SAMARINDA. Begitu besarnya pengorbanan yang ditunjukkan Wakil Walikota Samarinda M Barkati, rencana resepsi pernikahan putrinya, Minggu 22 Maret terpaksa harus ditunda demi kemanusiaan. Setelah diputuskan ditundanya resespsi pernikahan itu, Barkati langsung menyedekahkan konsumsi ke panti sosial, sejumlah masjid dan beberapa panti jompo yang di Kota Samarinda.
Didampingi Asisten III Setkot Samarinda Ali Fitri Noor, panitia acara resepsi, Wawali langsung menyerahkan konsumsi yang cukup besar itu ke Pondok Pesantren Nur Fisabillah, Pondok Pesantren Tahfizh, Ponpes Graha Rama, Ponpes Hidayatullah, Ponpes di Sentosa Dalam, Ponpes di Lok Bahu dan Panti Jompo di Jl Remaja.
Sedekah dari konsumsi ini menurut Barkati bisa dinikmati oleh semua penghuni Ponpes dan panti jompo yang diserahkan Minggu 22 Maret 2020.
Di lain pihak Walikota Samarinda, Syaharie Jaang mengapresiasi keputusan yang diambil oleh Barkati.
“Dengan persiapan sudah matang ini, tentunya bukan keputusan yang gampang. Hal inilah yang patut diapresiasi dan semoga Kota Samarinda selalu dijauhkan dari musibah dan marabahaya,” tutur Jaang. (KMF)
Penulis: Setiabudi —Editor: Doni
SAMARINDA. Masih dalam rangkaian memperingati Hari Jadi Kota Samarinda Ke 352 dan HUT Pemerintah Kota Samarinda Ke 60, Walikota Samarinda Syaharie Jaang melanjutkan agenda ziarah Pemkot Samarinda ke makam para pemimpin Kota Tepian ini, Rabu (22/01).
Pagi tadi Jaang bersama rombongan melakukan ziarah ke makam Walikota Samarinda Periode 1980-1985, Drs H Anang Hasyim dan Wakil Walikota Samarinda Periode 2010-2015, 2016-2018, Ir H Nusyirwan Ismail M.Si di Pemakaman Muslimin Jl Abul Hasan, Samarinda.
Selain Walikota Samarinda, tampak Wakil Walikota Samarinda M Barkati, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin, Asisten I Tejo Sutarnoto, Asisten III Ali Fitri Noor yang turut memanjatkan doa dan menabur bunga di atas pusara.
Walikota dan Wawali sebelumnya maraton melakukan ziarah ke makam para pemimpin pendahulu mereka, yakni Drs H Abdul Waris Husain dan Dr H Acmad Amins MM.
"Ziarah ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin pendahulu kita, bertemu keluarga almarhum sekaligus mengenang jasa'jasa mereka. Sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu mengenang jasa para pemimpin sebelumnya. Kita mendoakan mereka agar segala amal ibadahnya diterima dan dilapangkan kuburnya," ungkap Jaang saat melakukan tabur bunga. (KMF13)
Penulis: Ferdy —Editor: Doni
Siaran Pers No.966/KM/KOMINFO/I/2020
Tanggal 22 Januari 2020
SAMARINDA. Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dan Wakil Walikota Samarinda Muhammad Barkati bersama Ketua Legiun Veteran Kalimantan Timur Muhammad Amin Jama beserta jajaranya mengikuti ragkaian kegiatan memperingati HUT Ke 63 LVRI di Gedung Joeang Graha Purna Yudha, Jl Harmonika, Selasa (7/1).
Di penghujung tahun 1956 dalam Musyawarah Nasional di Jakarta yang diikuti oleh sebanyak 130 organisasi berkas pejuang bersenjata dari seluruh Indonesia terdiri atas berbagai suku, ras dan agama, membuktikan persatuan dan kesatuan telah dapat memenangkan perang kemerdekan mengusir bangsa penjajah.
Kesadaran akan persatuan dan kesatuan bangsa dalam koridor Bhinneka Tunggal Ika itu pula lah yang dapat memotivasi berfungsinya organisasi-organisasi peserta Musyawarah Nasional menjadi LVRI Indonesia.
“Saya berpesan agar kita semua bisa menjadi motivator untuk menghidupkan makna pemahaman arti dari Bhinneka Tunggal Ika di dalam negara kita bermasyarakat yang berkembang untuk bisa hidup yang selaras dan selalu mendambakan perdamaian,” tuturnya.
