Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home
  • Features
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Seo Service
  • Documentation
  • Download This Template

CATEGORY >

Tampilkan postingan dengan label healthcare and medicine. Tampilkan semua postingan

HIDUPSEHAT, TALIABU - Dinas Kesehatan Pulau Taliabu, Maluku Utara, menjalankan program kesehatan gratis atau PKG.

Program tindaklanjut Asta Cita Presiden Prabowo Subianto itu, dihelat di Eks Kantor Bupati Pulau Taliabu, Kamis (18/4/2025).

Observasi HIDUPSEHAT, pemeriksaan kesehatan melibatkan 50 Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2025 serta sebagian besar staf yang berada dalam cakupan Pemkab Pulau Taliabu.

Kepala Dinas Kesehatan Pulau Taliabu, Kuraisia Marsaoly, mengatakan sasaran pelayanan kesehatan gratis ini mencapai ribuan orang, termasuk para CJH.

"Kuraisia mengatakan bahwa mereka diatur oleh Kemenag Pulau Taliabu untuk mengepalai sekitar 50 jemaah haji berstatus lanjut usia yang hadir pada acara pemeriksaan kesehatan cuma-cuma," ungkapnya, Jumat (18/4/2025).

Selain itu, Kuraisia juga mengucapkan terima kasih kepada para pegawai yang sudah mendukung program Asta Cita tersebut.

"Terimakasih kepada Kemenag Pulau Taliabu dan ASN yang sudah berpartisipasi mendukung program kesehatan gratis."

"Setelah pemeriksaan, nantinya ada rekomendasi dokter yang perlu di taati untuk menjaga kondisi kesehatan," pungkasnya. (*)

Share on:

PR GARUT — Masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan dalam kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) pernah merasa khawatir akibat unggahan beredar di media sosial yang mengklaim bahwa keanggotaannya dapat dicabut apabila tidak dilakukan kunjungan medis minimal satu kali sebulan. Postingan itu menganjurkan para pengguna supaya secara teratur melakukan pemeriksaan kesehatan, bahkan kalau pun cuma pengecekan sederhana di puskesmas, guna mencegah BPJS dinyatakan sebagai non-aktif.

Namun, BPJS Kesehatan menyatakan bahwa informasi itu belum tentu akurat. Menurut Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, pembatalan keikutsertaan BPJS Kesehatan untuk segmen PBI bukan didasarkan pada seberapa sering pesertanya menggunakan fasilitas kesehatan.

"Alasan utama untuk menonaktifkan status peserta PBI adalah apabila peserta telah dikeluarkan dari daftar orang miskin atau rentan yang ada di Database Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," jelas Rizzky ketika diwawancara pada hari Senin, 14 April 2025.

Pencabutan status dijalankan oleh Departemen Sosial sesuai dengan temuan dari proses pengkajian dan pengecekan informasi yang mengindikasikan bahwa individu tersebut sudah tidak layak mendapatkan dukungan finansial.

Beberapa alasan mengapa peserta PBI dianggap tidak memenuhi kriteria lagi meliputi:

- Peserta telah mampu membayar iuran sendiri

- Keberadaan peserta tidak terdeteksi

- Keanggotaannya diubah menjadi karyawan yang dibayar gaji dan biaya ditanggung oleh perusahaannya.

- Para peserta beralih ke segmen mandiri atau disebut juga sebagai Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Langkah untuk Memulihkan Keanggotaan PBI

Rizzky menyebutkan bahwa peserta PBI yang telah dinonaktifkan masih bisa memperbarui status kepesertaan mereka. Namun, terdapat batas waktu hingga enam bulan sejak tanggal penonaktifan.

"Apabila selama periode itu peserta dinilai tetap memenuhi kriteria, mereka bisa mengaktifkan kembali statusnya dengan menyerahkan dokumen kepada Dinas Sosial terdekat," tandasnya.

