Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

 

SAMARINDA, MEDIAIBUKOTA.COM: Tidak terasa telah tiga kali ibadah Ramadhan dijalani dalam masa pandemi covid-19. Berbagai keterbatasi dialami umat manusia tak terkecuali kaum muslimin. Termasuk dalam berbagai ritual ibadah Ramadhan aneka pembatasan sudah terjadi selama ini.

Menurut Satrawan yang juga Da'i Abdillah Syafei, semua yang terjadi hendaknya menjadi bahan pelajaran dan renungan yang sangat mendalam bagi kita umat manusia. Sadar atau tidak, kita sudah mulai memasuki suasana baru yang jauh berbeda dari masa sebelum pandemi.

"Awalnya perubahan pola hidup dan pola ibadah itu begitu terasa bahkan menguras energi, sehingga di awal-awal pandemi dulu tidak sedikit ketegangan antara sebagian masyarakat dengan aparat pemerintah," ujar Abdillah kepada media ini, Jum'at (29/4/2022) usai menjadi khatib di Masjid Nurul Iman, Lempake.

Menurut dia selayaknya kita menjadikan semua cobaan, baik yang berupa ancaman kesehatan maupun terganggunya ritual peribadatan sebagai hal yang membawa pelajaran berharga.

"Dulu sebelum pandemi mungkin kita termasuk orang yang lalai dalam ibadah shalat, setelah pandemi dan terjadi pembatasan barulah merasakan betapa pentingnya rumah ibadah," lanjut Abdillah.

Oleh karena itu dia mengajak sesama muslimin agar selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan diantaranya dengan memanfaatkan sebaik-baiknya dan menjaga nikmat tersebut. Akrena ketika nikmat itu telah tiada, baru terasa betapa pentingnya dia. (***)


Share on:


 

YOGYAKARTA- AkhirnyaWalikota Samarinda dua periode (2010-2015 & 2016-2021) Syaharie Jaang, bisa lebaran pertama sekaligus shalat Ied Idul Fitri di Yogyakarta setelah 20 tahun tak pernah melaksanakannya karena jabatannya.



“Ini yang pertama sekaligus bisa shalat Ied juga di Yogyakarta kampung isteri (Puji Setyowati). Karena 10 tahun menjabat wakil walikota dan 10 tahun menjabat walikota hanya bisa datang pas hari raya ke 3 atau 3 Syawal. Ini pun di rumah mertua kalau hari ketiga sudah sepi karena masing-masing keluarga acara keluarga atau ke rumah mertua mereka,” tutur Jaang melalui pesan WhatsApp.



Tetapi yang membuat Jaang sedih, di tahun ini ibu mertuanya dalam keadaan sakit dan hanya terbaring di tempat tidur.

Ia mengaku dalam bulan Ramadhan tadi ada dua kali pulang pergi ke Yogyakarta karena kondisi mertuanya yang beberapa kali drop. “Kalau isteri saya malahan sejak puasa pertama langsung bertahan di Jogja dan tidak ada pulang ke Samarinda,” ungkap Jaang.

Ia mengakui harus pulang pergi Yogyakarta-Samarinda karena masih ada beberapa tanggung jawabnya sebagai ketua DPD Partai Demokrat Kaltim, juga sebagai ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kaltim dan ketua umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT).

Jadi kali ini walaupun ibu mertuanya dalam keadaan sakit, mereka bisa berlebaran lengkap dengan keluarga di Yogyakarta termasuk dengan kakak iparnya Agus Sulistiyono pun bisa bersama.

“Mas Agus ini juga jarang bertemu. Beliau sekarang masih menjabat ketua DPW PKB Yogyakarta. Sebelumnya pernah menjabat wakil ketua DPRD Provinsi DIY dan anggota DPR RI, jadi jarang bisa bertemu,” beber Jaang.

Jaang juga merasa senang selain bisa lebaran pertama juga ziarah ke makam ayah mertuanya. Menambah semarak silaturahmi lebaran di kota Gudeg itu, sebut Jaang, isteri Agus yang jago masak Puji Hernani pensiunan ASN juga memasak opor ayam, daging sapi dan bebek.

“Mas Agus juga spesial memasak Sop Gurami,” imbuh Jaang.

Jaang juga menyampaikan permohonan maaf isterinya yang juga anggota DPRD Kaltim sekaligus ketua Fraksi Demokrat DPRD Kaltim belum bisa menerima konstituen dan para koleganya selain memang karena masih suasana pandemi.

