanya banyak pula perilaku perundungan (bullying) yang terjadi di sekolah. Salah satu faktor munculnya perilaku perundungan (bullying) adalah faktor eksternal dari lingkungan keluarga. Hal ini disebabkan pola asuh orang tua, misalnya ketika orang tua melakukan tindak kekerasan pada anak. Masih banyak orang tua yang belum memahami dan memiliki kesadaran tentang bahaya kekerasan terhadap anak.

Jenis Perilaku Perundungan (Bullying) di Sekolah 

Perilaku perundungan (bullying) di sekolah dilakukan oleh individu siswa dan bahkan melibatkan kelompok siswa. Perbedaan pendapat, kondisi fisik, psikis, sosial, ekonomi, agama, budaya, dan jenis kelamin merupakan faktor pemicu munculnya perilaku perundungan (bullying). Misalnya individu dengan gangguan pendengaran mendapatkan penghinaan dan individu dengan status ekonomi menengah ke bawah juga mendapat ejekan. Perilaku perundungan (bullying) di sekolah tidak dapat dipisahkan dengan situasi, kondisi, komponen, dan lingkungan sekolah.

Arum Setiawati (2020) menyampaikan jenis perilaku perundungan (bullying) sebagai berikut :

1)    Verbal Bullying yaitu perundungan secara lisan.

Misalnya mengatakan atau menulis hal-hal yang berarti sindiran, saling mengatakan hal yang tidak pantas, mengejek, dan mengancam.

2)    Social Bullying yaitu perundungan sosial.

Misalnya merusak nama baik siswa, membuat hubungan menjadi kurang baik, menyebarkan rumor tentang siswa, dan memalukan siswa di depan umum.

3)    Phisycal Bullying yaitu perundungan fisik.

Misalnya memukul, menendang, mencubit, mendorong, merusak, menabrak, dan gerakan fisik lain yang merugikan korban.  

4)    Cyberbullying yaitu tindakan yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung perilaku bermusuhan secara sengaja dan berulang oleh siswa atau kelompok siswa. 

5)    Agresi Relasional Bullying yaitu tipe perundungan yang dilakukan secara emosional dan kerap luput dari perhatian orang tua dan guru. Dalam agresi relasional, pelaku biasanya berusaha menyakiti korban dengan menyabotase status sosial mereka. 

Contoh : mengasingkan korban dari kelompok, menyebarkan gosip atau fitnah, dan  mengendalikan atau mengintimidasi korban

6)    Seksual Bullying yaitu berupa tindakan berulang, berbahaya, dan memalukan yang menargetkan seseorang secara seksual. Seperti memanggil seseorang dengan nama yang tak pantas, komentar kasar, gerakan vulgar, sentuhan tanpa persetujuan kedua belah pihak, hingga materi pornografi yang merugikan korban.

7)    Prasangka Bullying yaitu macam-macam bullying yang didasari pada prasangka  pelakunya terhadap seseorang dari ras, agama, atau orientasi seksual yang berbeda. Pelaku menargetkan korban yang berbeda dengan mereka, setelah itu pelaku akan mengucilkan korban hanya karena memiliki perbedaan tertentu.

Ketika perundungan terjadi di sekolah maka siswa perlu mendapatkan bimbingan dari guru melalui pendidikan karkater yang diterapkan untuk meminimalisir perundungan. Peran wali kelas sangat dominan karena pada umumnya siswa lebih terbuka kepada wali kelasnya daripada guru yang lain. Wali kelas sebaiknya memiliki kemampuan untuk memberikan konseling kepada siswa yang membutuhkan bantuan termasuk mengatasi siswa yang terlibat dalam bullying. Jika terdapat kasus yang tidak dapat diatasi oleh wali kelas maka kasus tersebut disampaikan kepada guru bimbingan konseling (BK) untuk mendapatkan perhatian dan penanganan yang lebih mendalam. Apabila diperlukan kerja sama dengan orang tua, sebaiknya orang tua dipanggil untuk diajak diskusi menyelesaikan masalah anaknya.
    
Pendidikan Karakter Mencegah Bullying 

Pengembangan kurikulum pada sistem pendidikan kini menjadi perbincangan yang menarik bagi seluruh masyarakat karena di dalamnya terdapat pendukung berupa pendidikan karakter. Kurikulum Merdeka merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk karakter bangsa dimulai dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar. Diharapkan Merdeka Belajar dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik serta memberikan manfaat pada lingkungan.

Pendidikan karakter memiliki keterkaitan dengan akhlak, moral, budi pekerti, dan etika dari seseorang dalam hal ini siswa. Implementasi pendidikan karakter di sekolah perlu lebih ditingkatkan karena dapat membentuk siswa menjadi pribadi yang cerdas dan menjadi pelaku perubahan dalam tatanan sosial masyarakat lebih adil, baik, serta manusiawi.