Berikut adalah tahapan-tahapan untuk mengaktifkan kembali peserta BPJS Kesehatan PBI:

1. Telepon Layanan Perawatan BPJS Kesehatan di nomor 165 jika ingin memeriksa status keanggotaannya.

2. Kunjungi Kantor Dinas Sosial di area Anda sambil membawa Kartu JKN, KTP, serta KK.

3. Departemen Sosial akan mengecek kelengkapan data sesuai dengan informasi terbaru untuk menentukan kelayakannya.

4. Apabila dinilai memenuhi syarat, dokumen pengantar akan dicetak dan dikirim kepada BPJS Kesehatan guna menyelesaikan langkahaktivasi kembali.

Jika status telah tidak aktif selama lebih dari 6 bulan, peserta perlu diregistrasi kembali di DTKS melalui Dinas Sosial supaya dapat mengakses kembali bantuan PBI.

Oleh karena itu, menggunakan jasa BPJS Kesehatan tiap bulan tidak selalu menjadi kriteria utama agar keanggotaannya tetap aktif. Hal yang lebih penting ialah menjamin bahwa kondisi sosioekonomi peserta masih sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah. ***

Share on:

PR GARUT — Masyarakat yang menjadi peserta BPJS Kesehatan dalam kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI) pernah merasa khawatir akibat unggahan beredar di media sosial yang mengklaim bahwa keanggotaannya dapat dicabut apabila tidak dilakukan kunjungan medis minimal satu kali sebulan. Postingan itu menganjurkan para pengguna supaya secara teratur melakukan pemeriksaan kesehatan, bahkan kalau pun cuma pengecekan sederhana di puskesmas, guna mencegah BPJS dinyatakan sebagai non-aktif.

Namun, BPJS Kesehatan menyatakan bahwa informasi itu belum tentu akurat. Menurut Asisten Deputi Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Masyarakat BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, pembatalan keikutsertaan BPJS Kesehatan untuk segmen PBI bukan didasarkan pada seberapa sering pesertanya menggunakan fasilitas kesehatan.

"Alasan utama untuk menonaktifkan status peserta PBI adalah apabila peserta telah dikeluarkan dari daftar orang miskin atau rentan yang ada di Database Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," jelas Rizzky ketika diwawancara pada hari Senin, 14 April 2025.

Pencabutan status dijalankan oleh Departemen Sosial sesuai dengan temuan dari proses pengkajian dan pengecekan informasi yang mengindikasikan bahwa individu tersebut sudah tidak layak mendapatkan dukungan finansial.

Beberapa alasan mengapa peserta PBI dianggap tidak memenuhi kriteria lagi meliputi:

- Peserta telah mampu membayar iuran sendiri

- Keberadaan peserta tidak terdeteksi

- Keanggotaannya diubah menjadi karyawan yang dibayar gaji dan biaya ditanggung oleh perusahaannya.

- Para peserta beralih ke segmen mandiri atau disebut juga sebagai Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Langkah untuk Memulihkan Keanggotaan PBI

Rizzky menyebutkan bahwa peserta PBI yang telah dinonaktifkan masih bisa memperbarui status kepesertaan mereka. Namun, terdapat batas waktu hingga enam bulan sejak tanggal penonaktifan.

"Apabila selama periode itu peserta dinilai tetap memenuhi kriteria, mereka bisa mengaktifkan kembali statusnya dengan menyerahkan dokumen kepada Dinas Sosial terdekat," tandasnya.

Berikut adalah tahapan-tahapan untuk mengaktifkan kembali peserta BPJS Kesehatan PBI:

1. Telepon Layanan Perawatan BPJS Kesehatan di nomor 165 jika ingin memeriksa status keanggotaannya.

2. Kunjungi Kantor Dinas Sosial di area Anda sambil membawa Kartu JKN, KTP, serta KK.

3. Departemen Sosial akan mengecek kelengkapan data sesuai dengan informasi terbaru untuk menentukan kelayakannya.

4. Apabila dinilai memenuhi syarat, dokumen pengantar akan dicetak dan dikirim kepada BPJS Kesehatan guna menyelesaikan langkahaktivasi kembali.

Jika status telah tidak aktif selama lebih dari 6 bulan, peserta perlu diregistrasi kembali di DTKS melalui Dinas Sosial supaya dapat mengakses kembali bantuan PBI.