Menurutnya, kebhinnekaan sudah merupakan kenyataan dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara, serta LVRI telah berhasil mengawal hal tersebut sampai dengan saat ini. Sementara Wakil Walikota Samarinda mengatakan keberagaman suku, ras dan agama yang merupakan ciri kelebihan negara Indonesia dengan masyarakat yang majemuk, ditetapkan dalam konstitusi menjadi lambang NKRI. (KMF14)
Penulis : Fany Dwi —Editor: Doni
Siaran Pers No.946/KM/KOMINFO/I/2020
Tanggal 7 Januari 2020
SAMARINDA. Kembali Program Corporate Social Responsibility memberi warna dalam pembangunan di Kota Samarinda. Kali ini CSR dari PT PLN dengan membangun Taman Kota dan Monumen Pesut Mahakam di jalan baru Jembatan Mahakam Kembar.
Peresmian ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Wakil Walikota Samarinda, Muhammad Barkati didampingi Manager Jaringan PLN UP3 Samarinda Hendratua P Manurung dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurahmani, Rabu (20/11) malam.
Tidak hanya sekedar Monumen patung pesut saja, tetapi taman ini juga dihiasi oleh berbagai macam lampion dengan berbagai corak motif Sarung Samarinda. Hal ini menambah kesan kepada setiap masyarakat yang melintasi Jembatan Mahakam yang menjadi herbang utama Kota Samarinda.
Barkati mengapresiasi dukungan CSR PLN Peduli ini. Bahkan ia menilai tidak sedikit perusahan besar yang ada di Kota Samarinda.
"Tentunya kedepan untuk memperindah kota kita ini tidak usah lagi memakai anggaran APBD, dengan kerjasama pihak ketiga kita bisa mewujudkannya. Contohnya seperti Taman Samarendah dan Taman Kota Monumen Pesut Mahakam ini," ujarnya.
Hendratua memberikan apresiasi terhadap kerjasama antara PLN dan DLH yang bisa mewujudkan taman kota dalam kerjasamanya.
"Apabila ada kerjasama kembali untuk membuat taman mengindahkan Kota Samarinda, kita siap menanam kabelnya," ujar Hendra.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Nurahmani berharap agar kedepannya Taman Kota di kawasan Jembatan Kembar ini bisa ditambah lagi dan tidak hanya memperindah, tapi juga menciptakan cerita tersirat untuk warga Samarinda maupun wisatawan. (kmf15)
Penulis: Thohir --Editor: Doni
Siaran Pers No.840/KM/KOMINFO/XI/2019
Tanggal 21 November 2019
Saya adalah salah seorang saksi mata kunjungan Presiden BJ Habibie ke Bengkuring, meskipun hanya bisa melihat acara dari jauh. Waktu itu tanggal 5 Agustus 1999 saya sudah menjadi guru di satu-satunya sekolahan yang ada di komplek Perumnas Bengkuring yakni SMPN 29 Samarinda.
Sempat setahun lebih merasakan berangkat dan pulang mengajar melewati jalan perumahan yang becek kalau hujan, saya sangat bersyukur dengan kehadiran beliau. Bagaimana tidak, menjelang kunjungan presiden ke-3 ini jalan perumahan yang sering tidak bisa dilewatipun dalam waktu singkat sudah beraspal hotmix. Mulus hingga ke dalam perumahan.
Padahal sebelumnya untuk bisa sampai ke SMPN 29 Samarinda yanga da di tengah komplek kami butuh perjuangan berat. Hujan sedikit saja alamat sekolah bisa libur karena guru maupun siswa sama-sama tidak bisa menuju lokasi.
Saya masih ingat bagaimana perumahan yang semula sepi, fasilitasnya masih minim berubah drastis menjadi terlengkapi aneka kebutuhannya. Orangpun berbondong-bondong membeli rumah di sini sehingga perkembangan pemukiman eks warga bantaran sungai karangmumus ini menjadi sangat pesat.
Di awal saya bertugas di sini harga rumah masih sangat rendah, sekitar 7 jutaan saja. Banyak warga yang menjual jatah rumah mereka. Namun setelah kunjungan pak Habibi yang diiringi makin lengkapnya fasilitas di sini harga rumah meningkat pesat.
Kembali ke kunjungan pak Habibie, saya termasuk yang tidak mengetahui kalau saat itu beliau didemo oleh beberapa elemen masyarakat dan mahasiswa. Sebagai orang yang tengah berada di dalam komplek saya hanya melihat suasana yang meriah dan gembira. Bahkan tak terlihat pengamanan yang terlalu ketat.
Namun selepas pak Habibi dan rombongan meninggalkan komplek perumahan barulah saya sadar bahwa pengamanan saat itu sangat ketat. Rupanya sekeliling perumahan yang sangat luas itu sudah dikepung oleh aparat polisi dan TNI secara rahasia. Buktinya setelah rombongan presiden tidak ada, ratusan atau bahkan ribuat aparat bermunculan dari balik pohon dan semak di sekitar komplek.