“Dalam lebaran kami di Jogja, selain isteri yang juga anggota DPRD Kaltim, ada juga keponakan kami Shania juga anggota DPRD Samarinda dari Fraksi Demokrat,” imbuh Jaang.

Melalui media ini, Jaang mengucapkan Idul Fitri 1442 H dan memohon maaf lahir dan bathin kepada semua yang ada di Samarinda serta para sahabat, kerabat, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

“Saya sekeluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri dan mohon maaf lahir dan bathin. Kami juga mohon doanya untuk kesembuhan ibu mertua,” tutur Jaang.(big)

Share on:

SAMARINDA: Setelah kemarin memberikan sumbangan sebanyak 50 nasi bungkus buat korban Banjir di Jalan Pemuda, hari ini Rabu (27/5/2020) yayasan pendidikan Ishlahu Ummatil Islamiyah, kembali menyerahkan sumbangan melalui tim relawan yang diterima oleh perwakilannya, bapak M. Al Amin, S.Pdi di kantor Yayasan komplek Pelita 1.A Samarinda. 

Kali ini jumlah nasi bungkus yang berhasil diadakan adalah sebanyak 70 bungkus. Penyerahan dilakukan oleh pembina yayasan langsung yakni Ibu Rusmawati dan Ibu Lilik.




Mereka menyampaikan ucapan terimakasih yang tidak terhingga kepada tim relawan yang telah bersusah payah mengambil sumbangan ke kantor yayasan untuk kemudian mengantarnya kepada para korban banjir yang membutuhkan. 

Semoga semua ini menjadi pahala yang berlipat ganda dan membawa keberkahan buat semuanya termasuk para donatur yang telah menyumbangkan sebagian hartanya dan juga relawan yang telah mengorbankan waktu dan tenaga demi menolong sesama.

Rencananya sumbangan akan terus dibagikan dalam beberapa tahap sesuai hasil pengumpulan dana yang diperoleh dari para donatur termasuk pembina yayasan sendiri. (*/mediko)
Share on:

SAMARINDA: Sebagai bagian dari wujud kepedulian kepada sesama, yayasan pendidikan Islam Ishlahu Ummatil Islamiyah memberikan sumbangan 50 nasi bungkus kepada para korban banjir di sekitaran Jl. Pemuda. 

Sumbangan dititipkan melalui relawan kota Samarinda yang membuka posko di Jl. A Yani. Penyerahan dilakukan oleh pengurus yayasan kepada perwakilan relawan M. Al Amin, S.Pdi, Selasa (26/5/2020) bertempat di kantor Yayasan. 


Pembina Yayasan Ishlahu Ummatil Islamiyah, Ibu Rusmawati mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian yayasan kepada kondisi umat yang tengah mengalami musibah. 

Sebagai yayasan yang bergerak dalam bidang dakwah dan pendidikan, kegiatan ini juga sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan aplikasi dari ilmu agama yang sudah diajarkan kepada para santri.

Rencananya, mereka akan terus memberikan bantuan secara rutin selama masih dibutuhkan dan dana yang terkumpul mencukupi untuk digunakan mengadakan nasi bungkus.

Kepada para relawan Bu Rusmawati juga menyampaikan ucapan terimakasih karena telah sangat membantu dalam menyampaikan sumbangan mereka kepada para korban. (mikota)
Share on:

SAMARINDA. Wakil Walikota Samarinda, M Barkati bersama Relawan Busam Peduli Bencana melakukan aksi pencegahan penyebaran virus corona melalui penyemprotan desinfektan di sejumlah fasilitas umum.
Penyemprotan ini atas inisiatif Wawali yang diawali di Kelurahan Sambutan, diantaranya Masjid Miftahul Jannah, Masjid An Noor, Majelis Ta'lim Nur Sa’adah, Masjid As Shomad, Langgar Al Hidayah, Yayasan Pendidikan Al Fikri, Masjid Agung Syaichona Cholil Pertiwi. Kemudian Gereja GKTDI di Kelurahan Sungai Dama.

“Penyemprotan ini untuk pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Kami harapkan warga juga menjalankan himbauan-himbauan Pemerintah dalam memutus mata rantai corona,” ucap Wawali yang juga turut melakukan penyemprotan Selasa (24/03).