Oleh karena itu, menggunakan jasa BPJS Kesehatan tiap bulan tidak selalu menjadi kriteria utama agar keanggotaannya tetap aktif. Hal yang lebih penting ialah menjamin bahwa kondisi sosioekonomi peserta masih sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pemerintah. ***

Share on:

Laporan oleh wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

SELALUSEHAT, KLATEN - Dinkes Kabupaten Klaten mengalihkan pelayanan kesehatan untuk para korban keracunan di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, pada hari Kamis tanggal 17 April 2025.

Perpindahannya terjadi sesudah penutupan pos kesehatan yang dibuat di Dukuh Bendungan, Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, pada hari Rabu (17/4/2025).

Anggit Budiarto, kepala Dinkes Klaten mengatakan bahwa penutupan tersebut dilaksanakan setelah mereka menegaskan tidak adanya tambahan pasien yang terkena dampak dari kasus keracunan masal.

"Maka untuk posko telah ditutupkan, berdasarkan alasan situasinya yang diberitahukan oleh Ibu Kecamatan serta Bapak Kepala Puskesmas Gantiwarno," Kamis (17/4/2025).

"Tetapi kami masih memberikan layanan sebagaimana di Posko, hanya saja lokasinya yang berubah menjadi Puskesmas Gantiwarno," jelasnya.

Seperti yang telah dikenali, posko kesehatan itu dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Klaten lewat Dinas Kesehatan Klaten serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klaten guna mengatasi para korban yang dicurigai terkena racun setelah makan santapan yang dihidangkan dalam perayaan halal bihalal dan pertunjukan wayangkulit pada hari Sabtu (12/4/2025) malam.

Tempat penampungan itu secara resmi tutup setelah berfungsi selama tiga hari, mulai dari Senin (14/4/2025) sampai dengan Rabu (17/4/2025).

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh TribunSolo.com, jumlah kasus keracunan massal mencapai 160 orang. Dari angka tersebut, 64 sudah dipulangkan setelah pulih, sementara 23 lainnya masih dirawat di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Klaten.

Namun, seorang korban dilaporkan telah meninggal dunia setelah menerima pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Suradji Tirtonegoro, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, pada hari Senin tanggal 14 April 2025 malam. (*)

Share on:

Diabetes serta gangguan jantung merupakan dua tantangan utama dalam bidang kesehatan yang cenderung berhubungan satu sama lain. Seseorang dengan kondisi diabetes akan meningkatkan peluang terkena penyakit jantung daripada orang yang bukan penderitanya.

Bahkan, penyakit jantung menjadi salah satu penyebab utama kematian di antara penderita diabetes. Namun, bagaimana sebenarnya diabetes dapat memicu masalah pada jantung?

Yuk, intip seperti apa hubungan kompleks antara diabetes dan penyakit jantung, serta bagaimana pasien diabetes dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko mereka terkena penyakit jantung.

1. Hubungan antara diabetes dan penyakit jantung

Orang dewasa dengan diabetes memiliki kemungkinan dua hingga empat kali lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan dengan mereka tanpa diabetes.

Pasien diabetes sering kali memiliki banyak faktor risiko yang sama terkait penyakit jantung, seperti:

  • Memiliki tekanan darah tinggi: Terkena hipertensi dan diabetes menggandakan risiko seseorang terkena penyakit jantung.
  • Mempunyai tingkat kolesterol dan trigliserida di luar batas normal: Hal ini berkontribusi terhadap penumpukan plak di arteri dan merupakan faktor utama berkembangnya resistansi insulin.
  • Mengalami obesitas: Penurunan berat badan pada orang yang mengalami obesitas dan diabetes dapat mengurangi risiko kardiovaskular dan meningkatkan sensitivitas insulin.
  • Kurang melakukan aktivitas fisik: Berolahraga dapat menurunkan tekanan darah serta menjaga tingkat glukosa dalam darah dengan demikian meminimalkan peluang terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan stroke.

2. Bagaimana diabetes memengaruhi jantung?

Penyakit kardiovaskular, misalnya serangan jantung atau stroke, adalah alasan terbesar mengapa orang dengan diabetes meninggal dunia.