Tampaknya sejak malam hingga selesai acara kunjungan presiden polisi dan tentara itu sudah bersembunyi. Tampak sekali kondisi mereka yang keluar dari persembunyiannya di rawa-rawa dengan pakaian belepotan lumpur. Dan dalam sekejap dalam komplek sudah dipenuhi aparat.
Penulis: Abdillah Syafei
(Mantan Wartawan Poskota Kaltim)
TENGGARONG. Walikota Samarinda Syaharie Jaang mengikuti rangkaian prosesi puncak Erau Adat Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, di Museum Keraton Kutai Kartanegara, Minggu (15/9).
Jaang yang menghadiri puncak Erau seusai pagi harinya melepas Fun Walk BPJS Ketenagakerjaan di GOR Segiri Samarinda, mengikuti prosesi adat dari awal hingga akhir, mulai prosesi mengulur naga hingga belimbur.
Menghadiri puncak adat Erau ini, tentunya sudah harus siap basah-basahan. Begitu pula dengan Jaang yang mengenakan baju nuansa Sarung Samarinda.
Saat mengikuti prosesi adat belimbur yang dilakukan oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Pangeran Aji Muhammad Arifin, Jaang pun harus rela untuk disiram air tuli atau air suci yang dibawa dari Kutai Lama oleh Sultan, menandai dimulainya adat belimbur atau bersiram-siraman untuk mensucikan diri.
"Tidak boleh marah. Ini adat yang harus dilestarikan dan dibudayakan. Tentunya juga seperti diharapkan adat ini tetap dipelihara dengan adab. Jangan sampai dikotori dengan hal-hal yang negatif. Jangan sampai ada menyiram dengan air kotor. Apalagi, tamu yang datang bukan hanya dari Kaltim, turis asing, raja-raja nusantara juga hadir, termasuk dari pulau Bali ada tadi," ucap Jaang.
Tampak hadir Bupati Kukar Edi Damansyah, Sekda Kukar Sunggono, Kepala BPK RI Perwakilan Kaltim Dadek, Dandim Balikpapan Kolonel Inf Muhammad Eliyas, Kasi Pers Korem 091 ASN Letkol Inf Windarto dan Forkopimda Kukar, tokoh masyarakat dan agama se Kukar, Raja dan Sultan se Nusantara.(kmf2)
Penulis/Editor: Doni
Siaran Pers No.670/KM/KOMINFO/IX/2019
Tanggal 16 September 2019

Hari Kebangkitan Nasional di Kaltim bermula dari peringatan 40 Tahun Kebangunan Nasional di Samarinda pada 20 Mei 1948.
Peringatan itu dipimpin oleh Abdoel Moeis Hassan, sang pemimpin kaum pejuang pembela Republik Indonesia (Republiken) di Bumi Etam. Moeis Hassan menjabat sebagai Ketua Ikatan Nasional Indonesia Cabang Samarinda dan Ketua Front Nasional.
Lokasi peringatan di halaman Gedung Nasional (Jl. Panglima Batur) dirangkai dengan peletakan batu pertama pembuatan Tugu Kebangunan Nasional oleh calon Pahlawan Nasional tersebut.
***
#JasMerah
#JanganSekaliKaliMeninggalkanSejarah
*) Sumber facebook Muhammad Sarip:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2283685428379046&id=100002128340888

HABAR SAMARINDA: Hari ini (tanggal 17 lalu.red) 70 tahun yang lalu, pejuang Kalimantan mencetak sejarah. Di Kandangan (Kalsel), Hassan Basry membacakan Proklamasi Rakyat Indonesia yang setia kepada Republik Indonesia.
Hassan Basry adalah Pimpinan Umum ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan. Dengan Proklamasi yang ditandatanganinya tertanggal 17 Mei 1949 itu, ia mengumumkan berdirinya Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI.
Perang gerilya yang dikomandoi Hassan Basry sejak 1946 membuktikan bahwa rakyat Kalimantan tidak menyetujui adanya daerah-daerah otonom atau negara boneka Belanda. RI sendiri sejak Perjanjian Linggarjati terpaksa melepaskan Provinsi Kalimantan yang jatuh kembali ke jajahan Belanda.
Hassan Basry adalah urang Banjar kelahiran 1923. Beliau wafat tahun 1984. Pada tahun 2001 Presiden RI Abdurrahman Wahid menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Hassan Basry.
Hassan Basry merupakan urang Banjar kedua yang bergelar Pahlawan Nasional setelah Pangeran Antasari. Kini, sudah ada empat urang Banjar yang menjadi Pahlawan Nasional. Dua lainnya adalah K.H. Idham Chalid dan P.M. Noor.
***
17 Mei Hari Proklamasi Rakyat Kalimantan (Selatan) Indonesia
17 Mei Hari Buku Nasional
SUMBER: Akun facebook bpk. Muhammad Sarip. https://www.facebook.com/100002128340888/posts/2278926828854906/