Upaya mengatasi dan mencegah tindakan perundungan (bullying) dapat dilakukan guru melalui pendidikan karakter pada siswa yakni sebagai berikut :

(1)    memperkuat pengendalian sosial yaitu menertibkan siswa yang melalukan tindakan kekerasan;

(2)    mengembangkan budaya meminta dan memberi maaf


(3)    menerapkan prinsip-prinsip anti kekerasan untuk mencegah tindakan perundungan;

(4)    memberikan pendidikan perdamaian kepada siswa;

(5)    meningkatkan komunikasi dengan siswa; 

(6)    memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi karena mengerjakan tugas tepat waktu sebagai bentuk penanaman karakter disiplin;

(7)    menanamkan karakter empati dan peduli dapat dilakukan ketika ada kabar seorang siswa mendapat musibah, maka guru dapat mengajak siswa yang lain di kelas untuk menghimpun dana.

Sedangkan pencegahan tindakan perundungan (bullying) yang dapat dilakukan orang tua adalah sebagai berikut :

(1)    Mengenalkan tentang perbedaan 

Setiap individu memiliki perbedaan, mulai cara bersikap, daerah asal, suku, ras, kepercayaan, dan golongan. Perbedaan ini perlu disikapi dan diajarkan pada anak sebagai warna-warni dalam kehidupan sosial.

(2)  Memberikan ajaran tentang cara berkomunikasi 

Komunikasi melalui media sosial dapat membuat kita terhubung dengan dunia luar. Maka anak perlu diajarkan tentang cara berkomunikasi dan memperlakukan orang lain dengan baik serta berbahasa yang santun.

(3)  Ajarkan tentang konteks perilaku benar dan salah 

Dalam kehidupan sehari-hari anak perlu panduan dari orang tuanya mengenai tindakan yang benar dan salah.

(4)  Sering berdiskusi 

Ketika anak mulai mengakses banyak informasi tentang dunia luar, orang tua perlu sering mengajak buah hatinya berdiskusi. Dengan bertukar pendapat dan mengidentifikasi peristiwa di sekitarnya, anak akan lebih bisa menilai perilaku yang benar dan salah.

(5)  Dukung untuk melawan tindakan bullying 

Ketika mengalami perundungan, anak sering memendam sendiri dan tidak menceritakan pada orang terdekat. Maka orang tua sebaiknya membangun kedekatan emosional yang kuat sehingga anak mampu menceritakan apapun yang dialaminya (Hapsarita, 2021).

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa penanaman pendidikan karakter sangat penting bagi siswa. Oleh karena itu para guru dan orang tua sudah seharusnya senantiasa menanamkan nilai-nilai karakter yang baik sehingga perilaku perundungan (bullying) dapat dicegah.

(Penulis adalah guru SMKN 9 Samarinda)

Share on:
  • ← Previous post
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Advertorial
  • Agama
  • astrologers
  • astrology
  • Balikpapan
  • Banjar
  • Banjir
  • Bencana
  • blood sugar
  • blood sugar control
  • body weight
  • Budaya
  • business
  • Catatan Ismunandar
  • chronic conditions and diseases
  • Covi-19
  • diabetes
  • diet and nutrition
  • donations
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi
  • entertainment
  • exercise
  • exercise equipment
  • fitness
  • food and drink
  • government
  • Headline
  • health
  • health & fitness
  • health & fitness
  • health advice
  • health and exercise
  • health and healthcare economics
  • health benefits
  • health insurance
  • health risks
  • health tips
  • healthcare and medicine
  • healthcare industry
  • heart diseases
  • Hedline
  • Hiburan
  • Hikmah
  • horoscopes
  • Hukum
  • illness
  • incident
  • insurance
  • Internasional
  • Iptek
  • jobs and careers
  • Kalteng
  • Kaltim
  • Kasus
  • Keamanan
  • Kependudukan
  • Kesehatan
  • Kominfo
  • Komunitas
  • Kota
  • Kriminal
  • Kukar
  • Kuliner
  • Kursus
  • Kutim
  • lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • local news
  • Mahulu
  • medical conditions and diseases
  • medicine and healthcare
  • Medsos
  • metabolism
  • Motivasi
  • Nasional
  • news
  • Nusantara
  • Olah Raga
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Paser
  • Pejabat
  • Pembamgunan
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pemkot
  • Pendidikan
  • Perpustakaan
  • PKK
  • politics
  • politics and government
  • Politik
  • PPU
  • Prestasi
  • public health
  • Ramadhan
  • running and fitness
  • sagittarius
  • Samarinda
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosiail
  • Sosial
  • spirituality
  • sports
  • sports injuries
  • Tokoh
  • Video
  • Wanita
  • working out
latest posts
latest comments
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home