Pasien diabetes memiliki kemungkinan terkena stroke atau penyakit jantung sekitar dua kali lebih besar dibandingkan orang tanpa diabetes. Seiring waktu, kadar gula darah tinggi akibat diabetes dapat merusak pembuluh darah di jantung, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya timbunan lemak.

Makin lama seseorang terkena diabetes, makin tinggi kemungkinan terkena penyakit jantung. Sekitar 30 persen pasien diabetes tipe 2 juga memiliki penyakit kardiovaskular. Ini karena orang dengan diabetes juga lebih mungkin mengalami masalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau kelebihan berat badan, yang semuanya dapat menyebabkan penyakit jantung.

3. Inflamasi dan kemungkinan terkena penyakit jantung

Diabetes bisa mengakibatkan peradangan secara persisten di dalam tubuh, sehingga ikut serta dalam proses timbulnya penyakit jantung. Tingginya kadar glukosa dalam darah mampu merusak sel-sel endothelial pada tembok arteri, yang lalu menimbulkan respon inflamasi tersebut. Inflamasi ini memiliki peranan penting dalam terjadinya penumpukan plak dan pengerasan arteri.

Peradangan kronis yang disebabkan oleh diabetes dapat mempercepat proses aterosklerosis, sehingga meningkatkan risiko kejadian jantung seperti serangan jantung dan kegagalan jantung.

4. Kompleksitas Masalah Jantung yang Dialami Pasien Diabetes

Kombinasi dari kerusakan pembuluh darah, hipertensi, kolesterol tinggi, dan peradangan menyebabkan pasien diabetes lebih rentan terhadap berbagai komplikasi jantung, seperti:

  • Penyakit jantung koroner: Penyakit tersebut muncul ketika pembuluh arteri yang seharusnya membawa darah ke jantung menjadi sempit atau tertutup oleh plak. Hal ini mengecilkan laju peredaran darah serta suplai oksigen ke jantung, berpotensi memicu kondisi seperti angina hingga serangan jantung.
  • Gagal jantung: Rusaknya hati terus-menerus akibat hipertensi, diabetes, serta kadar kolesterol tinggi dapat mengganggu otot jantung, sehingga menimbulkan gagal jantung. Hal ini merupakan situasi parah saat jantung tak lagi sanggup memompakan darah dengan baik keseluruhan bagian tubuh.
  • Serangan jantung: Pasien diabetes memiliki peluang dua hingga empat kali lipat terkena serangan jantung dibandingkan dengan orang tanpa diabetes. Hal ini disebabkan oleh aterosklerosis yang dipercepat oleh gula darah tinggi, yang menyebabkan penyumbatan arteri jantung.

5. Cara-cara Mengurangi Risiko Penyakit Jantung bagi Pasien Diabetes

Walau diabetes dapat menaikkan peluang terkena gangguan pada jantung, namun tersedia sejumlah cara agar bisa memperkecil resiko tersebut:

  • Manajemen gula darah: Mempertahankan tingkat gula darah pada kisaran yang ideal merupakan hal utama. Hal ini dapat dicapai dengan mengontrol diet, berolahraga, serta menggunakan obat-obatan atau insulin jika diperlukan.
  • Pengaturan tekanan darah serta kolesterol: Mengawasi dan mengekang tekanan darah beserta tingkat kolesterol amat vital. Mungkin dibutuhkan obat-obatan semacam statin atau penghambat ACE inhibitor guna mempertahankan angka-angka tersebut di rentang sehat.
  • Berhenti merokok: Merokok secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama bagi pasien diabetes. Berhenti merokok bisa mengurangi risiko secara drastis.
  • Aktivitas fisik: Berlatih olahraga teratur dapat memperbaiki tingkat glukosa dalam darah, mengontrol tekanan darah, serta meningkatkan kondisi jantung secara menyeluruh.
  • Diet sehat: Diet yang mengandalkan pengurangan lemak jenuh, gula, serta meningkatkan asupan serat bisa mendukung kontrol kadar glukosa darah, kolesterol, dan juga tekanan darah agar tetap pada level normal.