Wawali juga mengimbau warga untuk membersihkan rumah masing-masing tanpa harus berharap Pemerintah turun ke rumah warga.

“Kalau tidak ada desinfektan bisa pakai karbol atau lainnya. Yang penting rumah bersih dan biasakan selalu hidup bersih dan sehat,” pesan mantan kuli tinta ini.

Wawali juga mengapresiasi PMI Samarinda yang telah melakukan penyemprotan desinfektan di tempat-tempat fasilitas umum.

“Untuk memerangi penyebaran virus ini perlu kebersamaan dan kekompakan. Mudah-mudahan bermunculan pihak-pihak lain untuk melakukan penyemprotan di tempat-tempat fasilitas umum lainnya dan lebih luas lagi,” harap Wawali yang dulu pernah berjualan ikan di pasar tradisional.

Wawali sendiri mengaku terbiasa menyemprot desinfektan karena memang terbiasa berkebun di kebunnya sendiri. Usai penyemprotan Wawali bersama Relawan Busam Peduli Bencana makan bersama beberapa pengurus masjid. (KMF2)

Penulis: Doni —Editor: Redaksi
Siaran Pers No.1148/KM/KOMINFO/III/2020
Tanggal 24 Maret 2020


Share on:

SAMARINDA. Begitu besarnya pengorbanan yang ditunjukkan Wakil Walikota Samarinda M Barkati, rencana resepsi pernikahan putrinya, Minggu 22 Maret terpaksa harus ditunda demi kemanusiaan. Setelah diputuskan ditundanya resespsi pernikahan itu, Barkati langsung menyedekahkan konsumsi ke panti sosial, sejumlah masjid dan beberapa panti jompo yang di Kota Samarinda.

Didampingi Asisten III Setkot Samarinda Ali Fitri Noor, panitia acara resepsi, Wawali langsung menyerahkan konsumsi yang cukup besar itu ke Pondok Pesantren Nur Fisabillah, Pondok Pesantren Tahfizh, Ponpes  Graha Rama, Ponpes Hidayatullah, Ponpes di Sentosa Dalam, Ponpes di Lok Bahu dan Panti Jompo di Jl Remaja. 

Sedekah dari konsumsi ini menurut Barkati bisa dinikmati oleh semua penghuni Ponpes dan panti jompo yang diserahkan Minggu 22 Maret 2020. 
Di lain pihak Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengapresiasi keputusan yang diambil oleh Barkati. 

“Dengan persiapan sudah matang ini, tentunya bukan keputusan yang gampang. Hal inilah yang patut diapresiasi dan semoga Kota Samarinda selalu dijauhkan dari musibah dan marabahaya,” tutur Jaang. (KMF)

Penulis: Setiabudi —Editor: Doni
Share on:

Awalnya lawan politik menari-nari gembira ketika pak barkati babak belur dihajar oleh postingan dan komentar netizen di medsos. Mereka mungkin sudah yakin bahwa nama Barkati akan jatuh karena polemik "resepsi pernikahan" yang sudah berhasil digoreng serenyah-renyahnya. "Ini kesempatan menjatuhkan Barkati sebelum pemilihan" mungkin itu yang ada di benak mereka.

Ibarat beras, masakan pak Barkati untuk menghadapi pemilukada tahun depan sudah terlanjur menjadi bubur. Namun pak Barkati bukan orang bodoh, beliau meski baru terjun di dunia politik namun sudah lama berkecimpung di dunia ormas yang iklimnya tak kalah mengerikan dibanding politik. 

Ibarat bubur, pak Barkati dengan dukungan orang disekelilingnya tahu kapan dan bagaimana memodifikasi bubur nasi itu berubah nama menjadi Bubur ayam yang lezat, gurih dan digemari banyak orang.

Walhasil, dengan keputusan dan pengumumannya di saat yang tepat, kini caci maki dan sumpah serapah berbalik menjadi simpati dan kekaguman. Banyak orang yang awalnya mencela pak Barkati malah berbalik memuji. Bahkan sekarang begitu banyak masyarakat yang dengan lantangnya mengatakan akan mendukung Barkati sebagai Walikota periode mendatang. 

Ya, kecuali tentunya mereka yang kemarin mencaci maki karena motif politik, sikap bijaksana dan mulia yang ditunjukan pak Barkati ini justeru membuat mereka gusar. Mengapa gusar? Karena usaha susah payah yang mereka lakukan untuk menggiring opini buruk terhadap pak Barkati beberapa hari ini berakhir mentah. 