Hubungan antara diabetes dan penyakit jantung sangat erat dan kompleks. Diabetes, terutama jika tidak terkontrol dengan baik, dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, kolesterol, dan memicu peradangan yang pada akhirnya menyebabkan berbagai masalah jantung. Namun, dengan manajemen yang tepat melalui pengaturan pola hidup dan kontrol medis, risiko penyakit jantung pada penderita diabetes dapat dikurangi secara signifikan.

Referensi

Heart Foundation. Diperoleh pada September 2024. Diabetes and heart disease.

Medical News Today. Dibuka pada September 2024. Hubungan antara diabetes dan penyakit jantung: Apa yang memengaruhi keduanya?

Share on:

Gangguan metabolisme atau gangguan metabolik ialah kondisi medis yang terjadi ketika proses metabolisme tubuh tidak berjalan sebagaimana semestinya.

Metabolisme berperan penting dalam mengubah makanan menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berfungsi dengan baik. Namun, gangguan pada proses metabolisme dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan ringan hingga yang lebih serius.

Beberapa gangguan metabolisme yang paling umum di antaranya melibatkan cara tubuh menangani gula, lemak, dan protein, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas hidup jika tidak segera ditangani dengan tepat. Yuk, kenali beberapa gangguan metabolisme yang paling umum!

1. Sindrom metabolik

Sindrom metabolik merupakan sekelompok kondisi yang meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Sindrom ini ditandai dengan kelebihan lemak perut, tekanan darah tinggi, peningkatan kadar glukosa puasa, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.

Sindrom metabolik sayangnya semakin menjamur di tengah populasi dikarenakan peningkatan kasus kegemukan berkat konsumsi makanan tak seimbang serta perilaku kurang gerak atau monoton.

2. Diabetes tipe 2

Diabetes dibagi menjadi dua kategori utama, yakni diabetes tipe 1 serta tipe 2.

Diabetes tipe 2 menyumbang sekitar 90–95 persen dari semua kasus diabetes secara global, yang memengaruhi lebih dari 347 juta orang. Diabetes tipe 1 adalah kondisi autoimun, sedangkan diabetes tipe 2 adalah gangguan metabolisme yang memengaruhi cara tubuh memproses gula darah. Kondisi ini utamanya disebabkan oleh resistensi insulin dan dikaitkan dengan obesitas. Ini dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti penyakit kardiovaskular dan gagal ginjal, jika tidak ditangani dengan tepat.

3. Penyakit hati berlemak nonalkohol

Penyakit hati berlemak nonalkohol atau nonalcoholic fatty liver disease (NAFLD) ditandai dengan penumpukan lemak berlebih di hati yang tidak disebabkan oleh konsumsi alkohol.

Penyakit ini memengaruhi sekitar 25 persen populasi global dan terkait erat dengan obesitas dan sindrom metabolik.

NAFLD dapat berkembang menjadi steatohepatitis nonalkohol (NASH), yang dapat menyebabkan sirosis dan peningkatan mortalitas terkait hati.

4. Penyakit Gaucher

Penyakit Gaucher adalah kelainan genetik langka yang disebabkan oleh kekurangan enzim glukoserebrosidase. Ini selanjutnya memicu penumpukan lipid di berbagai organ, terutama limpa dan hati.

Tanda-tandanya bisa mencakup rasa lelah, gampang berdarah, serta pembengkakan area yang terserang.

5. Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah suatu kondisi genetik yang mengakibatkan penyerapan zat besi secara berlebihan dari asupan makanan, sehingga menimbulkan akumulasi zat besi di dalam tubuh.

Keadaan tersebut bisa menghancurkan organ-organ seperti liver, jantung, serta kelenjar getah empeda. Jika dibiarkan tanpa penanganan, hal itu mungkin akan menimbulkan gangguan diabetes, kelainan pada lever, dan issue kardiovaskular.

6. Fenilketonuria

Fenilketonuria merupakan suatu kondisi genetika yang ditandai dengan kegagalan tubuh dalam mengolah fenilalanin, yaitu asam amino yang terdapat pada berbagai jenis makanan tinggi protein.

Jika tidak diobati, fenilketonuria dapat menyebabkan cacat intelektual yang parah dan masalah neurologis lainnya.

Gejala fenilketonuria, meliputi:

  • Nafas dan urin memiliki bau yang tak menyenangkan.
  • Ruam kemerahan pada kulit.
  • Kejang.
  • Tremor atau gemetar.
  • Kulit, mata, serta rambut berubah menjadi lebih cerah.
  • Tumbuh kembang terhambat.
  • Kelainan perilaku dan emosional.
  • Kekuatan tulang rendah.
  • Ukurannya kepala yang lebih kecil daripada anak-anak lainnya.
  • Sering muntah.

Deteksi awal melalui pemeriksaan neonatus membuka kemungkinan penanganan nutrisi guna menghindari masalah kesehatan.

7. Gangguan mitokondria

Kelompok penyakit genetik ini mengganggu kinerja mitokondria, organella sel yang bertanggung jawab atas produksi energi, sehingga menimbulkan defisiensi energi di dalam sel.

Gejala-gejalanya bisa sangat beragam namun biasanya mencakup keluhan seputar otot yang lemah, gangguan neurologi, serta masalah pada sistem metabolisme contohnya diabetes.

Kerusakan pada mitokondria bisa berdampak kepada hampir semua sistem organ dalam tubuh akibat pengaruhnya terhadap proses metabolisme energi di tingkat selular.

Penyakit metabolik menjadi masalah kesehatan besar akibat peningkatan jumlah kasus serta risiko kesehatan yang timbul. Penting sekali untuk memahami situasi tersebut agar bisa mengimplementasikan taktik preventif dan manajerial yang akan membantu meningkatkan keadaan kesejahteraan pasien. Deteksi awal dan perubahan pola hidup adalah bagian vital dalam merespons dengan tepat penyakit ini.

Referensi

"Metabolic Disease." Britannica. Diakses pada Januari 2025.

Garus-Pakowska, A. (2023). "Penyakit Metabolik—Tantangan bagi Kesehatan Publik di Abad ke-21." Jurnal Internasional Penelitian Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat , 20(18), 6789. https://doi.org/10.3390/ijerph20186789

Informasi Penting tentang Gangguan Metabolik. Medical News Today Diakses di bulan Januari tahun 2025.

"Metabolic Disorders Overview." Pfizer. Diakses pada Januari 2025.

"What Are Metabolic Disorders?" Verywell Health Diakses di bulan Januari tahun 2025.

Share on:

HIDUPSEHAT , JAKARTA – Perusahaan asuransi kesehatan di Indonesia menaikkan tarif premi Rata-ratanya antara 8% hingga 15% sepanjang tahun 2024. Ini merupakan langkah adaptif terhadap kondisi inflasi medis yang menyebabkan harga layanan dan barang-barang kesehatan meningkat.

Kepala STIMRA Abitani Taim menyebutkan bahwa perusahaan asuransi kesehatan pastinya akan melakukan penilaian guna memilih tindakan yang dibutuhkan. Akan tetapi, sesuai pendapat dia, adaptasi terhadap inflasi di bidang kesehatan bukan hanya tentang meningkatkan harga premi asuransi kesehatan.

"Penilaian pasti akan dilaksanakan, namun tentang perubahan tidak harus berupa tarif premi saja. Perubahan dapat juga mencakup prosedur, manfaat, efisiensi operasional, implementasi teknologi, atau kolaborasi dengan stakeholder kesehatan lainnya termasuk pihak pemerintah guna menekan inflasi sektor kedokteran," jelas Abitani saat diwawancara. HIDUPSEHAT , Jumat (18/4/2025).

Di tengah situasi ini, Abitani mengatakan literasi asuransi menjadi faktor penting. Ketika tarif premi kesehatan meningkat, dikhawatirkan minat masyarakat akan produk asuransi kesehatan turun. Apalagi saat ini kondisi daya beli masyarakat sedang turun.