Berbeda tentunya dengan masyarakat yang murni marah-marah kemarin karena kekhawatiran akan wabah corona. Mereka tak punya tendensi politik. Mereka bertindak murni karena hati nurani. Dimana saat mereka beranggapan pemimpinnya tidak perduli nasib rakyat mereka akan berontak. Dan begitu mereka sadar bahwa pemimpinnya mendahulukan kepentingan mereka bahkan dengan mengorbankan kepentingan si pemimpin itu sendiri, mereka akan sangat simpati dam berterimakasih.

Wallahu a'lam
Share on:
 
 
Perbedaan pendapat hingga berujung perdebatan "dahsyat" di kalangan ahli ilmu itu adalah hal yang wajar dan biasa saja. Itu bukanlah sebuah aib, karena memang Allah dan RasulNya sendiri membuka peluang untuk berkembangnya interpretasi dalam banyak persoalan agama. 

Sudah teramat masyhur -misalnya- perbedaan pendapat antara Imam Syafi'i dengan murid beliau Imam Ahmad soal Qunut Subuh. Juga berbedaan para ulama salaf dalam persoalan-persoalan furu' yang lain dalam syari'at bahkan cabang aqidah. 

Namun hal yang patut untuk kita garisbawahi bahkan catat dari sejarah 'khilafiyah' para ulama tersebut adalah bahwa pertarungan mereka hanyalah dalam ranah ilmiah. Jadi dalam berargumen mereka tidak menggunakan caci maki dan hinaan terhadap pribadi sesama ulama. 

Kalaupun ada ujaran yang agak keras dan tajam biasanya kepada sifat bukan kepada oknum atau individu. Kecuali tentunya dalam ilmu jarh wa ta'dil guna menilai tingkat ke tsiqohan (kepercayaan) terhadap seorang periwayat hadits. Maka mau tidak mau harus menyebutkan keburukan seseorang sebagai pertimbangan menilai keshahihan riwayat yang disampaikanya. 

Adapun dalam muamalah (pergaulan) mereka, kebanyakan ulama besar tetap baik bahkan saling mencintai dan bertoleransi. Kita tentu sering diceritakan bagaimana Imam Syafi'i yang mensunnahkan Qunut subuh tidak melakukannya saat menjadi imam bagi imam Ahmad. Demikian pula sebaliknya sang murid, Imam Aahmad yang tak mensunnahkannya justeru membaca qubut subuh dalam rangka menghormati dan memuliakan gurunya. 

Berbeda dengan sebagian muqollid (pengikut) mereka, apalagi di jaman sekarang ini, sering sekali perdebatan soal khilafiyah ini dibumbui sumpah serapah dan caci maki bahkan hingga mencederai harga diri orang lain. Sering kalimat berisi vonis seperti bodoh, goblok, tolol, munafiq, ahli bid'ah hingga syirik dan kafir begitu mudah diucapkan atau dituliskan. 

Padahal yang berdebat bukanlah ulama besar yang derajat keilmuannya setara dengan Imam Syafi'i, Imam Nawawi, Imam Ibnu hajar, Imam As Suyuti dan imam-imam besar lainnya. Namun sikap ngotot dan ingin menang sendiri itu begitu terasa saat kita menyaksikan diskursus masalah keagamaan ini.  

Apalagi di media sosial, seorang yang membaca Al Qur'an belum lancar saja tidak terhalang untuk membully para ahli ilmu yang hafal Al Qur'an dan Hadits lengkap dengan aneka ilmu "turunannya".

Ya, karena sarana komunikasi saat ini sangat memungkinkan bagi siapapun berinteraksi dengan siapa saja tanpa dibatasi aturan protokuler ataupun prosedur rumit sebagaimana di dunia nyata. Asal punya gadget dan paket internet, kita bisa menjelajah dunia hingga masuk ke kamar pribadi para tokoh. 

Untuk bertemu dengan seorang ulama internasional mislnya, kalau mencari ke rumahnya selain mungkin biaya transportasi yang mahal, sudah sampai ke rumahnyapun belum tentu bisa bertemu wajah, karena si ulama padat jadwalnya sehingga tidak berada di tempat. 

Namun bila tahu akun sosial media si ulama, maka dengan gampangnya seseorang menyampikan isi hatinya. Tinggal berkomentar atau menjapri melalui mesenjer, ia bisa menulis bantahan kritik hingga caci maki dan bully kepada si ulama. 