"Literasi memang menjadi hal yang penting, terutama menjelaskan manfaat asuransi kesehatan kepada masyarakat. Perusahaan juga perlu meningkatkan ajakan hidup sehat dan menjaga kesehatan. Karena pada dasarnya asuransi kesehatan harus dipandang dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bukan sekadar mengganti biaya berobat apabila sakit," tandasnya.

Sebelumnya, Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila menjelaskan beberapa upaya yang bisa dilakukan industri asuransi untuk mengatasi tantangan inflasi medis.

Langkah-langkah tersebut termasuk mendukung efisiensi layanan kesehatan dengan merombak struktur industri asuransi kesehatan berbasis pasar. Ini mencakup penguatan kemampuan teknologi digital di perusahaan-perusahaan asuransi untuk memfasilitasi akses dan bertukarnya informasi secara elektronik dengan fasilitas medis.

"OJK mendukung pula agar perusahaan asuransi bisa memperkuat kemampuan medisnya dalam menangani data yang dimiliki dan menyampaikan laporan secara berkala ke rumah sakit lewat mekanisme peninjauan penggunaan, serta membentuk Dewan Konsultasi Medis (DKM) yang akan memberikan saran profesional terkait model pelayanan medis dan obat-obatan yang disediakan oleh institusi kesehatan," jelas Iwan.

Di samping itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mendukung perbaikan produk asuransi kesehatan dengan menggalakkan penerapan fitur pembayaran bersama atau co-payment bagi layanan rawat jalan maupun dirawat inap di rumah sakit serta menyediakan sistem yang dapat menjembatan kerjasama berbagai penyelenggara perlindungan sosial seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Jasa Raharja, ASABRI, dan Taspennya melalui implementasi perkembangan teknologi canggih.

"⁠Semua upaya ini dimaksudkan agar tumbuh perilaku pemberian layanan medis berbasis clinical pathways yang baik dan pemberian layanan obat dan alat kesehatan berbasis medical efficacy yang memadai sehingga upaya efisiensi dapat tercipta secara berkesinambungan," pungkasnya.

Share on:

HIDUPSEHAT Mendekati waktu penyelenggaraan ibadah haji pada tahun 2025 M/1446 H, calon jamaah diminta untuk memastikan bahwa mereka telah mencapai kondisi kesehatan yang diperlukan (istitha'ah) sebelum menyelesaikan pembayaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).

Perjanjian ini berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 142 Tahun 2025, yang menjelaskan secara rinci tentang penentuan jumlah kuota untuk calon jemaah haji regular dan juga cara membayar sisa Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Aturan tersebut menekankan bahwa memastikan kondisi kesehatan sesuai dengan persyaratan adalah langkah wajib bagi para peserta sebelum mereka melakukan pembayaran penuh atas biaya perjalanannya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Liliek Marhaendro Susilo, menyatakan terdapat tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam standar kesiapan kesehatan untuk ibadah haji, seperti yang disebutkan dalam fatwa MUI pada tahun 2018 mengenai persiapan kesehatan jemaah haji.

Pertama, harus memenuhi syarat dari segi fisik dan mental. Ini berarti calon jemaah dianggap dalam keadaan sehat dan sanggup melakukan perjalanan serta menjalankan serangkaian ritual ibadah haji.

Kedua, terdapat udzur syar'i, yaitu situasi di mana keadaan kesehatan seseorang mencegah mereka untuk melaksanakan ibadah haji.

"Maka implementasinya bisa diundurkan atau dicabut (dilakukan oleh pihak lain)," ungkap Liliek pada rilis pers Departemen Kesehatan, Senin (14/5/2025).

Ketiga, terdapat wewenang bagi pihak pemerintah (ulil amri) untuk menolak memberikan izin keberangkatan pada jemaah dikarenakan pertimbangan medis dan syar'i.

"Dalam melaksanakan ibadah haji, dibutuhkan kesehatan fisik serta mental yang baik," jelasnya.

"Bagi mereka yang telah diberikan kesempatan untuk menjalani ibadah haji tetapi menghadapi masalah kesehatan serius atau kronis, termasuk penyakit jangka panjang baik itu pada fisik maupun keadaan hamil, diharapkan untuk menunda atau bahkan membatalkan perjalanan hajinya," tambah Liliek.