Kadang kita miris ketika membuka akun medsos para ahli ilmu. Postingan beliau-beliau tersebut hampir tidak pernah kosong dari komentar yang nyinyir hingga memaki. Hampir tidak ada lagi rasa sungkan apalagi sikap hormat terhadap orang alim yang berbeda kelompok atau pemahaman dengan si komentator. 

Ngeri memang... Tapi rasanya kita sudah tidak mungkin merubah budaya medsos yang seperti ini, kecuali dari diri kita sendiri. Mulai dengan menahan diri kita sendiri agar tidak bersikap kurang ajar terhadap para tokoh terutama para ahli ilmu khususnya tokoh dan ahli ilmu dari mereka yang tidak sekelompok dengan kita. 

Saudaraku,  kepada sesembahannya  orang musyrik yang notabene adalah "berhala atau thogut" saja kita dilarang oleh agama untuk mencaci maki, apalah lagi kepada para ulama yang tentu saja sangat jauh ilmunya di atas kita, terlepas apakah pemahamannya kita anggap benar atau salah. 

Semoga kita selalu dijaga oleh Allah agar istiqomah dalam akhlaqul kaarimah, sehingga tuturkata, sikap dan perbuatan kita ko sisten dalam kesantunn dan kemuliaan adab sehingga perbedaan paham tidak menyebabkan kita menghalalkan ucapan dan perbuatan buruk... Aamiin
Share on:

Seseorang update status soal konflik rumah tangga di facebook itu sebenarnya bukan untuk menyelesaikan masalah, tapi hanya memuaskan perasaan dalam hati. Dan pasti akan berakhir dengan penyesalan. Cepat atau lambat. 

Tidak ada masalah yang menjadi selesai dengan mengumbarnya kepada khalayak. Yang ada justeru memperlebar "cacat" memperbanyak komentar dan membuka keburukan diri sendiri yang berujung pada jatuhnya harga diri. 

Masalah rumah tangga, kantor, organisasi bahkan diri sendiri yang tidak layak dikonsumsi publik selayaknya diselesaikan dengan cara yang baik. Kalaupun harus mengambil jalan paling ekstrim, ya dilaporkan ke aparat penegak hukum sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Tentu kalau bisa janganlah smpai kesana. 

Cara yang paling bijak adalah dengan mengkomunikasikan segala hal yang menjadi permasalahan. Bilapun pihak-pihak yang sedang berkonflik sulit untuk saling mengungkapkan isi hatinya maka sebaiknya dicari mediator. 

Mediator yang dipilihpun tidak asal pilih saja. Alangkah bagusnya sosok yang dituakan atau orang yang dihormati oleh para pihak yang bermasalah. Nah, kepada tokoh inilah tempatnya semua pihak curhat menyampaiikan 'kebenaran' versinya masing-masing. Bukan curhat di medsos yang malah mengundang komentar provokasi.

Sering orang-orang yang berseteru itu sama-sama merasa benar. Mereka hanya tidak menemukan cara maupun narasi yang bisa menyelaraskan kebenaran tersebut. Maka dengan tokoh yang bijaksana sebagai mediator itulah diharapkan kebenaran dari dua versi ini bisa dikompromikan dan salahpaham yang terjadi bisa diluruskan. Insya Allah.

Wallahu a'lam

( Abdillah Syafei) 



Share on:

Jangan dikira bahwa yang namanya ibadah itu hanya "ritual" shalat, puasa ataupun ibadah haji. Urusan dunia, bahkan percintaan sekalipun bisa bernilai ibadah di sisi Allah bila dilakukan sesuai dengan ajaran agama. 

Islam mengajarkan bahwa kedudukan seorang wanita, termasuk istri adalah sangat istimewa. Kehadirannya dalam kehidupan seorang lelaki menjadi penyempurna kehidupan beragama si lelaki tersebut. Artinya, pernikahan adalah ibadah yang sangat penting dalam ajaran agama. 

Kembali ke soal istri. Istri adalah amanah besar yang dibebankan ke pundak seorang lelaki (suami). Ia tidak hanya boleh bersenang-senang dan berkasih sayang secara seksual, namun juga ada tugas dan tanggung jawab. Lelaki wajib menafkahi, mendidik dan mengajak serta mendampingi istrinya dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. 

Ada kewajiban yang bertambah pada diri seorang lelaki ketika dia telah menikahi seorang wanita. Ia telah mengambil alih sebagian besar tugas penjagaan, pendidikan.dan pemenuhan kebutuhan (jasmani-rohani)dari orang tua si perempuan. Dan itu tentu sangat berat.

Namun bagi laki-laki yang beriman kepada Allah, limpahan tanggung jawab tersebut pasti akan dilaksanakan dengan sepenuh hati. Pernikahan adalah ibadah maka membimbing dan mengayomi istri merupakan rangkaian penting bahkan utama dalam ibadah tersebut.... Wallahu a'lam

Samarinda, 25 Mei 2019

(Abdillah Syafei)



Share on:

SAMARINDA. Kelurahan Karang Asam menggelar Pelatihan Pengurusan Jenazah (Fardu Kifayah) untuk warga sekitarnya dengan dihadiri Wakil Walikota Samarinda M. Barkati ini dilaksanakan di Majelis Ta’lim Raudhatul Akhyar pimpinan guru KH Ahmad Riduan, Kamis (19/09).

“Saya sangat bangga ada kegiatan seperti ini. Karena untuk pelatihan pengurusan jenazah (fardhu kifayah, red) itu acara paling langka. Saya ingat dulu untuk mengurus jenazah sulit mencari orang yang bisa, perlu lari ke kampung orang dan sangat merepotkan,” ujar Wawali dalam sambutannya. 

Selain mengapresiasi, Barkati juga berharap agar pelatihan ini bisa dilaksanakan di setiap kelurahan se-Samarinda. 

“Kalau perlu dibikinkan satu yayasan yang khusus menangani pelaksanaan Kepengurusan jenazah agar warga Samarinda yang ditempatnya tidak ada yang bisa mengurus jenazah bisa langsung menghubungi yayasan tersebut,” harapnya. (kmf15) 







Penulis: Thohir --Editor: Doni
Siaran Pers No.682/KM/KOMINFO/IX/2019
Tanggal 19 September 2019


Share on:

Memposting kegiatan sosial di medsos itu bagus, jangan langsung dibilang "Riya" demikian pula yang bergerak diam-diam sama bagusnya, karena masing-masing ada nilai positif dan negatifnya. Bagi kita bagusnya kedepankan baik sangka saja. 

Sebuah ormas atau pribadi yang sering dituduh buruk misalkan, ia perlu memposting kegiatannya di media sosial demi nama baik dan menghindarkan sesama manusia dari sifat buruk sangka. 

Mungkin ada yang berkata: "Ya biar saja orang menyangka buruk. Toh kita beramal tidak berharap pujian manusia juga!" 

Betul bahwa amal itu bukan untuk mencari pujian namun bagi sebuah organisasi dakwah kepercayaan masyarakat itu penting untuk kelancaran dakwah selanjutnya. Bukan untuk sekedar dapat pujian. Demikian pula untuk pribadi tokoh, citera baik di mata umat itu bukan sekedar untuk kebanggaan namun juga untuk lebih mempermudah menyebarkan ajakan kebaikan. 

Seorang kepala daerah misalnya. Nggak usah tingkat walikota atau gubernur, tingkat RT saja contohnya, ketika tidak ada berita bahwa RT mengurusi warganya yang tertimpa musibah, bisa saja ada yang berkomentar: "Keman saja nih pak RT nya, warga kesusahan dia malah nggak muncul..!"

Padahal mungkin hanya karena dia nggak memposting kegiatannya saja. Faktanya sejak hari pertama dia sudah mengeluarkan banyak dana dan  sibuk mengurusi warga sehingga lupa selfi-selfi dan mengupload foto ke sosial media. Akhirnya banyak warga RT sebelah dan warganya sendiri (yang malas keluar rumah) jadi berdosa karena ikut mencaci maki. 

Jadi memposting (mempublikasikan) aneka kegiatan sosial tidak bisa serta-merta diartikan riya dan tidak ikhlas beramal, atau hanya mengejar pujian. Publikasi itu kadang penting demi menyelamatkan  orang lain dari prasangka buruk terhadap kita dan organisasi kita sekaligus membuka jalan yang lebih mudah untuk aneka kegiatan lainnya dengan adanya kepercayaan umat (rakyat). 