Persiapan untuk memenuhi kondisi sehat dalam istitha'ah dijalankan lewat pemeriksaan kesehatan komprehensif.

Termasuk pengecekan fisik, kognitif, mental, serta mampu melakukan rutinitas sehari-hari.

Pada saat bersamaan, Pihak Berwenang di Kerajaan Arab Saudi sudah mengeluarkan aturan serta pedoman kesehatan untuk calon jemaah yang berencana masuk ke wilayah mereka selama musim haji tahun 1446 Hijriyah.

Jemaah diminta untuk tidak memiliki kondisi kesehatan yang membatasi kemampuan fizikal mereka dengan cara yang signifikan.

Berikut beberapa kondisi kesehatan yang dianggap tidak memenuhi syarat:

1. Gangguan ginjal parah yang mengharuskan pasien menjalani terapi hemodialisis atau dialisis peritoneal.

2. Gangguan jantung yang ditandai oleh gejala pada waktu istirahat atau ketika melakukan kegiatan ringan.

3. Penyakit paru-paru jangka panjang yang memerlukan oksigen secara berkala atau tanpa henti.

4. Sirosis hati dengan tanda gagal fungsi.

5. Gangguan neurologi atau psikologis yang menyebabkan disabilitas motorik berat atau gangguan kognitif.

6. Demensia pada lansia.

7. Kehamilan.

8. Penyakit menular aktif.

9. Kanker yang sedang dalam kemoterapi.

Share on:
  • ← Previous post
  • This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
  • Hi, my name is John. I'mstudent originally from Peru, living in New York.
140x140

John Doe

Founder of the website
Facebook Twitter Gplus RSS
Labels
  • Advertorial
  • Agama
  • astrologers
  • astrology
  • Balikpapan
  • Banjar
  • Banjir
  • Bencana
  • blood sugar
  • blood sugar control
  • body weight
  • Budaya
  • business
  • Catatan Ismunandar
  • chronic conditions and diseases
  • Covi-19
  • diabetes
  • diet and nutrition
  • donations
  • DPRD Kaltim
  • Ekonomi
  • entertainment
  • exercise
  • exercise equipment
  • fitness
  • food and drink
  • government
  • Headline
  • health
  • health & fitness
  • health & fitness
  • health advice
  • health and exercise
  • health and healthcare economics
  • health benefits
  • health insurance
  • health risks
  • health tips
  • healthcare and medicine
  • healthcare industry
  • heart diseases
  • Hedline
  • Hiburan
  • Hikmah
  • horoscopes
  • Hukum
  • illness
  • incident
  • insurance
  • Internasional
  • Iptek
  • jobs and careers
  • Kalteng
  • Kaltim
  • Kasus
  • Keamanan
  • Kependudukan
  • Kesehatan
  • Kominfo
  • Komunitas
  • Kota
  • Kriminal
  • Kukar
  • Kuliner
  • Kursus
  • Kutim
  • lifestyle
  • Lingkungan
  • Literasi
  • local news
  • Mahulu
  • medical conditions and diseases
  • medicine and healthcare
  • Medsos
  • metabolism
  • Motivasi
  • Nasional
  • news
  • Nusantara
  • Olah Raga
  • Olahraga
  • Opini
  • Ormas
  • Paser
  • Pejabat
  • Pembamgunan
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pemkot
  • Pendidikan
  • Perpustakaan
  • PKK
  • politics
  • politics and government
  • Politik
  • PPU
  • Prestasi
  • public health
  • Ramadhan
  • running and fitness
  • sagittarius
  • Samarinda
  • Sastra
  • Sejarah
  • Sosiail
  • Sosial
  • spirituality
  • sports
  • sports injuries
  • Tokoh
  • Video
  • Wanita
  • working out
latest posts
latest comments
Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

Hercules Design @Hercules_group
@billykulpa Please contact us via info@hercules-design.com
Reply Retweet Favorite

06 May 2014

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Media Ibukota

Aneka Informasi penting nasional dan dunia.

  • Home