Terus, yang berkegiatan sosial diam-diam bagaimana? Nah, itu juga bagus ketika mereka memandang cara itu mungkin lebih besar manfaatnya. Manfaat apa? Ya masing-masing tentu punya pertimbangannya sendiri. Bisa jadi karena memang menjaga keikhlasan dan menentramkan hati dalam beramal shalih. Dan mungkin ia merasa bahwa untuk dia atau organisasinya tidak ada urgensi yang terlalu besar dengan publikasi.

Pendek kata, mau dipublis ataukah diam-diam, kita baik sangka saja bahwa tentu organisasi dan individu yang melakukannya memiliki tujuan baik yang ingin mereka capai. Yang penting cara yang manapun yang kita pilih, niat "lillahi ta'ala" dan keikhlasan di hati harus nomor satu. 

Wallahu a'lam


dari www.gurusyafei.online

Share on:

Oleh: Abdillah Syafei

HIKMAH JUM'AT: Bagus dan memang kalau bisa, kita sebaiknya punya banyak simpanan uang dan aset lainnya. Kalau bisa apa salahnya punya perusahan yang proyeknya milyaran bahkan trilyunan. Tidak salah semua itu, bahkan perlu. Namun kita tetap harus sadar bahwa kekayaan sejati hanya bisa dirasakan oleh orang yang qonaah dan sabar dalam menjalani ikhtiar.

Apalah arti uang berlimpah tersimpan di bank, bila hati tidak pernah merasa cukup, hingga menghalalkan segala cara untuk menguasai harta orang lain dengan jalan yang tidak halal. 

Untuk apa limpahan materi dan aset yang banyak bila semua itu hanya untuk koleksi dan kebanggaan, tidak tergerak hati untuk menjadikannya pahala dengan beramal shalih membantu mereka yang kesusahan atau untuk waqaf jariyah?

Apalah gunanya proyek trilyunan dan perusahaan yang jumlahnya puluhan, bila untuk menunaikan hak buruh dan pegawai begitu sulit cairnya. Padahal itu hak mereka yang diperjuangkan hingga kering keringatnya. Buat apa jabatan tinggi di kantor bila sikapnya dzalim dan gemar menahan hak orang lain?

Itu yang kaya beneran, asetnya nyata, dan jabatannya bukan sekedar boneka. Apalah lagi yang kesuksesannya masih berupa mimpi, aset dan kekayaannya masih fiksi dan jabatan yang dia sandangpun hanya sebagai "boneka barbie" ?

Wallahu a'lam

Share on:
  • ← Previous post
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Advertorial
  • Agama
  • astrologers
  • astrology
  • Balikpapan
  • Banjar
  • Banjir
  • Bencana
  • blood sugar
  • blood sugar control
  • body weight
  • Budaya
  • business
  • Catatan Ismunandar
  • chronic conditions and diseases
  • Covi-19
  • diabetes
  • diet and nutrition
  • donations
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi
  • entertainment
  • exercise
  • exercise equipment
  • fitness
  • food and drink
  • government
  • Headline
  • health
  • health & fitness
  • health & fitness
  • health advice
  • health and exercise
  • health and healthcare economics
  • health benefits
  • health insurance
  • health risks
  • health tips
  • healthcare and medicine
  • healthcare industry
  • heart diseases
  • Hedline
  • Hiburan
  • Hikmah
  • horoscopes
  • Hukum
  • illness
  • incident
  • insurance
  • Internasional
  • Iptek
  • jobs and careers
  • Kalteng
  • Kaltim
  • Kasus
  • Keamanan
  • Kependudukan
  • Kesehatan
  • Kominfo
  • Komunitas
  • Kota
  • Kriminal
  • Kukar
  • Kuliner
  • Kursus
  • Kutim
  • lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • local news
  • Mahulu
  • medical conditions and diseases
  • medicine and healthcare
  • Medsos
  • metabolism
  • Motivasi
  • Nasional
  • news
  • Nusantara
  • Olah Raga
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Paser
  • Pejabat
  • Pembamgunan
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pemkot
  • Pendidikan
  • Perpustakaan
  • PKK
  • politics
  • politics and government
  • Politik
  • PPU
  • Prestasi
  • public health
  • Ramadhan
  • running and fitness
  • sagittarius
  • Samarinda
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosiail
  • Sosial
  • spirituality
  • sports
  • sports injuries
  • Tokoh
  • Video
  • Wanita
  • working out
latest posts
latest comments
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home